GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Kelelahan, Seorang Pria di Banyuwangi Ditemukan Tinggal Kerangka

Kegemparan warga terjadi di Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Sabtu (14/9). Sesosok mayat ditemukan dalam kondisi telah menjadi kerangka di wilayah itu.
Sabtu, 14 September 2024 - 15:53 WIB
Polisi melakukan proses identifikasi dan olah TKP di lokasi temuan kerangka manusia
Sumber :
  • Happy Oktavia

Banyuwangi, tvOnewews.com – Kegemparan warga terjadi di Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Sabtu (14/9) pagi. Sesosok mayat ditemukan dalam kondisi telah menjadi kerangka di wilayah itu.

Salah satu warga yang tengah melintas di area kebun itu kaget ketika ada mayat tergeletak di atas rumput dalam kondisi mengenaskan. Bahkan mayat tersebut sudah tinggal kerangka dan pakaian serta botol minum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Unit Reskrim Polsek Rogojampi dan Tim Inafis Polresta Banyuwangi langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan dari warga terkait adanya temuan kerangka manusia.

Di lokasi, petugas menemukan kerangka manusia tergeletak di kebun bersemak. Kondisinya sudah menghitam seperti hangus.

"Kondisinya sangat mengenaskan tinggal kerangka, dan sudah menghitam seperti hangus," kata Kapolsek Rogojampi, Kompol Imron.

Saat ditemukan, tambah Imron, kerangka mengenakan kaus berwarna biru dan bercelana hitam. Di dekat mayat, juga didapati sandal dan botol bekas air mineral yang diduga milik korban.

Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan, Imron memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kondisi kerangka yang menghitam seperti hangus itu bukan karena dibakar, melainkan karena proses pembusukan.

"Hasil identifikasi, korban meninggal karena kelelahan. Tidak ada indikasi unsur pembunuhan atau kesengajaan. Kondisi kerangka yang seperti hangus itu bukan karena dibakar, melainkan karena proses pembusukan mayat," bebernya.

Berdasarkan analisis awal, diperkirakan korban sudah meninggal kurang lebih 10 hari lalu dan tergeletak di tengah kebun tanpa diketahui warga.

"Kerangka manusia itu ditemukan oleh warga yang sedang mencari kayu di tengah kebun tersebut," ungkapnya.

Pihak kepolisian menyebut, identitas korban terungkap setelah video temuan kerangka manusia ini beredar luas di media sosial.

Imron mengungkapkan, identitas korban diketahui berinisial AN, seorang pria lansia berusia 84 tahun asal Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari.

"Identitasnya sudah terungkap. Korban sebelumnya sempat dinyatakan hilang oleh keluarganya karena meninggalkan rumah tanpa pamit," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah dilakukan proses evakuasi dan pemeriksaan medis, mayat kerangka itu langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses autopsi dengan membuat surat pernyataan," tutup Kapolsek. (hoa/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Ungkap Modus Pelaku Curas Pemotor di Jakbar, Keliling Cari Target di Tempat Sepi-Ancam Pakai Sajam

Polisi Ungkap Modus Pelaku Curas Pemotor di Jakbar, Keliling Cari Target di Tempat Sepi-Ancam Pakai Sajam

Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan pria berinisial T (25) yang melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) pengendara motor di Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat, pada Senin (4/5).
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur menyoroti polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang belakangan ramai diperdebatkan publik.
Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

MetaDesk: Budaya kerja kini menjadi indikator penting dalam menilai daya saing perusahaan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah perusahaan
DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji menyoroti maraknya aksi begal dan premanisme yang terjadi di berbagai daerah sepanjang Mei 2026.

Trending

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur menyoroti polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang belakangan ramai diperdebatkan publik.
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT