Cerita Warga Korban Bencana Tanah Bergerak di Sambirejo Sragen, Terpaksa Pindah Rumah Tiga Kali
- Tim tvOne - Mahfira Putri
Sragen, tvOnenews.com - Pergeseran tanah yang terjadi di tiga dukuh di Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mengancam puluhan rumah warga. Bahkan salah satu warga, Suroso harus pindah rumah sebanyak tiga kali.
Ditemui di kediamannya di Dukuh Bendorejo, RT 33, Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, kakek berusia 73 tahun itu hanya bisa meratapi teras dan kamar utamanya yang sudah runtuh. Ia hanya bisa memandangi puing-puing material hebel sisa rumahnya.
Bangunan rumahnya kini hanya menyisakan dua ruangan di bagian belakang yang sudah mengalami keretakan dibagian lantai dan dinding. Rumahnya itu ambruk akibat pergerakan tanah yang terjadi akhir Januari 2026.
Akibat bencana alam itu, Suroso tidak lagi menempati rumahnya. Ia harus mengungsi bersama cucunya di rumah adiknya yang bersebelahan dengan rumahnya yang kosong ditinggal merantau. Suroso mengaku belum bisa membangun rumahnya karena kendala biaya.
"Saya itu sudah tiga kali pindah rumah. Dulu rumah saya dibawah waktu tahun 2000an amblas bangun lagi, amblas lagi bangun lagi saya kira aman ternyata amblas lagi," kata dia.
Ia menceritakan rumahnya itu ambrol pada malam hari dimana diwilayah tersebut sedang hujan lebat. Ia mengaku bersyukur saat ambrol itu tidak berada di ruang utama ataupun teras sehingga dirinya tidak terkena reruntuhan puing-puing.
"Ambrolnya itu malam-malam. Tau-tau ambrol, untungnya saya tidak dikamar lai di belakang," kata dia.
Dia mengaku rumah dan tanah tersebut merupakan peninggalan orangtuanya. Akibat amblasnya rumah ia mengalami kerugian material mencapai Rp 60 juta.
Kondisi rumah rusak juga dialami Harso Widodo, warga Dukuh Wonorejo RT 27. Rumahnya seperti terbelah dua di bagian tembok dan tanah.
Rumah tersebut baru selesai dibangun dan rencananya akan ditinggali saat bulan puasa mendatang oleh emiliknya yang saat ini merantau di Jakarta.
"Rumah itu milik Pakde saya, kejadiannya kira-kira 22 Januari pukul 01.30 WIB. Awalnya warga tida tau kalau rumah pakde saya juga terkena retakan, setelah dicek ternyata juga retak bagian dinding sama lantai terbelah," terang Dwi Purwanti, warga sekitar.
Load more