News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kementrian PUPR Kebut Penanganan Tanggap Darurat Dampak APG Semeru, Ini Hasilnya

Proyek penanganan tanggap darurat dampak bencana erupsi dan awan panas guguran (APG) Gunung Semeru oleh Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR pada tahap ketiga saat ini terus dikebut, ditengah potensi ancaman bahaya bencana erupsi Gunung Semeru yang masih sangat tinggi.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 17 Mei 2023 - 13:27 WIB
Pembangunan tanggul penahan aliran lahar semeru terus dikebut
Sumber :
  • tvOne - wawan sugiarto

Lumajang, tvOnenews.com – Proyek penanganan tanggap darurat dampak bencana erupsi dan awan panas guguran (APG) Gunung Semeru oleh Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR pada tahap ketiga  saat ini terus dikebut, ditengah potensi ancaman bahaya bencana erupsi Gunung Semeru yang masih sangat tinggi.

Menurut Direktur Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air, Dirjen SDA Kementerian PUPR Muhammad Adek Rizaldi, hingga dari total tiga tahap pembangunan tanggul sungai yang terdampak APG Semeru, pada tahap satu dan dua  total sepanjang 13,8 km dilanjutkan 3,5 km dan yang bagian bawah sepanjang 16 km telah selesai dikerjakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saat ini, proses pengerjaan lanjutan pembangunan tanggul second line di aliran Sungai Lengkong Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan dari total sepanjang 905 meter tanggul, baru 71 % diantaranya telah selesai dikerjakan,” kata Adek kepada tvOnenews.com di lokasi pembangunan tanggul Sungai Besuk Lengkong, Rabu (17/5).

Adek menutrukan, jika saat ini proses pengerjaan tanggul Sungai Lengkong telah memasuki tahap ke 3, dengan total sepanjang 905 meter dan baru selesai dikerjakan 71 %.

“Saat ini dalam proses pengerjaannya kita sudah masik tahap ke 3, untuk proses tahap kesatu sudah selesai 100 %. Yang tahap ke 3 ini mengacu pada erupsi tahap ke 2, dimana pada erupsi yang kedua ini kita juga melakukan evaluasi kembali terkait tahap 1 dan tahap 2 yang sudah kita lakukan dan saat ini sudah mencapi 71 %,” jelasnya.

“Disini, kita juga melakukan penyempurnaan dari pekerjaan tahap satu. Saat ini, proses pembangunan tanggul tahap ke 3 ini kita geser sejauh 50 meter ke sisi utara dari posisi awal, dengan harapan jika ada debris atau aliran lahar datang tidak sampai mengarah maupun melimpas agar tidak sampai menggenangi pemukiman warga. Target kita di bulan Juni ini selesai dan akan kita lanjutkan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruki atau penanganan permanen,”sambungnya.

Adek menuturkan, bahwa pasca terjadinya erupsi dan APG Semeru pada awal bulan Desember 2021 silam, pihaknya telah ditugaskan untuk melakukan berbagai upaya penanganan pasca bencana, mulai dari tahapan penanganan tanggap darurat hingga tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Kami dari kementrian PUPR terutama Dijen Sumber Daya Air ditugasi dalam konteks penanganan bencana disini mulai penanganan tanggap darurat dilanjutkan tahap penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi. Jadi saat ini kita masih dalam posisi tanggap darurat, bagaimana kita mengupayakan kejadian bencana itu tidak berdampak luas, intinya itu,” tuturnya.

Upaya yang telah dilakukan yakni pembukaan alur Sungai Lengkong, penutupan alur baru Sungai Lengkong, pembukaan alur Sungai Kobokan serta pembangunan tanggul sungai second line yang saat ini masih berlangsung.

“Jadi supaya tidak berdampak luas yang kita kerjakan adalah bagaimana kita mengembalikan alur sungai yang ada. Kemudian bagaimana kita membuang debris atau sedimen yang menghalang aliran sungai yang ada disini,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adek juga menyatakan bahwa proses pembangunan tanggul Sungai Lengkong ini, terus dikebut mengingat potensi ancaman bahaya banjir lahar, erupsi maupun awan panas guguran Gunung Semeru masih cukup tinggi. Bahkan, sejarah mencatat frekuensi kejadiannya semakin lama semakin sepat.

“Seperti yang kita ketahui berdasarkan sejarah, erupsi Gunung Semeru ini pertama kali terjadi tahun 1818, kemudian tahun 1941 informasi juga ada, kemudian terjahir tahun 2021. Artinya kalau kita lihat sejarah, frekuensi kejadiannya semakin kesini itu semakin durasinya semakin cepat, semakin pendek. Kalau dulu periodenya seratus tahunan, kemudian pendek menjadi 50 tahunan, 25 tahunan mungkin kedepan lebih pendek lagi dan bisa menjadi periode tahunan,” pungkasnya. (wso/gol)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dituding Ayah Biologis Ressa Anak Denada, Iwa K Kecam Pihak yang Menyebar Fitnah

Dituding Ayah Biologis Ressa Anak Denada, Iwa K Kecam Pihak yang Menyebar Fitnah

Iwa K akhirnya memberikan tanggapan soal tuduhan yang menyebut dirinya sebagai ayah biologis Ressa Rizky, anak Denada. Seperti apa? Simak selengkapnya di sini!
Mahasiswa Unisa Yogyakarta Diskors 2 Semester, Terancam Drop Out Jika Terbukti Inkrah Aniaya Pacar

Mahasiswa Unisa Yogyakarta Diskors 2 Semester, Terancam Drop Out Jika Terbukti Inkrah Aniaya Pacar

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menjatuhkan sanksi skorsing selama dua bulan bagi mahasiswanya, AH karena diduga melakukan penganiayaan terhadap pacarnya yang juga berkuliah di kampus tersebut. 
Blak-blakan, Coach Justin Ungkap Fakta Mengejutkan Timnas Futsal Indonesia: Tak Terbayangkan

Blak-blakan, Coach Justin Ungkap Fakta Mengejutkan Timnas Futsal Indonesia: Tak Terbayangkan

Coach Justin blak-blakan mengungkap fakta mengejutkan soal performa Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026. Meski gagal juara...
7 Ide Takjil Tanpa Digoreng, Cocok untuk Ide Bisnis Jualan Takjil Ramadhan 2026, Enak dan Sehat

7 Ide Takjil Tanpa Digoreng, Cocok untuk Ide Bisnis Jualan Takjil Ramadhan 2026, Enak dan Sehat

Berikut 7 ide takjil tanpa digoreng, cocok untuk ide bisnis jualan takjil saat Ramadhan 2026, tetap sehat rasa enak.
Kisah Israr Megantara di Final Piala Asia Futsal: Hattrick, Air Mata, dan Pesan Keras Pelatih

Kisah Israr Megantara di Final Piala Asia Futsal: Hattrick, Air Mata, dan Pesan Keras Pelatih

Pemain timnas futsal Indonesia, Israr Megantara, mengungkap pesan tegas pelatih Hector Souto usai dirinya gagal mengeksekusi penalti pada partai final Piala Asia Futsal 2026 melawan Iran di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Jangan Sepelekan Lagi, Shalat pakai Baju Bergambar Ternyata Bisa Jadi Haram karena Alasan ini

Jangan Sepelekan Lagi, Shalat pakai Baju Bergambar Ternyata Bisa Jadi Haram karena Alasan ini

Jarang dipahami, ternyata baju bergambar saat shalat berjamaah sangatlah mengganggu.

Trending

Resmi! AFC Jatuhkan Sanksi Cukup Berat usai Timnas Futsal Indonesia Ciptakan Sejarah di Piala Asia 2026, Ada Masalah Serius Apa?

Resmi! AFC Jatuhkan Sanksi Cukup Berat usai Timnas Futsal Indonesia Ciptakan Sejarah di Piala Asia 2026, Ada Masalah Serius Apa?

PSSI didenda Rp235 juta oleh AFC usai Piala Asia Futsal 2026 akibat pelanggaran penonton masuk lapangan. Sanksi muncul di tengah pencapaian bersejarah Indonesia
Update Ranking Dunia Timnas Futsal Indonesia Usai Buat Kejutan di Piala Asia 2026: Sejajar dengan Negara Kuat Eropa

Update Ranking Dunia Timnas Futsal Indonesia Usai Buat Kejutan di Piala Asia 2026: Sejajar dengan Negara Kuat Eropa

Setelah mencatatkan sejarah dengan menjadi runner-up Piala Asia 2026, Timnas Futsal Indonesia berpotensi alami kenaikan peringkat di ranking dunia FIFA.
Jadwal Final Kejuaraan Beregu Asia 2026: China Berpeluang Sapu Bersih Medali Emas, Indonesia Kawinkan Perunggu

Jadwal Final Kejuaraan Beregu Asia 2026: China Berpeluang Sapu Bersih Medali Emas, Indonesia Kawinkan Perunggu

Jadwal final Kejuaraan Beregu Asia 2026, di mana China berpeluang menyapu bersih medali emas dan Indonesia hanya menjadi penonton usai kawinkan perunggu.
Bruno Fernandes Bongkar Sentuhan Magis Michael Carrick yang Buat MU Berjaya

Bruno Fernandes Bongkar Sentuhan Magis Michael Carrick yang Buat MU Berjaya

Bruno Fernandes memuji sentuhan Michael Carrick setelah Manchester United (MU) mencatat empat kemenangan beruntun usai kalahkan Tottenham 2-0,.
Kabar Baik untuk John Herdman, Striker Keturunan Jogja di Liga Eropa Ini Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kabar Baik untuk John Herdman, Striker Keturunan Jogja di Liga Eropa Ini Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Robin Mirisola, striker muda berdarah Jogja yang bermain di KRC Genk, masuk radar naturalisasi Timnas Indonesia. Simak profilnya.
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-17 Vs China di Laga Uji Coba Internasional: Live Malam Ini, Kick Off 21.00 WIB

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-17 Vs China di Laga Uji Coba Internasional: Live Malam Ini, Kick Off 21.00 WIB

Jadwal siaran langsung Timnas Indonesia U-17 melawan China di Indomilk Arena, Tangerang, pada Minggu (8/2/2026) pukul 21.00 WIB.
Pantas Saja Gagal ke Piala Dunia, John Herdman Ungkap Masalah Utama Timnas Indonesia di Era Patrick Kluivert

Pantas Saja Gagal ke Piala Dunia, John Herdman Ungkap Masalah Utama Timnas Indonesia di Era Patrick Kluivert

John Herdman membongkar masalah utama Timnas Indonesia di era sebelumnya hingga gagal maksimal di level internasional. Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar skuad Garuda?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT