GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sertifikasi Puluhan Guru Penggerak Terancam Batal, DinDik Pacitan Diduga Terlambat Kirim Berkas ke Kemendikbud

Puluhan tenaga guru penggerak di Kabupaten Pacitan terancam batal ikuti sertifikasi. Diduga pengajuan berkasterlambat dikirim ke Kemendikbud.
Senin, 5 Juni 2023 - 16:05 WIB
Sertifikasi Puluhan Guru Penggerak Terancam Batal, Dinas Pendidikan Pacitan Diduga Terlambat Kirim Berkas
Sumber :
  • tim tvone - agus wibowo

Pacitan, tvOnenews.com - Puluhan tenaga guru penggerak di Kabupaten Pacitan terancam batal ikuti sertifikasi. Diduga pengajuan berkas yang telah diterima Dinas Pendidikan Pacitan dari para calon guru pengawas sekolah tersebut terlambat dikirim ke Kemendikbud.

Sejumlah guru penggerak merasa kecewa. Mereka menjelaskan bahwa berkas telah semuanya terpenuhi dan sudah diserahkan di bidang pendidik dan tenaga kependidikan Dinas Pendidikan Pacitan sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Penyerahan berkas sesuai dengan surat pemanggilan Kemendikbud sebanyak 23 orang guru atau kepala sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Pendidikan Dinas Pendidikan Pacitan, Rino Budi Santoso, memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut. Jauh sebelum data calon uji kompetensi muncul, beberapa daerah mengusulkan peserta diambilkan dari PP, karena tidak ada respon dari pusat. Dinas Pendidikan mengumpulkan calon peserta untuk minta pendapat dan hasilnya langsung ditindaklanjuti.

"Kalau terlambat harusnya belum, kita tunggu rapat tanggal 11 Juni 2023 nanti ada pertemuan di Surabaya. Semua berkas sebenarnya sudah masuk dan telah kami lakukan pemberkasan. Bahkan tanggal 29 Mei 2023 lalu langsung dikirim ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," terangnya.

Dari 23 permohonan teman-teman Kepala Sekolah Penggerak Pacitan terkait penerapan UJIKOM Peralihan JF Pengawas, hanya 21 guru yang mengembalikan berkas. Sedangkan yang 2 guru merasa tidak siap hingga mengundurkan diri untuk ikut kompetensi.

Lebih lanjut, Rino Budi menjelaskan, mensikapi krisis jumlah pengawas di lingkup Dindik Pacitan, jenjang peningkatan karier seorang guru adalah kepala sekolah lalu pengawas.

Memberikan kesempatan kepada Kepala Sekolah Penggerak untuk mengisi kekosongan pengawas sesuai dengan PermenPAN RI No. 21 Tahun 2010 atau peraturan yg berlaku.

"Memberi kesempatan Kepala Sekolah Penggerak mengikuti UJIKOM JF Pengawas setelah menyelesaikan PSP selama 1 tahun,"lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, impian puluhan guru tersebut diharapkan menjadi kenyataan. Meski ada dugaan bahwa berkas yang telah diserahkan oleh sejumlah guru calon pengawas tidak dikirimkan ke Kemendikbud oleh Dinas Pendidikan, karena sudah terlambat.

Berkas sudah harus masuk Kemendikbud tanggal 25 Mei 2023, namun Dinas Pendidikan baru mengirim pengajuan berkas Ujikom calon pengawas tanggal 29 Mei 2023. (asw/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tingkah Gemas Gubernur Sherly Tjoanda saat Blusukan di Hutan Suku Togutil, Tiba-tiba Akui Ingin Menghilang

Tingkah Gemas Gubernur Sherly Tjoanda saat Blusukan di Hutan Suku Togutil, Tiba-tiba Akui Ingin Menghilang

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda kembali mencuri perhatian publik usai membagikan momen ketika menyusuri hutan untuk menemui masyarakat adat Suku Togutil.
Gara-gara WNI Asal Karawang Terlantar di Libya, Dedi Mulyadi Langsung Beri Pesan Tegas untuk Warga Jabar

Gara-gara WNI Asal Karawang Terlantar di Libya, Dedi Mulyadi Langsung Beri Pesan Tegas untuk Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bantu pulangkan WNI asal Karawang yang terlantar di Libya. Kasus ini jadi peringatan keras untuk warga Jabar.
Hasil Super League: Persis Solo Jaga Asa Bertahan di Super League usai Tumbangkan Dewa United

Hasil Super League: Persis Solo Jaga Asa Bertahan di Super League usai Tumbangkan Dewa United

Persis Solo menjaga asa keluar dari zona merah setelah menang 1-0 atas Dewa United, sementara Malut United ditahan imbang Persita Tangerang.
5 Weton yang Diprediksi Kurang Beruntung pada Tanggal 17 Mei 2026, Harus Ekstra Sabar saat Menghadapi Ujian Berat

5 Weton yang Diprediksi Kurang Beruntung pada Tanggal 17 Mei 2026, Harus Ekstra Sabar saat Menghadapi Ujian Berat

Menurut perhitungan kitab Primbon Jawa, ada lima weton yang disarankan untuk memperlambat tempo, menahan diri, dan ekstra waspada pada tanggal 17 Mei 2026.
Pantas Saja Berani Protes, Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak Ternyata Pernah Juara 1 LCC Kalbar hingga Lolos Tingkat Nasional

Pantas Saja Berani Protes, Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak Ternyata Pernah Juara 1 LCC Kalbar hingga Lolos Tingkat Nasional

Sosok Josepha Alexandra (Ocha) ternyata bukan anak bawang di panggung LCC garapan MPR RI ini. Ia adalah sang petahana yang punya rekam jejak cukup mengagumkan.
Rico Waas Tak Hadir di Kopdes, Bobby Nasution Soroti Tingkah Wali Kota Medan: Kita Lapor ke Kemendagri

Rico Waas Tak Hadir di Kopdes, Bobby Nasution Soroti Tingkah Wali Kota Medan: Kita Lapor ke Kemendagri

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menyoroti tingkah Wali Kota Medan, Rico Waas. Pasalnya, orang nomor satu di Kota Medan itu tak hadir dalam acara Kopdes

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT