News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pj Bupati Jombang Belum Dapat Partai Pengusung, Pasangan Petahana Didukung Empat Parpol Pastikan Rujuk

Pj Bupati Jombang yang telah resmi mengundurukan diri sebagai ASN dan Pj Bupati untuk maju dalam Pilkada Jombang, belum mendapatkan partai pengusung.
  • Reporter :
  • Editor :
Kamis, 18 Juli 2024 - 13:37 WIB
Pj Bupati Jombang, Sugiat
Sumber :
  • umar sanusi

Jombang, tvOnenews.com - Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Kabupaten Jombang semakin menghangat. Sebab, Sugiat Penjabat (Pj) Bupati Jombang yang telah resmi mengundurukan diri sebagai ASN dan Pj Bupati ke Kemendagri untuk maju dalam Pilkada Jombang, belum mendapatkan partai pengusung.

Menurut Sugiat, statusnya yang masih tercatat sebagai ASN Badan Intelegen Negara (BIN) tidak membolehkannya untuk terlibat langsung dalam politik praktis. Dirinya masih menunggu surat balasan dari Kemendagri terkait pengunduran dirinya sebagai ASN dan Pj Bupati Jombang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Komunikasi dengan parpol belum karena saya pribadi masih ASN. Namun, ada pihak yang sudah mengomunikasikan. Masih menunggu surat dari Kemendagri terkait pengunduran diri saya,” kata Sugiat usai membuka jalan sehat di Alun-alun Jombang, Minggu (14/7/2024) lalu.

Sementara itu, berbanding terbaik dengan Mundjidah Wahab Petahana Bupati Jombang periode 2018-2023 yang telah mendapatkan dua surat tugas yakni dari PPP dan Demokrat. Bahkan kemungkinan dua Parpol PDIP dan Golkar diisukan akan merapat.

Kemungkinan tersebut setalah Mundjidah Wahab menyatakan akan berduet kembali dengan Sumrambah yang merupakan pasangannya dalam memimpin Jombang dalam lima tahun lalu sebagai wakilnya.

Dua tokoh yang pernah menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Jombang periode 2018-2023 ini memiliki potensi yang kuat untuk rujuk kembali.

Hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya putri pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Chasbullah itu dalam konsolidasi Pilkada serentak di kantor DPD PDI Perjuangan pada Senin (15/7/2024) lalu.

Mundjidah pun membenarkan bahwa beberapa waktu lalu ia memang diundang ke Surabaya untuk hadir dalam konsolidasi Pilkada serentak di Kantor DPD PDI Perjuangan.

"Iya benar, kami diundang untuk silaturahim di kantor DPD PDIP Jawa Timur," kata Mundjidah saat ditemui awak media kediamannya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Rabu (17/7/2024).

Putri pendiri Nahdlatul Ulama itu juga mengakui, dalam pertemuan tersebut membahas rencana ke depan terkait kontestasi Pilkada Jombang 2024 serta rekomendasi.

Ditanya apakah ada kemungkinan maju lagi dengan Sumrambah di Pilkada Jombang 2024, ia tidak menutup kemungkinan hal itu bisa terjadi kembali.

"Kami membahas rencana ke depan seperti apa. Insyaallah, semua mungkin terjadi. Semua masih usulan, sekarang kita menunggu saja," ucapnya.

Pihaknya mengaku tak keberatan jika harus duet kembali dengan Sumrambah. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan dengan Sumrambah selama lima tahun harus dilanjutkan kembali.

“Kami dengan keluarga dan semua elemen yang terlibat juga sudah mendiskusikan hal tersebut. Menurut saya Mas Rambah juga baik dalam membantu pemerintahan selama lima tahun bekerjasama,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, perempuan yang menjabat sebagai Ketua Muslimat NU Jombang tersebut menyatakan telah menerima surat tugas dari Partai PPP dan Partai Demokrat untuk maju Pilkada Jombang. Berdasarkan dari hasil Pemilu legislatif 2024, PPP memperoleh empat kursi, sedangkan Partai Demokrat mendapat enam kursi legislatif DPRD Jombang. Dua Parpol yang akan merapat PDIP dengan 10 kursi dan Golkar dengan lima kursi.

Sementara itu, Warsubi Kepala Desa Mojokrapak juga sudah mengantongi tiga surat tugas yakni dari PKB, Gerindra dan yang terakhir dari PKS. Dengan hitungan tersebut Sugiat bisa dipastikan akan kehabisan tiket dari parpol untuk bertarung di Pilkada Jombang. (usi/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sidang Tahunan MPR Hari Ini: Prabowo Bakal Pidato, Jokowi Hadir

Sidang Tahunan MPR Hari Ini: Prabowo Bakal Pidato, Jokowi Hadir

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD-DPR RI berlangsung pada hari ini.
Dua ASN Pajak Jadi Tersangka Kasus Ekspor Pulp, Purbaya Beri Peringatan Keras

Dua ASN Pajak Jadi Tersangka Kasus Ekspor Pulp, Purbaya Beri Peringatan Keras

Dua ASN Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan berinisial BP dan SR selaku pemeriksa pajak menjadi tersangka kasus dugaan manipulasi ekspor pulp.
China dan UEA Diduga Jadi Negara Tujuan Penyelundupan Emas Ilegal

China dan UEA Diduga Jadi Negara Tujuan Penyelundupan Emas Ilegal

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mengungkapkan bahwa China dan Dubai Uni Emirat Arab (UEA) diduga menjadi negara utama tujuan para sindikat dalam penyelundupan puluhan kilogram emas ilegal dari Indonesia.
504 Dapur MBG Tidak Layak Langsung Ditutup Permanen, BGN Tengah Periksa 3000 Dapur Lainnya

504 Dapur MBG Tidak Layak Langsung Ditutup Permanen, BGN Tengah Periksa 3000 Dapur Lainnya

Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu ditutup secara permanen setelah dinyatakan tidak layak dari sisi sanitasi yang dilaporkan dinas kesehatan.
Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks senayan akan mengalami kepadatan arus lalu lintas. 
10 Quotes Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Penuh Semangat dan Motivasi, Menarik untuk Dibagikan ke Medsos

10 Quotes Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Penuh Semangat dan Motivasi, Menarik untuk Dibagikan ke Medsos

Berikut 10 quotes Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 penuh semangat dan motivasi, menarik untuk dibagikan ke media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Thread, dan lainnya.

Trending

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks senayan akan mengalami kepadatan arus lalu lintas. 
Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pengelola wimas atlet, Pademangan, Jakarta Barat terkaiit kasus suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai.
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Akui Kerusuhan Kerap Terjadi di Titik Penting Indonesia, Presiden Prabowo Ingatkan Rakyat Soal Ini

Akui Kerusuhan Kerap Terjadi di Titik Penting Indonesia, Presiden Prabowo Ingatkan Rakyat Soal Ini

Presiden RI, Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak lengah membaca sejarah tentang berbagai tantangan yang pernah dihadapi Indonesia sejak meraih kemerdekaan.
Penyuplai Penyelundupan 23,793 Kilogram Emas Diduga Penambang Ilegal, Ini yang Dikatakan  ESDM

Penyuplai Penyelundupan 23,793 Kilogram Emas Diduga Penambang Ilegal, Ini yang Dikatakan ESDM

Penyuplai para sindikat penyelundupan ekspor emas ke luar negeri diduga perusahaan penambangan emas tanpa izin (PETI)
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT