News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berlabuh di Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi, Begini Keluhan Nahkoda Kapal Ikan

Berlabuhnya kapal ikan ke Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi ternyata dikeluhkan para nahkoda kapal. Sebab, mereka harus rela antre untuk bersandar.
  • Reporter :
  • Editor :
Minggu, 10 September 2023 - 10:22 WIB
Kapal ikan sandar di perairan Tanjungwangi, Banyuwangi.
Sumber :
  • tvOne - happy oktavia

Banyuwangi, tvOnenews.com - Berlabuhnya kapal ikan ke Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi ternyata dikeluhkan para nahkoda kapal. Sebab, mereka harus rela antre untuk bersandar. Biaya yang dikeluarkan juga lebih besar selama menunggu antrean. Kondisi ini berbeda ketika sandar di pelabuhan perikanan.

Meski biayanya lebih besar, para nakhoda kapal hanya bisa pasrah. Sebab, cuaca belum bersahabat jika bersandar di Pelabuhan Perikanan Masami, meski jaraknya berdekatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebenarnya lebih nyaman sandar di Pelabuhan Perikanan Masami ketimbang pelabuhan umum Tanjungwangi. Kita harus antre hingga 3 hari jika mau sandar. Kalau di pelabuhan perikanan bisa langsung sandar," kata Cap Ji Min, salah satu nakhoda kapal ikan, Sabtu (9/9).

Sebelumnya kapal ikan bersandar di Pelabuhan Perikanan Masami yang dikelola swasta. Namun, mereka digeser ke Pelabuhan Tanjungwangi. 

"Pergeseran ini mengikuti petunjuk agen setelah mendapatkan izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)," jelasnya.

Padahal ketika sandar di Pelabuhan Tanjungwangi biaya yang dikeluarkan lebih besar. Penyebabnya, kapal ikan tidak bisa langsung sandar. Mereka harus menunggu dermaga kosong dari kapal barang. Selama menunggu antrean, biayanya tak sedikit. Pasalnya, mesin kapal ikan harus tetap hidup. Sehingga membutuhkan bahan bakar tak sedikit.

"Kalau kami mau sandar, bisa menunggu antrean 2-3 hari. Selama itu, mesin tetap hidup karena membawa ikan. Bahkan, ketika sudah sandar, tak jarang harus kembali ke laut lagi karena ada kapal barang yang akan sandar," keluh pria asal Sulawesi ini.

Kondisi ini berbeda jauh ketika kapal ikan bersandar di Pelabuhan Perikanan Masami. Kapal bisa langsung sandar tanpa menunggu antrean. Bongkar muatan juga bisa cepat. Tak terganggu dengan kapal barang. 

"Katanya karena cuaca buruk, sehingga kapal ikan diarahkan ke Pelabuhan Tanjungwangi yang peruntukannya kapal barang," jelasnya.

Ketika waktu bongkar lebih lama, para nahkoda membutuhkan biaya lebih besar. Bahkan, terancam merugi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kami inginnya bisa bongkar cepat. Sehingga, biayanya tak membengkak," tutupnya.

Polemik kapal ikan yang berlabuh di Banyuwangi mulai muncul empat bulan terakhir. Kapal ikan yang semestinya sandar di pelabuhan perikanan justru memilih antre di Pelabuhan Tanjungwangi yang semestinya untuk kapal barang. Padahal, pelabuhan perikanan tersedia tak jauh dari kawasan ini. Justru, pelabuhan perikanan dibiarkan kosong. (hoa/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Miliki Motif Dendam dengan Korban, Tersinggung dan Merasa Direndahkan

Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Miliki Motif Dendam dengan Korban, Tersinggung dan Merasa Direndahkan

Polisi mengungkap motif tiga orang pelaku lakukan penyiraman air keras ke seorang warga berinisial TW (54), di Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat.
Perkuat Pengawasan Pangan di Timur Indonesia, BGN Gandeng Karantina Sulsel untuk Amankan Program MBG

Perkuat Pengawasan Pangan di Timur Indonesia, BGN Gandeng Karantina Sulsel untuk Amankan Program MBG

BGN tidak hanya melakukan koordinasi dengan Balai Karantina, tetapi juga meninjau fasilitas laboratorium serta sistem pengawasan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.
Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

PBSI ungkap alasan kembali duetkan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin di sektor ganda putra.
Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi mengungkap fakta baru dibalik peristiwa penyiraman air keras oleh tiga orang pelaku, ke seorang warga berinisial TW (54), di Jalan Bumi Sani Permai RT 001 RW 014, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.51 WIB.
Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Kasus paspor pemain diaspora kini merambat ke Belgia. Gyrano Kerk dicoret Antwerp, sementara nasib Joey Pelupessy di Lommel SK mulai jadi sorotan.
Diiringi Suara Monitor Rumah Sakit, Andrie Yunus Tegaskan akan Terus Berjuang: Teror Itu dari Orang-Orang Pengecut!

Diiringi Suara Monitor Rumah Sakit, Andrie Yunus Tegaskan akan Terus Berjuang: Teror Itu dari Orang-Orang Pengecut!

Aktivis KontraS, Andrie Yunus memberikan pesan dari dalam kamar rumah sakit tempatnya dirawat usai peristiwa teror penyiraman air keras beberapa waktu lalu.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT