Pantai Lestari Pati Berubah Jadi Lautan Sampah, Limbah Industri Tutupi Garis Pantai
- Tim tvOne - Abdul Rohim
Pati, tvOnenews.com – Kondisi Pantai Lestari di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memprihatinkan.
Kawasan wisata yang sempat menjadi destinasi favorit warga itu kini dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga dan limbah sisa industri tapioka yang menutupi sebagian garis pantai.
Berbagai jenis sampah plastik, limbah domestik, hingga kulit ari singkong sisa proses produksi tapioka terlihat berserakan di sepanjang bibir pantai.
Bahkan, endapan limbah tersebut menutupi hamparan pasir sehingga mengubah wajah Pantai Lestari yang dikenal memiliki panorama pesisir.
Salah seorang warga, Juriyanto, mengaku prihatin melihat kondisi pantai tersebut. Menurutnya, Pantai Lestari memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pati karena didukung akses jalan yang baik dan suasana pantai yang masih alami.
"Pantai ini sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai objek wisata. Sayang, kondisinya justru dipenuhi limbah dan sampah sehingga mengurangi daya tariknya," ujar Juriyanto, Jumat (24/7/2026).
Ia berharap seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, dapat bersama-sama menjaga kebersihan pantai agar mampu menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
“Saya berharap pantai ini bisa kembali bersih dan dijaga kebersihannya. Sehingga bisa kembali menarik wisatawan dan mengangkat ekonomi masyarakat sekitar,” harapnya.
Kepala Desa Bulumanis Kidul, Susanto, mengatakan pencemaran di Pantai Lestari telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Padahal, pemerintah desa telah berupaya mengembangkan kawasan tersebut melalui penanaman vegetasi dan penataan lingkungan di sepanjang garis pantai yang mencapai sekitar satu kilometer.
"Kami sudah berusaha mempercantik pantai ini karena merupakan aset desa sekaligus warisan yang harus dijaga. Namun, setiap hari kami menerima kiriman sampah dari wilayah hulu melalui dua sungai, yakni Sungai Suatu dan Sungai Pangkalan," kata Susanto.
Selain sampah rumah tangga, lanjutnya, pantai juga tercemar limbah kulit ari singkong dari industri tapioka.
Limbah tersebut terbawa aliran sungai hingga mengendap di kawasan pesisir dan menutupi permukaan pantai.
Menurut Susanto, kondisi tersebut tidak dapat ditangani pemerintah desa sendiri karena sumber pencemaran berasal dari daerah lain yang dialiri kedua sungai tersebut.
Karena itu, ia berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat untuk menangani persoalan sampah sekaligus mengembangkan potensi wisata Pantai Lestari.
"Kami sudah menyampaikan kondisi ini kepada dinas terkait, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang nyata. Harapan kami ada dukungan dari pemerintah agar Pantai Lestari bisa kembali menjadi destinasi wisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (arm/buz)
Load more