Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Meninggal Dunia, Diduga Jadi Korban Perundungan Kakak Kelas
- Tim tvOne - Mohammad Hamzah
"Anak saya itu sebelum meninggal sudah ngomong siapa-siapa yang mukul dia, dilihatin foto terus dia nunjuk. Ada tiga anak, yang dua kelas 5 dan satu kelas 6." imbuh Nurwandi.
Meski demikian, dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.
Plt Bupati Pemalang Datangi Sekolah dan Rumah Duka
Kasus dugaan perundungan tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang Nurkholes mendatangi SD Negeri 01 Kebondalem dan rumah orang tua korban pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Kunjungan dilakukan untuk melihat kondisi sekolah sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Nurkholes berharap kejadian tersebut menjadi yang terakhir terjadi di Kabupaten Pemalang. Pemerintah daerah juga akan menyiapkan langkah pencegahan agar dugaan perundungan dan kekerasan terhadap siswa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.
Dalam waktu dekat, Nurkholes akan mengumpulkan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang untuk membahas langkah konkret memperkuat perlindungan terhadap siswa.
"Nanti akan kita giatkan sekolah ramah anak, dan ini nanti kita akan formulasikan sekolah-sekolah itu mampu melaporkan, baik dari orang tua maupun anak," kata Nurkholes.
Menurutnya, keberanian siswa maupun orang tua untuk melaporkan tindakan perundungan, intimidasi, maupun kekerasan di sekolah perlu diperkuat.
Nurkholes juga menyoroti keberadaan kamera pengawas atau CCTV di lingkungan sekolah. Ia berharap seluruh sekolah di Kabupaten Pemalang memiliki CCTV yang dapat berfungsi dengan baik untuk membantu pengawasan aktivitas siswa.
"Kejadian ini CCTV di sekolah tidak berjalan dengan baik. Jadi, ke depan sekolah ramah anak itu ya CCTV harus berjalan. Yang pasti nanti kita gerakkan anak berani melapor," ujarnya.
Terkait dugaan perundungan tersebut, Nurkholes menyebut pihak sekolah telah membuat kronologi kejadian dan mengambil langkah antisipasi. Pihak sekolah juga disebut telah melakukan pembinaan terhadap siswa yang diduga terlibat.
"Informasi dari sekolah, dugaan perundungan tersebut melibatkan dua siswa kelas V terhadap korban yang masih duduk di kelas II," pungkasnya.
Polisi Autopsi Jenazah Korban
Sementara itu, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Bidang Kedokteran Kepolisian (Biddokkes) Polda Jawa Tengah telah melakukan autopsi terhadap jenazah MHAQ di RSUD dr. M Ashari Pemalang.
Load more