News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Pembunuhan Pengamen Tua di Teras Dealer Yamaha Kota Malang, Polisi Berhasil Bekuk Pelaku

Tim Gabungan dari reserse Polsek Sukun dan Satreskrim Polresta Malang Kota berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan terhadap seorang pengamen tua.
  • Reporter :
  • Editor :
Jumat, 1 Desember 2023 - 17:39 WIB
Kasus Pembunuhan Pengamen Tua di Teras Dealer Yamaha Kota Malang, Polisi Berhasil Bekuk Pelaku
Sumber :
  • tvOne - edy cahyono

Malang, tvOnenews.com - Tim Gabungan dari reserse Polsek Sukun dan Satreskrim Polresta Malang Kota berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan terhadap seorang pengamen tua.

Pengamen tua yang diketahui bernama Mbah Madi (70) dan identitas asalnya masih belum diketahui, ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah di bagian wajah dan kepala pada hari Senin (29/11) sekitar pukul 07.15 WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Petugas yang mendapatkan laporan dari masyarakat langsung melakukan olah TKP dan membawa jenazah korban ke kamar jenazah RSSA Kota Malang untuk dilakukan visum.

"Setelah melakukan penyelidikan, petugas pada hari Kamis (30/11) malam berhasil menetapkan salah satu saksi dari 11 saksi yang diketahui bernama Sutopo (71) warga Dusun Sonotengah, Desa Kebonangung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang," ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto dalam press release di halaman depan Mapolresta Malang Kota,  Jumat (1/12).

Dikatakan Danang, pada awalnya Sutopo (pelaku) sempat mengaburkan penyelidikan para petugas dengan mengatakan kalau dirinya melihat korban punya masalah dengan orang asal Kecamatan Dampit, terkait sesuatu hal hingga terjadi perselisihan.

"Kata tersangka pada petugas kalau orang Dampit ini membawa linggis yang dibungkus isolasi," beber Danang.

Namun, setelah dilakukan pendalaman dan kita cek kebenarannya, ternyata tidak bisa dikonfirmasi cerita tersebut dan penyelidikan sempat membias.

"Alhamdulilah setelah dilakukan pendalaman, ternyata pelaku pembunuhan Mbah Madi ternyata Sutopo yang merupakan rekan korban sendiri," terangnya.

Diungkapkan Danang, asal mula pelaku bersama dua rekannya berinisial A dan L, kemudian sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu (28/11) malam, pelaku meninggalkan kedua rekannya dan kembali untuk beristirahat di teras eks dealer Yamaha Gadang.

Kemudian bertemu dengan Mbah Madi (korban) di lokasi itu dan mengobrol terkait penghasilan sebagai pengamen disisihkan untuk membeli handphone.

"Korban menyisikan uang untuk membeli hp seharga Rp200 ribu. Namun korban cuman punya uang Rp170 ribu dan hutang kepada pelaku sebesar Rp30 ribu," imbuhnya.

"Namun hp yang dibeli korban tidak sesuai yang diharapkan (rusak) dan korban ingin mengembalikan, namun sama pelaku menasehati korban tidak bisa seperti itu, kalau orang jualan harus komitmen, akhirnya terjadi cekcok antara korban dan pelaku," sambung Danang.

Lanjut kata Danang, korban sering berdebat sama pelaku hingga terjadi cekcok karena pelaku sering kalah. Puncaknya pada Senin (29/11) sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku merasa sakit hati dan dendam pada korban.

"Pelaku tak terima dengan kata kata korban yang menyakitkan hati, hingga pelaku mengambil sebongkah paving di sekitar lokasi hingga dijatamkan kepelipis sebelah kiri dan kepala bagian belakang korban," ujarnya.

"Dan ini sesuai dengan hasil visum ada luka dibagian pelipis kiri, dibagian atas telinga kiri, bagian belakang kepala dan juga bagian leher yang patah akibat benturan benda tumpul yang mengakibatkan korban tewas di lokasi," sambung Danang lagi.

Setelah itu pelaku (Sutopo) menyembunyikan perbuatannya dengan cara mencuci batu paving yang sudah terkena darah dan membersihkan papan kayu juga terkena darah yang digunakan alas tidur korban, dengan air mineral.

Saat petugas melakukan olah TKP, menemukan batu paving dan papan kayu sudah dalam kondisi bersih dari bercak darah korban.

Dan saat dilakukan pemeriksaan hingga ditetapkan Sutopo jadi pelakunya, hingga petugas kembali ke TKP awal dan pelaku mengakui semua perbuatannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 338 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup," pungkasnya. (eco/gol)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kursi Mobil Bisa Terbakar, Hyundai Tarik Kembali 94 Ribu Genesis dan G80 di Amerika Serikat

Kursi Mobil Bisa Terbakar, Hyundai Tarik Kembali 94 Ribu Genesis dan G80 di Amerika Serikat

Hyundai menarik kembali 94.622 kendaraan di Amerika Serikat karena kursi depan elektrik berpotensi mengalami panas yang berlebih hingga dapat memicu kebakaran.
Beruntungnya Timnas Indonesia Dapat Mitchell Baker, Aset Masa Depan Garuda Kian Bersinar di Kompetisi Amerika: 12 Kontribusi Gol Cuma dari 10 Laga

Beruntungnya Timnas Indonesia Dapat Mitchell Baker, Aset Masa Depan Garuda Kian Bersinar di Kompetisi Amerika: 12 Kontribusi Gol Cuma dari 10 Laga

Beruntungnya Timnas Indonesia dapat Mitchell Baker yang mampu tampil gemilang di kompetisi kampus Amerika Serikat. Aset masa depan Merah Putih jadi tumpuan gol.
Penabrak Anak 15 Tahun di Mampang Prapatan Diduga Pakai Tembakau Sintetis, Polisi: Hasilnya Negatif!

Penabrak Anak 15 Tahun di Mampang Prapatan Diduga Pakai Tembakau Sintetis, Polisi: Hasilnya Negatif!

Sebab, Joko menyebutkan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan urine terhadap pengendara mobil yang menabrak anak tersebut. Namun didapati hasilnya negatif.
Harga Cabai Merah dan Rawit di Aceh Barat Naik Drastis jadi Rp 85 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah dan Rawit di Aceh Barat Naik Drastis jadi Rp 85 Ribu per Kilogram

Harga cabai merah dan cabai rawit yang dijual pedagang di Kompleks Pasar Induk Bina Usaha Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat mengalami kenaikan harga jual di kisara
Survey 2 Tahun Kabinet Merah Putih: Menteri Perempuan Paling Menonjol Jatuh pada Meutya Hafid

Survey 2 Tahun Kabinet Merah Putih: Menteri Perempuan Paling Menonjol Jatuh pada Meutya Hafid

Salah satu nama yang menonjol dalam pemetaan Indopol Survey adalah Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
7 Fakta Terbaru Kasus Anak Difabel Dibully hingga Tewas di Surabaya, Bocah yang Diduga Terlibat Masih Beraktivitas

7 Fakta Terbaru Kasus Anak Difabel Dibully hingga Tewas di Surabaya, Bocah yang Diduga Terlibat Masih Beraktivitas

Kasus kematian Zulkarnain, anak difabel berusia 10 tahun di Surabaya, menyita perhatian publik.Simak fakta-fakta terbaru yang terungkap.

Trending

Dikenal Sosok Periang, Korban Tabrakan Maut di Mampang Diantar Ratusan Pelayat Menuju Pemakaman

Dikenal Sosok Periang, Korban Tabrakan Maut di Mampang Diantar Ratusan Pelayat Menuju Pemakaman

Remaja 15 tahun korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan maut mobil pajero di Mampang Prapatan, Minggu (18/10/2026) diantar ratusan pelayat ke pemakaman.
Update Ranking BWF usai Denmark Open 2026: Jonatan Christie Terjun Bebas, Dua Ganda Putri Kompak Tembus 10 Besar

Update Ranking BWF usai Denmark Open 2026: Jonatan Christie Terjun Bebas, Dua Ganda Putri Kompak Tembus 10 Besar

Update ranking BWF usai Denmark Open 2026. Sejumlah posisi pebulu tangkis Indonesia melesat, namun ada beberapa andalan tanah air yang turun peringkat seperti Jonatan Christie.
Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang Meninggal usai Tertimpa Salib saat Pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador

Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang Meninggal usai Tertimpa Salib saat Pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador

Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang meninggal dunia usai tertimpa salib saat pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador.
Diduga Anak Purnawirawan TNI, Siapa Sosok Penabrak Remaja 15 Tahun di Mampang Prapatan hingga Tewas?

Diduga Anak Purnawirawan TNI, Siapa Sosok Penabrak Remaja 15 Tahun di Mampang Prapatan hingga Tewas?

Hal yang tak kalah menarik perhatian adalah sosok terduga tersangka dalam insiden mengerikan tersebut. Diketahui, bahwa terduga pelaku baru berusia 26 tahun.
Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Kematian tragis anggota Ditpoludara, Bharatu Valdo, di Mako Polairud Tangerang Selatan oleh diduga juniornya, menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. 
Rival Megawati Hangestri Sabet MVP, GS Caltex Akhiri Penantian 3 Tahun di KOVO Cup 2026

Rival Megawati Hangestri Sabet MVP, GS Caltex Akhiri Penantian 3 Tahun di KOVO Cup 2026

GS Caltex berhasil merebut gelar juara KOVO Cup 2026 setelah mengalahkan Korea Expressway Hi-Pass dalam pertarungan lima set. Rival Megawati Hangestri raih MVP.
Bisnis Terus Berkembang, Mengapa Sistem yang Digunakan Harus Ikut Berubah?

Bisnis Terus Berkembang, Mengapa Sistem yang Digunakan Harus Ikut Berubah?

Bisnis yang terus berkembang membutuhkan sistem operasional yang adaptif. Kenali tanda sistem perlu diperbarui melalui integrasi data, ERP, dashboard, dan otomasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT