Kronologi TKI Asal Jaksel Diduga Menjadi Korban TPPO di Libya, Berawal dari Unggah Status WA
- tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Nandiya Ayuningtias mencuri perhatian publik. Ia diduga menjadi salah satu korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Libya.
Nandiya merupakan anak kandung dari warga Gang Swadaya I RT 016 RW 09, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sang ibu mengaku telah hilang komunikasi dan tidak mengetahui keberadaan anaknya yang terakhir kali berada di Libya.
Situasi ini mendorong keluarga korban mengirim surat permohonan bantuan untuk pemulangan Nandiya ke Indonesia. Di sisi lain, Nandiya juga sempat membuat video viral agar segera dipulangkan dari Libya.
Suami korban, Ultari menceritakan kronologi awal sang istri diduga menjadi korban TPPO di Libya. Mulanya Nandiya mengunggah sebuah status di WhatsApp bahwa dirinya akan pergi ke Turki.
"Di awal pertama, istri saya itu nge-post status dia mau bekerja di luar negeri. Saya tanya, 'itu emang di mana?'. Kata dia, 'di Turki'," ujar Ultari saat diwawancarai tvOne, Selasa (29/9/2026).
Lebih lanjut, Ultari menjelaskan, unggahan tersebut membuat salah satu rekannya memberikan reaksi. Nandiya justru menawarkan keberangkatan ke Turki kepada temannya.
"Enggak lama, teman dia itu melempar WhatsApp istri saya itu ke seorang sponsor berinisial BL di daerah Indramayu kalau enggak salah. Akhirnya mereka berkomunikasi," terangnya.
Hasil dari komunikasi tersebut membuat korban dijemput oleh ibu-ibu asal Indramayu itu. Nandiya bahkan sempat menginap di kediamannya sebelum akhirnya kembali ke rumah selama seminggu.
TKI Asal Jaksel Berangkat dari Bandara Soetta
- tvOneNews
Ultari mengatakan, sang istri tak lama berangkat dari Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 5 April 2026. Perjalanan Nandiya sempat melewati Dubai, Istanbul, Turki hingga berakhir di Tripoli, Libya.
"Pada saat tiba, istri mengabarkan ke saya bahwa dia berada di Libya. Saya tanya, 'kenapa ke Libya? Kan tujuan kamu ke Turki', coba tanyakan yang memberangkatkan kamu. Cuma jawabannya, 'Kan negara sama aja. Maksudnya apa sih yang dipermasalahkan dengan negara? Lagian di Turki, rumahnya kecil-kecil'," tuturnya.
Load more