GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Festival Gunungan Kupatan Tanjung Kodok, Lestarikan Tradisi dan Unjuk Potensi Wisata Daerah di Lamongan

Festival Kupatan Tanjung Kodok dijadikan sebagai ajang pelestarian tradisi, serta unjuk potensi wisata yang ada di Kabupaten Lamongan, puncaknya di parkiran WBL
Sabtu, 29 April 2023 - 16:07 WIB
Festival Gunungan Kupatan Tanjung Kodok Lamongan
Sumber :
  • mohammad mahrus

Lamongan, tvOnenews.com - Sempat vakum lantaran pandemi, Festival Kupatan Tanjung Kodok dijadikan sebagai ajang pelestarian tradisi, serta unjuk potensi wisata yang ada di Kabupaten Lamongan, Puncak Festival Kupatan Tanjung Kodok ini dibuka secara langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Sabtu (29/4) di halaman parkiran Wisata Bahari Lamongan (WBL) kecamatan Paciran.

"Festival Kupatan Tanjung Kodok merupakan bagian dari peninggalan budaya dari leluhur kita, yang mana diselenggarakan pada 7 Syawal. Filosofi dari kupat ialah "ngaku lepat" (mengaku salah) karena manusia tempatnya salah, sehingga harus saling memaafkan dan guyub rukun. Tanpa mengurangi nilai budaya yang terkandung di dalamnya, Pemkab Lamongan juga selalu menghadirkan ragam inovasi dan kreasi agar menarik pada ketupat agar menarik dimata generasi muda," tutur Efendi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan festival diawali dengan adanya Pawai Gunungan ketupat di Pelabuhan ASDP Paciran. Diikuti oleh 17 kontingen dari masing-masing desa yang ada di Kecamatan Paciran, pawai tersebut menuju ke halaman WBL diiringi dengan kesenian pantura diantaranya Jaran Jenggo, Tongklek, dan Terbang Jidor.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah, digelarnya Festival Kupatan Tanjung Kodok merupakan kolaborasi antara potensi dan kesenian untuk pelestarian budaya serta untuk menarik pengunjung wisatawan ke Lamongan.

"Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara potensi dan kesenian yang kami miliki. Jadi selain bertujuan melestarikan tradisi budaya, juga ditujukan sebagai pemantik wisatawan," terang Rubikah.

Koordinator Kontingen Desa Sumur Gayem menjelaskan, dari 17 kontingen yang berkontribusi, kontingen dari Desa Sumur Gayam terpilih menjadi juara 1 karena keunikan pada gunungan yang dibuat. Di dalamnya, terdapat ragam bentuk ketupat mulai dari ketupat ikan, ketupat jumbo, ketupat tas, ketupat cumi, dan lainnya.

Wisatawan yang hadir akan disuguhkan 1000 porsi ketupat dengan sayur lodeh ditambah juga dengan sambal keruk khas Lamongan yang dimasak langsung oleh Indonesian Chef Association (ICA).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pagelaran budaya juga disuguhkan melalui drama kolosal persembahan dari Laskar Sunan Sendang, dengan mengangkat cerita "Sejarah Kupatan Tanjung Kodok", dimana menceritakan tentang kisah Raden Nur Rahmat yang  mempelajari banyak hal hingga dewasa, Sunan Drajat pun memberikan gelar "Sunan Sendang".

Sunan Sendang dikenal sebagai sosok yang santun dan gemar berdakwah menggunakan pendekatan budaya, sehingga ajarannya dapat diterima dengan baik. Salah satu ajaran Sunan Sendang adalah "Kenduri Kupatan". Filosofinya ialah kupat yang mempunyai empat sisi dan empat sudut sebagai ungkapan rasa syukur telah melakukan rukun Islam yg ke 4, yaitu puasa. Selain itu, juga menjadi pengingat karena telah menahan empat hawa nafsu yaitu amarah, lauwwamah, sufiah dan mutmainah. Adapun dawuh Sunan Sendang kepada umat muslim di Lamongan ialah "mlakuo ing dalan kang bener, ilingo wong kang sak mburimu". (mmr/far) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.

Trending

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT