News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keluarga Korban Tuntut Keadilan, Pelaku Rudapaksa Gadis di Bawah Umur di Nganjuk Tak Kunjung Diproses Hukum

Keluarga korban rudapaksa seorang gadis di bawah umur di Nganjuk akhirnya angkat suara, menuntut keadilan atas kasus yang tak kunjung diproses hukum
Kamis, 6 Juni 2024 - 11:17 WIB
kasus rudapaksa gadis di bawah umur di Nganjuk
Sumber :
  • tim tvone - kasianto

Nganjuk, tvOnenews.com - Keluarga korban rudapaksa seorang gadis di bawah umur di Nganjuk akhirnya angkat suara, menuntut keadilan atas kasus yang tak kunjung diproses hukum. Meski sudah melaporkan kejadian tersebut beberapa hari yang lalu, hingga kini belum ada perkembangan signifikan dalam penanganan kasus ini.

Menurut keterangan dari keluarga korban, gadis berusia 16 tahun tersebut mengalami trauma berat akibat kejadian yang menimpanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ini sejak beberapa hari yang lalu, namun hingga sekarang belum ada kejelasan. Bahkan diduga pelaku juga sudah dipanggil, tapi belum ada upaya hukum terhadapnya,” jelas salah satu keluarga korban. 
 
Keluarga korban merasa diabaikan dan tidak mendapatkan perlindungan hukum yang seharusnya. Mereka juga menuding adanya kurang keseriusan dalam penanganan kasus ini.

"Kami hanya ingin keadilan untuk anak kami. Pelaku harus dihukum sesuai dengan perbuatannya," tegasnya.

Kasus ini menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Lembaga Bantuan Hukum. Mereka menyayangkan lambatnya proses hukum dan mendesak agar kasus ini segera dituntaskan.

"Ini adalah masalah serius yang menyangkut masa depan seorang anak. Aparat hukum harus bertindak cepat dan tegas dalam menegakkan keadilan," jelas Wahju Priyo Djatmiko.

“Saya prihatin dan tersentuh dengan apa yang telah menimpa korban yang masih genap usia 16 tahun. Saya berjanji akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” ujar Wahju.

Terduga pelaku yang hingga kini belum tertangkap, Wahju mendesak kepolisian untuk bekerja semaksimal mungkin agar segera bisa ditangkap dan diproses hukum.

“Saya yakin polisi sangat profesional dan proaktif, dan pelaku bisa segera ditangkap,” imbuh Wahju.

Sementara dalam melancarkan aksi bejatnya, KM diduga menggunakan modus tertentu untuk memperdaya korbannya. Yakni dengan menyaru sebagai ‘orang pintar’ atau paranormal, yang mampu menyembuhkan penyakit non-medis.

“Benar, diduga pelaku menyaru sebagai orang pintar. Korban ini dibilangnya sedang sakit sehingga harus disembuhkan,” kata keluarga korban Kelik Widi.

"Modus itulah, terduga pelaku KM kerap menunggu korban pulang di depan sekolah, kemudian dipaksa untuk ikut dengannya dengan dalih akan diobati," jelas Kelik.

Menurut keterangan keluarga korban Kelik menyampaikan, kejadian pertama, dari pengakuan korban itu di ladang jagung di dekat sekolah korban. Itu beberapa kali dilakukan pelaku, terakhir aksi bejat KM dilakukan di rumahnya. Korban mengaku seperti terhipnotis, dan tidak bisa menolak ajakan ketika KM memanggilnya ke rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perlu diketahui peristiwa ini telah di laporkan  orang tua korban, telah melaporkan kasus ini ke Mapolsek Warujayeng pada 28 Mei 2024 lalu. Terlapornya adalah KM (63), yang diduga telah melakukan rudapaksa terhadap korban berkali-kali.

Semua pihak berharap agar kasus ini dapat segera diselesaikan dan memberikan rasa keadilan bagi korban serta keluarganya. Tekanan dari berbagai pihak diharapkan bisa mendorong aparat hukum untuk bertindak lebih cepat dan tegas dalam menangani kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. (kso/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT