Rumah Lahir AR Baswedan di Ampel Gading Surabaya, Digagas jadi Monumen Sejarah Pergerakan Kemerdekaan Indonesia
- tim tvone - zainal ashari
Surabaya, Jawa Timur – H Abdurrahman Baswedan atau populer dengan nama AR Baswedan lahir di Surabaya 9 September 1908 dan wafat 16 Maret 1986. Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai seorang jurnalis dan diplomat. A.R. Baswedan pernah menjadi Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir, Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), Anggota Parlemen, dan Anggota Dewan Konstituante.
A.R. Baswedan adalah salah satu diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia dari sejumlah negara Arab dan negara muslim, seperti Mesir, Yordania, Lebanon, Suriah, Irak, Arab Saudi, dan Yaman.
Tokoh pendidikan Jawa Timur, Isa Ansori mendorong pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim untuk menelusuri tempat lahir Abdurrahman Baswedan di kawasan Ampel.
Karena sebagaimana diketahui Abdurrahman Baswedan adalah salah satu pahlawan nasional asal Kota Surabaya, Provinsi Jatim. Gelar pahlawan ini ditetapkan secara langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo pada tahun 2018.
AR Baswedan memang peranakan Arab, lidahnya pekat bahasa jawa Suroboyoan, bila berbicara. Dan kerapkali tampil di depan umum mengenakan surjan dan blangkon. Ia menyerukan kepada orang-orang keturunan Arab agar bersatu membantu perjuangan Indonesia.
AR Baswedan mengajak keturunan Arab, seperti dirinya sendiri, menganut asas kewarganegaraan ius soli, di mana saya lahir, disitulah tanah airku. Pada titik inilah dia menjalani perubahan haluan yang sangat besar bagi pribadi, dan pada akhirnya menggerakkan perjalanan pemuda keturunan arab di nusantara mendukung kemerdekaan Indonesia.
"A.R Baswedan lahir di Ampelgading. Dia lahir di sana dan besar di sana," terang Isa Ansori yang juga anggota Dewan Pendidikan Jatim ini.
Menurut dia dalam masa kemerdekaan, A.R Baswedan berjuang bersama Bung Karno. Dan kemudian juga sempat mendirikan Partai Arab Indonesia.
"A.R Baswedan yang membantu Bung Karno untuk mempublikasikan kemerdekaan Indonesia di Timur Tengah bersama KH. Agus Salim, sehingga dapat pengakuan pertama kali dari Timur Tengah itu negara Mesir, berkat jasa dari A.R Baswedan," terangnya.
Dia melanjutkan, A.R Baswedan selama ini memang dianggap tokoh yang banyak berkiprah di Ibu Kota Jakarta.
"Saya kira selama ini tahunya A.R Baswedan besar di Jakarta. Sama kayak Bung Karno, orang tahunya di Blitar ternyata lahirnya di Surabaya," beber dia.
Meskipun keduanya tokoh nasional, kata Isa, rumah tempat lahir Ir. Soekarno lebih dulu diketahui dan sudah dijadikan tempat monumen cagar budaya.
"Setelah ditelusuri di Jalan Peneleh itu, Pemkot kemudian berupaya untuk menjadikan cagar budaya," tegasnya.
Sebab itu, Isa meminta untuk hal yang sama, rumah A.R Baswedan di Ampelgading agar bisa ditelusuri tempat lahirnya dimana dan juga dijadikan monumen.
"Ada pahlawan nasional A.R Baswedan yang lahir di Surabaya. Menurut saya ini bagian kita, dari penghormatan kita pada pahlawan bangsa. Yang besar itu kan bangsa yang tak lupakan sejarah," jelasnya.
Dia menambahkan hal ini penting bagi pemerintah daerah. Bahwa ada pahlawan nasional yang lahir di Surabaya, Jawa Timur.
"Ada kewajiban pemerintah daerah untuk mencari jejaknya dan kalau sudah ketemu jejaknya dimana, diupayakan itu sebagai tetengger (penanda). Dan menjadi edukasi bagi generasi muda bahwa di kampung ini tempat yang pluralis, yang egaliter, religius nasionalis. Sehingga itu menjadi karakter masyarakat," pungkasnya.
Seperti diketahui bersama, A.R Baswedan adalah kakek dari mantan gubernur DKI Anies Baswedan, yang saat ini santer dicalonkan Partai Nasdem sebagai kandidat (calon) Presiden RI 2024-2029. (zaz/hen)
Load more