GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Terkendali, Gas Melon di Pacitan Lampaui HET dan Tak Tepat Sasaran, Dinas Perdagangan Kena Sentil Bupati

Sejak sepekan lalu, harga gas elpiji di Pacitan masih melambung tinggi. Di tingkat pengecer, warga membeli gas melon tersebut di kisaran Rp23 ribu ke atas.
Jumat, 4 Agustus 2023 - 16:46 WIB
Sidak pangkalan elpiji melon
Sumber :
  • agus wibowo

Pacitan, tvOnenews.com - Sejak sepekan lalu, harga gas elpiji di Pacitan masih melambung tinggi. Di tingkat pengecer, warga membeli gas melon tersebut di kisaran Rp23 ribu ke atas.

Eko Dwi, warga Kecamatan Bandar ini mengeluhkan kelangkaan gas melon. Ia menyebutkan, warga terutama ibu rumah tangga kini resah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Eko Dwi mengatakan, gas elpiji tiga kilogram sejak beberapa hari terakhir ini masih sulit didapat. Kalaupun ada, harganya melambung tinggi berkisar antara Rp 21 hingga Rp23 ribu per tabung. 

"Warga sini malah lebih memilih beli di pengecer. Soalnya harga di agen atau pangkalan yang katanya resmi pun sama dengan pengecer. Dan biasanya di agen sekali datang barang langsung habis. Semalam saya beli di Rp22.000 per tabung. Mana subsidinya,” ujarnya.

Selain warga Watupatok. Hal serupa juga diduga terjadi di Kecamatan Tegalombo. Agen dan pangkalan diketahui warga justru mensuplai pengecer. Hanya beberapa saja yang dijual dengan harga subsidi ke warga. Wilayah ini bahkan mengalami kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di tingkat agen dan hargapun di atas HET.

Warga tidak begitu paham penyebab kelangkaan gas elpiji di wilayah ini. Namun, ia mendengar informasi ada pangkalan gas yang melayani pembelian dengan kendaraan roda empat. Masyarakat kemudian membeli dengan harga di luar subsidi.

“Seharusnya kan tidak boleh melayani seperti itu. Kecuali memang punya izin khusus untuk menjual seperti itu dengan harga subsidi," sambung Eko Dwi.

Bhaskara Catur Raharja, Kepala Bidang Perdagangan dan Metrologi Dinas Perdagangan Pacitan Kamis (3/8) kemarin mengatakan, telah melakukan survei ke sejumlah agen dan pangkalan di sejumlah kecamatan, mulai Tegalombo, Bandar dan Nawangan. Namun pihaknya tidak menemukan apa yang dikeluhkan warga itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Hasil survei mengenai gas elpiji ini ke sejumlah wilayah di Kecamatan Bandar, Nawangan dan Tegalombo. Dan belum ke tempat lain. Tapi di sana tidak menemukan kelangkaan gas dan harga yang tinggi,” terangnya.

Bupati Pacitan menyebut, Dinas Perdagangan Pacitan belum berhasil mengintervensi hingga situasi kelangkaan dan harga menjadi stabil kembali. (asw/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Gandeng Bank Indonesia, Fokus Bangun Ekonomi Jabar Berbasis Ekologi

Dedi Mulyadi Gandeng Bank Indonesia, Fokus Bangun Ekonomi Jabar Berbasis Ekologi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga menjaga keseimbangan alam. 
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Profil Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai Protes Juri LCC Empat Pilar MPR

Profil Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai Protes Juri LCC Empat Pilar MPR

Berikut ini profil singkat dari Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral usai melayangkan protes terhadap keputusan juri di LCC Empat Pilar MPR RI.
Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 

Trending

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Timnas Indonesia U-17 gagal ke perempat final Piala Asia U-17 setelah dikalahkan oleh Jepang di laga terakhir Grup B pada Selasa (12/5/2026) malam WIB. 
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
Profil Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai Protes Juri LCC Empat Pilar MPR

Profil Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai Protes Juri LCC Empat Pilar MPR

Berikut ini profil singkat dari Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral usai melayangkan protes terhadap keputusan juri di LCC Empat Pilar MPR RI.
Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol

Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol

Timnas Indonesia U-17 menjadi pesakitan di Grup B Piala Asia U-17 setelah kalah dari Jepang di laga terakhir babak penyisihan Grup. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT