News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dua Bocah Tenggelam di Sungai Gelis, Satu Meninggal Dunia, Satu Belum Ditemukan

Tim gabungan relawan BPBD Kabupaten Kudus, TNI, Polri dan warga melanjutkan pencarian terhadap bocah yang tenggelam di Sungai Gelis Sabtu (4/2/2023) pagi.
Sabtu, 4 Februari 2023 - 11:16 WIB
Pencarian Bocah Tenggelam di Sungai Gelis, Kudus oleh Petugas Gabungan.
Sumber :
  • Tim tvOne - Galih Manunggal

Kudus, Jawa Tengah – Tim gabungan relawan BPBD Kabupaten Kudus, TNI, Polri dan warga melanjutkan pencarian terhadap bocah yang tenggelam di Sungai Gelis Sabtu (4/2/2023) pagi.

Arus sungai yang cukup deras menjadi kendala proses pencarian. Sebelumnya, doa bocah tenggelam saat bermain di sungai tersebut Jumat siang (3/2/2023) kemarin. Satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Munaji mengatakan, tim gabungan sabtu pagi ini kembali melanjutkan pencarian terhadap korban tenggelam. Sedikitnya 50 personel dan relawan BPBD Kudus diterjunkan untuk menyisir lokasi mulai dari titik lokasi kejadian hingga jembatan Tambak Lulang yang jaraknya sekitar 4 kilometer.

“Semalam pencarian dan penyisiran kami hentikan pukul 19.30 WIB dan korban belum ditemukan, namun kami tetap memantau hingga pukul 23.00 WIB dan dilanjutkan pagi ini. Sedikitnya 50 personel BPBD kami kerahkan untuk kembali melakukan penyisiran mencari korban,” terang Munaji, Sabtu (4/2/2023).

Munaji menambahkan, selama proses pencarian derasnya arus menjadi kendala.

“Tim menyusuri sungai menggunakan perahu karet dan melakukan penyelaman. kendalanya karena arusnya cukup deras jadi cukup menyulitkan proses pencarian,” imbuhnya.

Sebelumnya, warga sepanjang bantaran Sungai Gelis turut Desa Singocandi, Kudus, Jawa Tengah digegerkan dengan ditemukannya jenazah bocah laki-laki mengapung tersangkut ranting bambu, Jumat (3/2/2023). Korban dikabarkan bermain di sungai bersama temannya yang juga ikut tenggelam.

Saat ditemukan, semula tubuh korban yang mengapung dikira boneka besar karena tersangkut di bambu dalam kondisi tengkurap. Namun, setelah diamati ternyata seorang bocah laki-laki.

Melihat kondisi tersebut warga langsung melaporkannya kepada ketua RT setempat dan juga pihak kepolisian.

“Tadi pertama kali yang menemukan warga yang mau mencari cacing buat mancing, terus bilang ke saya dan selanjutnya lapor Pak RT. Saat ditemukan posisinya tengkurap, dikira boneka,” tutur Hakam, salah seorang saksi, Jumat (3/2/2023).

Sementara itu, Kepala Desa Bakalan Krapyak Susanto menuturkan, dari keterangan yang dikumpulkan, sebelumnya ada enam bocah yang bermain di Sungai Gelis turut Desa Singocandi. Satu bocah tersebut terpeleset dan satu temannya ingin menolong.

Namun naas, saat berusaha menolong, satu temannya itu justru ikut terseret arus Sungai Gelis. Sementara, temannya yang lain langsung melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua mereka.

“Infonya ada enam anak yang main di Sungai, mungkin terpeleset dan tenggelam. Salah satu dari mereka berusaha menolong namun malah ikut terbawa arus. Jadi, ada dua yang tenggelam, satu sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Satunya lagi masih dalam pencarian itu warga saya,” terang Susanto. (Gml/Dan)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kapal Feri MV June Aster Terbakar di Filipina, 5 Tewas dan 80 Orang Masih Hilang

Kapal Feri MV June Aster Terbakar di Filipina, 5 Tewas dan 80 Orang Masih Hilang

Kapal feri MV June Aster terbakar di perairan Coron, Palawan, Filipina. Lima orang tewas dan lebih dari 80 masih hilang.
Perkembangan Platform Digital Global, DPR RI Sorot Kedaulatan Data

Perkembangan Platform Digital Global, DPR RI Sorot Kedaulatan Data

Perkembangan platform digital global kini turut menjadi isu kedaulatan digital, perlindungan konsumen, hingga posisi Indonesia dalam perdagangan digital internasional.
Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Siapkan Lapangan Khusus Timnas Indonesia di PTIK

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Siapkan Lapangan Khusus Timnas Indonesia di PTIK

PSSI menyiapkan PTIK sebagai lapangan khusus Timnas Indonesia jelang FIFA ASEAN Cup 2026, lengkap dengan rumput, keamanan, dan fasilitas pendukung.
Jelang Lawan Persib Bandung, Persija Jakarta Tambah Kekuatan di Lini Serang

Jelang Lawan Persib Bandung, Persija Jakarta Tambah Kekuatan di Lini Serang

Pada laga pekan kedua Super League 2026-2027, Persija langsung dihadapkan musuh bebuyutannya, Persib Bandung. Laga digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). 
Warganet Heboh Naik KA Bandara di Jalur Tanjung Priok, Tarifnya Tetap Rp3.000

Warganet Heboh Naik KA Bandara di Jalur Tanjung Priok, Tarifnya Tetap Rp3.000

KA Bandara Basoetta sementara melayani rute Tanjung Priok-Jakarta Kota. Warganet heboh menjajal KA Bandara dengan tarif tetap Rp3.000.
Bos Ferrari Pilih Bungkam Soal Insiden Lewis Hamilton dan Charles Leclerc di F1 GP Italia 2026 Kemarin

Bos Ferrari Pilih Bungkam Soal Insiden Lewis Hamilton dan Charles Leclerc di F1 GP Italia 2026 Kemarin

Lap pertama F1 GP Italia 2026 pada akhir pekan kemarin sempat diwarnai duel sengit duo Ferrari yakni Lewis Hamilton dan Charles Leclerc.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Jumat, 11 September 2026, diprediksi menjadi hari yang cukup menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa saja yang bakal berlimpah cuan besok?
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT