GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ini Kisah Masa Kecil dan Keseharian Terduga Teroris Kalimas Madya Surabaya

Di kalangan warga Kalimas Madya III Surabaya, Ahmad Basyr Umar (ABU) terduga teroris yang diamankan Densus 88, Jumat (2/5) dikenal berkepribadian tertutup.
Senin, 5 Juni 2023 - 15:24 WIB
kisah masa kecil dan keseharian terduga teroris Kalimas Madya Surabaya
Sumber :
  • tim tvone - zainal ashari

Surabaya, tvOnenews.com - Di kalangan warga Kalimas Madya III Surabaya, Ahmad Basyr Umar (ABU) terduga teroris yang diamankan Densus 88, Jumat (2/5) dikenal berkepribadian tertutup.
 
Dalam penangkapan itu, ABU yang pernah diamankan oleh Densus 88 pada tahun 2006 kembali ditangkap oleh pihak Densus 88 saat akan pergi dengan Ojek Online (Ojol) di depan gang rumahnya, di Jalan Kapas Madya 3 Surabaya.
 
Di mata teman semasa kecilnya Muhammad Abri, yang kini telah menjadi Ketua RT di Jalan Kapas Madya 3 Surabaya, Abri menceritakan sejak kecil ABU memang dikenal kurang komunikatif dan jarang bergaul. Berbeda dengan dua kakak dan satu adiknya. Namun, ABU memang terkenal pandai sejak kecil.
 
“Memang pintar anaknya mas. ABU ini pernah kuliah di salah satu PTN di Surabaya jurusan Teknik Kimia. Namun tidak selesai,” ujar Abri ketika ditemui di rumahnya, Minggu (4/5). 
 
Abri menceritakan, jika ABU tidak berkumpul dengan warga. Namun, ia mempunyai tempat tongkrongan di Jalan Sasak. Menurut Abri, disanalah ABU sering bertemu dengan orang-orang yang pernah ke Syria dan Yaman.
 
“Saat ramai-ramainya Isis dan perang Yaman dan Syria, Abu ini memang suka berdiskusi tentang jihad bersama teman-teman di kawasan sini,” jelas Abri.
 
Bahkan, salah satu orang bernama Usman Mustofa Mahdami yang pernah dikabarkan menghilang bersama 15 WNI lainnya saat perjalanan ke Turki pada tahun pada tahun 2015 lalu, pernah berkunjung ke rumah ABU di Kalimas Madya 3.
 
“Nongkrongnya disana sama kelompoknya. Saya tau ada Usman Mustofa Mahdami coba cek aja di google itu pernah datang kesini. Jadi saya tidak kaget dengan penangkapan ABU,” imbuh Abri.
 
Kini, setelah ABU ditangkap pada Jumat (2/5) lalu, kondisi rumah ABU sepi. Pantauan di lokasi rumah dengan cat berwarna putih dan telah usang itu pintunya tertutup. Tidak ada aktivitas dari penghuni rumah. Diketahui, ABU tinggal bersama dengan dua kakak kandungnya, istri dan lima anaknya.
 
Tim Densus 88 sempat kembali ke rumah ABU pada hari Minggu (4/5) malam. Tiga orang berpakaian biasa nampak membawa dua kresek warna putih dan menuju rumah ABU bersama dengan Abri. Dari keterangan Abri, 3 orang anggota kepolisian itu mengembalikan beberapa barang bukti yang sempat dibawa pada hari penangkapan ABU.
 
“Ada beberapa buku lalu juga anak panah dan busur yang dikembalikan. Sesuai dengan yang mas kebetulan lihat tadi,” tegas ABU.
 
Usai melakukan penangkapan, Abri dihubungi oleh salah satu petugas kepolisian untuk menjadi saksi dalam melakukan penggeledahan. 

Menurut Abri, saat itu petugas kepolisian membawa 43 buku berbahasa Indonesia tentang jihad, satu busur panah, dan 7 anak panah.
 
“Tidak ada buku berbahasa arab. Semuanya berbahasa Indonesia. Ya buku tentang negara Islam dan Jihad,” imbuhnya.
 
“Kemarin Jumat (2/5) siang (penangkapannya) ada 30 anggota kepolisian. Ditangkap di depan gang saat naik ojek online,” ujar Abri saat ditemui di kediamannya, Minggu (4/5). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Abri, ABU tidak pernah bersosialisasi dengan tetangga sekitar. ABU lebih sering menghabiskan waktunya di rumah dan sebuah tempat di Jalan Sasak. ABU yang sudah sejak kecil tinggal di Jalan Kalimas Madya 3 itu dikenal pendiam.
 
“Saya bertetangga sejak kecil. Memang pendiam. Kalau disini kita berpapasan itu tidak pernah menyapa. Kita dulu yang menyapa. Itu pun dia tidak menghiraukan,” pungkasnya. (zaz/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi! Calvin Verdonk Beri Kabar Baik untuk John Herdman Jelang FIFA Matchday, Timnas Indonesia Segera Ciptakan Sejarah

Resmi! Calvin Verdonk Beri Kabar Baik untuk John Herdman Jelang FIFA Matchday, Timnas Indonesia Segera Ciptakan Sejarah

Calvin Verdonk resmi memberikan kabar baik untuk pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Sejarah ada di depan mata untuk segera tercipta.
Wajahnya Sering Dirias, Gubernur Sherly Tjoanda Ungkap Cara Simpel Agar Tidak Mudah Jerawatan

Wajahnya Sering Dirias, Gubernur Sherly Tjoanda Ungkap Cara Simpel Agar Tidak Mudah Jerawatan

Sherly Tjoanda ungkap kebiasaan simpel agar tidak mudah jerawatan meski wajahnya hampir setiap hari dirias untuk acara resmi. Simak berita lengkapnya!
Tok! UU Hukuman Mati untuk Teroris Resmi Berlaku di Israel

Tok! UU Hukuman Mati untuk Teroris Resmi Berlaku di Israel

Kepala Komando Pusat Israel, Mayjen Avi Bluth, telah menandatangani amandemen dekrit keamanan Tepi Barat terkait undang-undang parlemen Israel yang baru disahkan tentang hukuman mati bagi teroris.
Aktif Bangun Komunikasi dan Konsolidasi, Kader Muda Dorong Demokrat NTB Tetap Solid dan Dekat dengan Rakyat

Aktif Bangun Komunikasi dan Konsolidasi, Kader Muda Dorong Demokrat NTB Tetap Solid dan Dekat dengan Rakyat

Tokoh muda Partai Demokrat Gema Ahmad Muzakir terus aktif membangun komunikasi dan konsolidasi bersama kader Partai Demokrat di berbagai wilayah Nusa Tenggara Barat. 
Harga Emas Antam Hari Ini 18 Mei 2026 Turun Tipis Rp5.000, Kini Sentuh Angka Rp2.764.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 18 Mei 2026 Turun Tipis Rp5.000, Kini Sentuh Angka Rp2.764.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 18 Mei 2026 menyentuh angka Rp2.764.000 per gram. Harga emas Antam hari ini turun Rp5.000.
Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi kaget karena tiba-tiba didatangi pendeta dan akademisi dari Papua. Dedi Mulyadi heran padahal dirinya bukan menteri, hanya gubernur

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Gubernur Sherly Tjoanda ungkap alasan selalu tampil cantik di hadapan publik, bahkan katanya almarhum suaminya suka menanyakan soal itu.
Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional

LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional

Publik masih memberi perhatian pada polemik Lomba Cerdas Cermat diselenggarakan oleh MPR RI. Amarah publik meluap saat Dewan Juri tidak memberi permohonan maaf
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT