Imbas Gempa Pacitan, Lima Perjalanan Kereta Api di Wilayah Daop 8 Terpaksa Dihentikan
- sandi irwanto
Surabaya, tvOnenews.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 yang terjadi di Pacitan Selasa (27/1) pagi tadi membuat PT KAI Daop 8 Surabaya terpaksa melakukan tindakan berhenti luar biasa (BLB). Imbasnya, sebanyak lima perjalanan kereta terpaksa berhenti untuk memastikan sarana pra sarana perkeretaapian aman dilalui kereta. Sebagian besar ke lima kereta ini berhenti mulai 21 menit hingga 40 menit.
Lima kereta yang terpaksa berhenti sementara diantaranya Kereta Matarmaja relasi Malang-Pasar Senen, Kereta Penataran relasi Surabaya-Blitar, Kereta Ijen Ekspres relasi Ketapang-Malang, Kereta Betmakola Tanker dan Kereta Kertanegara relasi Malang-Purwokerto.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono menjelaskan, dampak gempa bumi yang terjadi di kawasan Pacitan dan selatan Jawa Timur membuat Daop 8 Surabaya memberlakukan berhenti luar biasa terhadap lima perjalanan kereta.
"Hal ini karena getaran gempa dirasakan di wilayah Daop 8 Surabaya, terutama pada lintas Bangil Pasuruan hingga Wlingi Blitar. Hasil pantauan menyatakan, dari lima kereta tersebut, tiga kereta berhenti di stasiun terdekat dan dua kereta berhenti di tengah perjalanan," ungkap Mahendro.
Pihak Daop 8 ingin memastikan, penghentian sementara perjalanan kereta api dilakukan untuk memastikan jalur rel, jembatan, serta seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi aman dan layak dilalui sebelum operasional kembali dijalankan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas di lapangan, kondisi prasarana perkeretaapian di wilayah merasakan gempa dinyatakan aman pada pukul 09.01 WIB," ucapnya.
"Selain itu, kami ingin menegaskan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas utama KAI dalam setiap kondisi operasional. Setiap potensi risiko harus dipastikan aman terlebih dahulu sebelum perjalanan kereta api kembali dioperasikan,” jelas Mahendro.
Atas kejadian ini, KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat langkah pengamanan tersebut. KAI terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan di lapangan serta akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan kondisi prasarana dan operasional perjalanan kereta api. (msi/far)
Load more