News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cegah Penyebaran Omicron di Pacitan, Polisi Razia Pendatang dari Jakarta

Kepolisian Sektor Kota Pacitan melaksanakan operasi yustisi di sejumlah tempat keramaian, Selasa (18/01/2022) untuk merazia pendatang dari dan menuju Jakarta
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 18 Januari 2022 - 10:23 WIB
Petugas periksa pendatang dari Jakarta di terminal bus di Pacitan
Sumber :
  • Agus Wibowo

Pacitan, Jawa Timur - Kepolisian Sektor Kota Pacitan melaksanakan operasi yustisi di sejumlah tempat keramaian, Selasa (18/01/2022) untuk merazia pendatang dari dan menuju Jakarta sebagai bentuk pencegahan penyebaran Omicron di wilayahnya.

Kegiatan operasi yustisi ini dilakukan oleh personel Polsek Kota bersama
Forkopimcam dan Dinas Perhubungan dengan sasaran terminal kedatangan dan keberangkatan penumpang utamanya dari Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mengecek kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang sudah di tetapkan. Sekaligus antisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron masuk wilayah Pacitan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Siswanto, calon penumpang bus menuju Jakarta ini menerangkan masyarakat tetap patuh protokol kesehatan dan wajib vaksin.

"Tadi sebelum naik bus, semua penumpang di cek dengan aplikasi PeduliLindungi dan yang belum vaksin diarahkan untuk vaksin lebih dulu. Warga pendatang juga dilakukan cek kesehatan," terangnya.

Kapolsekta Pacitan AKP Sugeng Rusli Muslan menuturkan, sasaran kegiatan operasi hari ini yaitu masyarakat atau penumpang yang hendak atau dari Jakarta yang masuk Pacitan.

"Semua penumpang dan awak bus kami cek kesehatannya, mulai cek suhu, swab antigen dan protokol kesehatan serta sertifikat vaksinnya," sambungnya.

Hasil dari pelaksanaan kegiatan operasi yustisi tersebut masih terdapat pelanggaran protokol kesehatan yaitu tidak menggunakan masker saat bepergian tanpa dilengkapi sertifikat vaksin.

Sugeng Rusli menambahkan masyarakat yang kedapatan belum menggunakan masker akan ditindak dengan diberi teguran lisan, kemudian diberikan masker untuk digunakan. Sedangkan yang belum vaksin dianjurkan vaksin terlebih dahulu dengan vaksinator yang ikut dalam yustisi ini.

“Saya berharap tidak ada lagi masyarakat yang bepergian ke luar kota tanpa
sertifikat vaksin, dan masyarakat yang mudik akan kita swab antigen sebelum sampai di rumah,” ujarnya.

Kepolisian akan meningkatkan operasi yustisi selama demi mencegah penyebaran Covid-19. Terlebih saat ini tengah merebaknya varian Omicron di beberapa daerah.

Kepolisian Kota gencar melakukan operasi yustisi seiring merebaknya varian Omicron. Kegiatan akan lebih ditingkatkan lagi terutama di tempat-tempat umum, terminal, dan tempat keramaian yang disinyalir menjadi lokasi potensial penyebaran virus Covid 19. Sedangkan antisipasi pendatang akan dilaksanakan Bhabinkamtibmas agar memantau warga masyarakat yang keluar masuk dari luar kota sebagai bentuk antispasi penyebaran virus berbahaya itu.

Dalam operasi yustisi ini, pihaknya akan memakai pendekatan persuasif dan edukatif. Hal ini agar masyarakat semakin menyadari pentingnya protokol kesehatan selama pandemi berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita terus memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya menerapkan 5M sebagai langkah memutus rantai Covid-19. Utamanya waspada varian Omicron," ujarnya.

Polisi juga membuka layanan call center bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait edukasi 5M dalam pencegahan Covid-19 dan kamtibmas. Layanan itu diakses melalui WhatsApp Patuh Polres maupun WhatsApp Patuh setiap jajaran Polsek di Pacitan. (Agus Wibowo/act)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hujan Deras Selama 15 Menit Langsung Sebabkan Banjir 50 Cm di DI Panjaitan Jakarta Timur, Kontur Tanah Relatif Rendah Jadi Salah Satu Faktor Penyebab

Hujan Deras Selama 15 Menit Langsung Sebabkan Banjir 50 Cm di DI Panjaitan Jakarta Timur, Kontur Tanah Relatif Rendah Jadi Salah Satu Faktor Penyebab

Hujan deras yang mengguyur selama 15 menit menyebabkan banjir setinggi 40-60 cm di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2026).
Respons Misbakhun Soal Namanya Disebut Jadi Calon Ketua OJK: Tidak Ingin Berandai-andai

Respons Misbakhun Soal Namanya Disebut Jadi Calon Ketua OJK: Tidak Ingin Berandai-andai

Ia menegaskan hingga kini masih fokus menjalankan tugas yang diberikan partai sebagai Ketua Komisi XI DPR RI.
Media Belanda Puji Keputusan Mauro Zijlstra yang Pindah ke Persija Jakarta: Sebuah Langkah Signifikan

Media Belanda Puji Keputusan Mauro Zijlstra yang Pindah ke Persija Jakarta: Sebuah Langkah Signifikan

Keputusan striker naturalisasi Timnas Indonesia Mauro Zijlstra berlabuh di Super League bersama Persija Jakarta mendapat apresiasi dari media asal Belanda.
Betapa Bersemangatnya Charles Leclerc Sambut F1 2026 Bersama Ferrari, Usai Jalani Uji Coba di Barcelona Ia Mengaku...

Betapa Bersemangatnya Charles Leclerc Sambut F1 2026 Bersama Ferrari, Usai Jalani Uji Coba di Barcelona Ia Mengaku...

Pembalap asal Monako yakni Charles Leclerc menunjukkan optimisme tinggi setelah dirinya menjajal mobil baru Ferrari SF-26 dalam uji coba F1 2026 di Barcelona.
Resmi! FIFA Jatuhkan Sanksi Sangat Berat Kepada Sumardji, Dihukum 20 Laga karena Serang Wasit saat Timnas Indonesia Vs Irak

Resmi! FIFA Jatuhkan Sanksi Sangat Berat Kepada Sumardji, Dihukum 20 Laga karena Serang Wasit saat Timnas Indonesia Vs Irak

FIFA menjatuhkan hukuman berat kepada manajer Timnas Indonesia, Sumardji, berupa larangan 20 laga dan denda Rp324 juta setelah terbukti menyerang wasit usai laga kontra Irak.
Jutaan Dokumen hingga 18.000 Gambar terkait Kasus Jeffrey Epstein Diungkap, Wakil Jaksa Agung AS: Kami Tidak Lindungi Siapa-Siapa

Jutaan Dokumen hingga 18.000 Gambar terkait Kasus Jeffrey Epstein Diungkap, Wakil Jaksa Agung AS: Kami Tidak Lindungi Siapa-Siapa

Jutaan dokumen termasuk lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar terkait kasus Jeffrey Epstein diungkap. 

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT