GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Hukum: Pemulihan Nama Gus Dur Lewat Pencabutan TAP MPR Jadi PIntu Masuk Gelar Pahlawan Nasional

Pencabutan TAP MPR RI nomor 2 tahun 2001 yang mengatur pemberhentian presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dinilai pakar hukum tata negara, keputusan tepat.
Sabtu, 28 September 2024 - 15:07 WIB
Dr. Hufron, SH., MH., Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya
Sumber :
  • Umar sanusi

Surabaya, tvOnenews.com - Pencabutan TAP MPR RI nomor 2 tahun 2001 yang mengatur pemberhentian presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab dikenal sebagai Gus Dur, dinilai pakar hukum tata negara sebagai keputusan tepat. Pemulihan nama baik Gus Dur melalui pencabutan Ketetapan MPR tersebut bisa jadi pintu masuk Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional.

Dr. Hufron S.H., M.H. pakar hukum tata negara dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, memberikan pandangannya terkait pencabutan TAP MPR Nomor 2 Tahun 2001 yang mengatur pemberhentian Presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab dikenal sebagai Gus Dur. Menurut Hufron, langkah pemulihan nama baik Gus Dur melalui pencabutan ketetapan tersebut merupakan keputusan yang tepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hufron menekankan bahwa pemberhentian Gus Dur lebih didasarkan pada pertimbangan politik daripada hukum.

"Proses pemberhentian Gus Dur adalah hasil dari dinamika politik saat itu, bukan karena kesalahan hukum yang jelas," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada masa itu, gaya kepemimpinan Gus Dur memunculkan perbedaan pandangan politik yang tajam, sehingga lawan-lawan politiknya berusaha mencari cara untuk menjatuhkannya.

Selain itu, Hufron menyebut bahwa pencabutan TAP MPR ini merupakan bagian dari upaya rekonsiliasi nasional. Menurutnya, bangsa Indonesia tidak boleh terus terjebak oleh dendam masa lalu.

"Ini adalah langkah yang tepat untuk mencapai rekonsiliasi nasional. Dengan mencabut TAP MPR tersebut, kita bergerak maju dan meninggalkan luka-luka masa lalu," tegas Hufron.

Hufron juga menilai bahwa Gus Dur, terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, telah mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan bangsa. Oleh karena itu, menurutnya, sudah sepatutnya nama baik Gus Dur dipulihkan.

"Tidak ada yang sempurna, tetapi Gus Dur, seperti halnya presiden lainnya, telah berkontribusi besar bagi bangsa ini," ujar Hufron.

Hufron juga menggarisbawahi bahwa setiap era pemerintahan memiliki versi kebenarannya masing-masing.

"Pada masa pemerintahannya, Gus Dur sempat membubarkan DPR dan MPR karena menganggap keduanya bertindak di luar batas. Tindakan ini menunjukkan bahwa Gus Dur memiliki keberanian untuk menjaga stabilitas negara, meskipun berisiko bagi posisinya sebagai presiden," ungkapnya.

Hufron menilai bahwa pemulihan nama baik Gus Dur bisa menjadi pintu masuk untuk mengusulkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional. Menurutnya, Gus Dur layak mendapatkan gelar tersebut karena kontribusinya yang signifikan dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan demokrasi.

"Gus Dur adalah tokoh yang mengedepankan inklusivitas dalam beragama, mencabut kebijakan diskriminatif terhadap etnis Tionghoa, serta aktif dalam dialog antarumat beragama," jelas Hufron.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Gus Dur juga diakui di tingkat internasional dengan berbagai penghargaan, seperti Ramon Magsaysay Award dan Global Leadership Award.

"Pengakuan internasional ini membuktikan bahwa Gus Dur tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga sebagai pejuang hak asasi manusia dan demokrasi di dunia," tandasnya. (msi/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Puasa Bareng dengan Indonesia, Malaysia Tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026

Mulai Puasa Bareng dengan Indonesia, Malaysia Tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026

Bersamaan dengan Indonesia, Malaysia telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 dalam pengumuman yang keluar Selasa (17/2/2026).
Hilal Tak Tampak, Kemenag Sumsel Perkirakan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari

Hilal Tak Tampak, Kemenag Sumsel Perkirakan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari

Hasil pemantauan rukyatul hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di Palembang dilaporkan tidak terlihat karena posisi bulan masih berada di bawah ufuk. Hal ini disampa
Tunjukkan Toleransi, Keluarga Muslim Rela Datang dari Purwokerto Saksikan Ibadah Imlek di Pecinan Glodok

Tunjukkan Toleransi, Keluarga Muslim Rela Datang dari Purwokerto Saksikan Ibadah Imlek di Pecinan Glodok

Satu keluarga muslim rela datang jauh dari Purwokerto, untuk menyaksikan langsung semarak Tahun Baru Imlek 2026 di kawasan Petak Sembilan, Pecinan Glodok,
Tahun Baru Imlek, Pemprov DKI Dorong Warga Jaga Toleransi dan Kerukunan

Tahun Baru Imlek, Pemprov DKI Dorong Warga Jaga Toleransi dan Kerukunan

Dalam rangka Tahun Baru Imlek 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong masyarakat tetap menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Bandung BJB Tandamata Resmi Berpisah dengan Anastasia Guerra Jelang Final Four Proliga 2026

Bandung BJB Tandamata Resmi Berpisah dengan Anastasia Guerra Jelang Final Four Proliga 2026

Tim voli putri Bandung BJB Tandamata resmi berpisah dengan pemain asingnya yakni Anastasia Guerra jelang babak final four Proliga 2026.
PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPINDO) menjalin kerja sama dengan iForte Energi Nusantara dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di lingkungan operasional perusahaan.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT