GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Perjuangan Anak Petani dari Pelosok Desa Jadi Lulusan Terbaik IAIN Kudus

Endang Susanti, mahasiswa asal Desa Sempu, Blora, Jawa Tengah menjadi wisudawan terbaik pada wisuda periode ke 31 IAIN Kudus meski dalam keterbatasan ekonomi.
Selasa, 17 Mei 2022 - 11:09 WIB
Endang Susanti Wisudawan Terbaik di IAIN Kudus saat Prosesi Wisuda.
Sumber :
  • Tim tvOne - Galih Manunggal

Kudus, Jawa Tengah - Endang Susanti gadis asal Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah tak menyangka namanya dipanggil sebagai wisudawan terbaik dalam wisuda periode ke 31 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus.

Anak kedua dari pasangan Sujiman (51) dan Siti Aminah (50) yang berprofesi sebagai petani di pelosok desa itu berhasil memperoleh predikat cumlaude dengan predikat terbaik dalam program studi pemikiran politik islam IAIN Kudus dengan indeks prestasi komulatif (IPK) 3,89.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan keterbatasan ekonomi yang dialami, semangat kerja keras Santi berhasil membanggakan kedua orang tuanya. Sambutan haru mewarnai setiap langkah Endang Susanti saat bertemu kedua orang tua dan kakak kandungnya dari atas sepeda motor di depan gedung prosesi wisuda.

"Alhamdulillah, senang sekali proses kerja keras belajar aku disambut bapak ibu dan kakak. Ini juga berkat kerja keras kedua orang tua aku dalam mendidik," kata Santi sapaan akrabnya.

Perjuangan untuk menggapai prestasinya pun cukup berat. Sejak kuliah pada tahun 2018 silam, setiap sepekan sekali, Santi harus pulang untuk membantu kedua orang tua di rumah. Pasalnya, kakak kandung bekerja di Yogjakarta.

"Pengen pulang saja bantu orang tua di rumah. Kasihan di rumah berdua saja," jelasnya.

Untuk menghasilkan IPK 3,89 itu tentunya ia lewati dengan penuh perjuangan. Pasalnya, Santi merupakan mahasiswa yang menjalani proses perkuliahan secara daring/online. Kondisi Desa Sempu yang berada di ujung selatan Kabupaten Blora itu tidak didukung dengan akses internet yang bagus. Meski begitu, beragam prestasi nasional dan internasional ia dapatkan. Puncaknya, ia mendapatkan beasiswa dari Bank Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setiap perkuliahan daring, naik perbukitan dulu. Soalnya di rumah sana itu sulit akses internetnya. Setiap mengerjakan tugas, ada kuliah online, cari sinyal (internet) dulu," ujarnya.

Santi dikenal sebagai gadis yang memiliki kepedulian terhadap kaum perempuan. Itu terbukti dari skripsi yang ia tulis dengan tema "Kepemimpinan Perempuan dengan Fokus Kajian Kepemimpinan Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati". Menjadi lulusan terbaik program studi pemikiran politik Islam, Santi bercita-cita menjadi seorang politikus.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 Kasus Dugaan Pelecehan Seksual yang pernah terjadi di Pondok Pesantren

3 Kasus Dugaan Pelecehan Seksual yang pernah terjadi di Pondok Pesantren

Berikut ini tiga contoh kasus dugaan pelecehan seksual yang pernah terjadi di Pondok Pesantre. Mengingatkan siapapun untuk berhati-hati terhadap tindakan tersebut.
Sekalipun Kalah dari Jepang, Timnas Indonesia U-17 Bisa Lolos ke Piala Dunia U-17 2026 dengan Skenario Begini

Sekalipun Kalah dari Jepang, Timnas Indonesia U-17 Bisa Lolos ke Piala Dunia U-17 2026 dengan Skenario Begini

Timnas Indonesia U-17 masih bisa berharap untuk mendapatkan satu tiket lolos ke Piala Dunia U-17 2026 walau kalah dari Jepang. Mereka bisa meraihnya tanpa menjadi perempatfinalis Piala Asia U-17 2026.
Tabir Motif di Balik Pembunuhan Badut ke Mertua

Tabir Motif di Balik Pembunuhan Badut ke Mertua

Polres Kabupaten Mojokerto ungkap tabir di balik aksi pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Satuan terhadap ibu mertuanya, Siti Arofah, di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Mojokerto.
Modus “Pengobatan” Kiai Ashari Terungkap: Dalih Penyakit Batin hingga Ajak Santriwati Tidur Bareng

Modus “Pengobatan” Kiai Ashari Terungkap: Dalih Penyakit Batin hingga Ajak Santriwati Tidur Bareng

Pengakuan korban mengungkap modus yang diduga dilakukan Kiai Ashari dalam kasus pelecehan santriwati. Dengan dalih penerawangan penyakit batin, korban diminta.
Kepada Media Belanda, Maarten Paes Bicara soal Masalah yang Dihadapi usai Tukar Paspor Belanda untuk Indonesia

Kepada Media Belanda, Maarten Paes Bicara soal Masalah yang Dihadapi usai Tukar Paspor Belanda untuk Indonesia

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, berbicara secara terang-terangan soal menukar paspor Belanda miliknya untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Itu sempat menjadi skandal di sepak bola Belanda baru-baru ini.
PBB-P2 2026 Lebih Ringan, Warga Jakarta Tak Perlu Ajukan Permohonan Diskon

PBB-P2 2026 Lebih Ringan, Warga Jakarta Tak Perlu Ajukan Permohonan Diskon

Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menghadirkan keringanan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atau PBB-P2 bagi wajib pajak.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT