GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mobil Hidrogen Tim Antasena ITS Menangi 4 Penghargaan di Shell Eco-marathon 2025 Qatar

Tim Antasena dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) baru saja mencetak prestasi gemilang di ajang Shell Eco-marathon (SEM) Asia-Pacific and The Middle East 2025.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 19 Februari 2025 - 11:27 WIB
Mobil Berbahan Bakar Air (Hydrogen Fuel Cell) Tim Antasena ITS
Sumber :
  • tvOne - zainal azkhari

Surabaya, tvOnenews.com - Tim Antasena dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) baru saja mencetak prestasi gemilang di ajang Shell Eco-marathon (SEM) Asia-Pacific and The Middle East 2025.

Kompetisi SEM 2025 yang berlangsung di Lusail International Circuit, Doha, Qatar pada 8-12 Februari 2025 ini menyaksikan empat kemenangan signifikan yang berhasil diraih oleh tim kebanggaan ITS tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kategori on-track, Tim Antasena berhasil meraih juara ketiga pada kategori Prototype Hydrogen Fuel Cell. Selain itu, mereka juga meraih tiga penghargaan dalam kategori off-track, yakni juara kedua Communication Award, penghargaan Place Carbon Footprint Reduction Award, serta juara pertama dalam kategori Vehicle Design Award Prototype Category, yang merupakan kompetisi baru di SEM 2025. Keberhasilan ini merupakan bukti keunggulan desain dan efisiensi kendaraan yang dihasilkan oleh Tim Antasena.

Mobil yang dirancang oleh Tim Antasena mampu mencatatkan efisiensi bahan bakar luar biasa, mencapai 314 km per liter. 

Saifulloh Yusuf, General Manager Tim Antasena ITS, Rabu (19/2) menyatakan bahwa keberhasilan ini berkat inovasi dan strategi yang diterapkan tim. Mereka berhasil meningkatkan efisiensi bahan bakar sebesar 40 persen dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya.

Strategi matang yang diterapkan tim mencakup berbagai aspek penilaian kompetisi. Faktor aerodinamika kendaraan, manajemen energi, dan strategi pengemudian mereka optimalkan untuk meraih kemenangan dari 61 tim yang berasal dari berbagai negara. Tim Antasena juga tidak melupakan detail teknis, sehingga kendaraan yang mereka ciptakan bisa mencapai performa terbaik.

“Kesuksesan kami bukan hanya karena teknologi, tetapi juga berkat kerja sama yang solid antar anggota tim,” ungkap Azil, salah satu anggota tim.

“Kami bekerja keras untuk memastikan setiap divisi berkoordinasi dengan baik dan setiap anggota memiliki peran yang jelas," tambahnya.

Meski hanya memiliki waktu persiapan enam bulan, Tim Antasena ITS tetap berhasil merancang dua kendaraan sekaligus. Hal ini menjadi tantangan besar bagi mereka, namun dengan semangat kekompakan tim, termasuk divisi teknik, desain, dan strategi, mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Kesuksesan di SEM 2025 ini bukanlah akhir bagi Tim Antasena. Mereka berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi yang mereka rancang agar dapat berkontribusi lebih dalam memajukan efisiensi energi terbarukan, khususnya dalam pemanfaatan bahan bakar hidrogen. Selain itu, pencapaian mereka juga turut mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam SDG 7 “Energi Bersih dan Terjangkau,” SDG 9 “Industri, Inovasi, dan Infrastruktur,” dan SDG 12 “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.”

Kemenangan ini semakin istimewa mengingat Tim Sapu Angin ITS juga berhasil meraih juara di SEM 2025, mengukir tinta emas untuk Indonesia.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Prancis Tak Habis Pikir Lihat Performa Calvin Verdonk Usai Bantu Lille Lolos ke Liga Champions

Media Prancis Tak Habis Pikir Lihat Performa Calvin Verdonk Usai Bantu Lille Lolos ke Liga Champions

Calvin Verdonk kembali mencuri perhatian di Prancis usai membantu Lille lolos ke Liga Champions musim depan. Performa bek Timnas Indonesia itu mendapat pujian khusus.
Survei Nasional Ungkap Kepuasan Publik ke Pertamina Tembus 83,7 Persen, Digitalisasi hingga SPBU Jadi Sorotan

Survei Nasional Ungkap Kepuasan Publik ke Pertamina Tembus 83,7 Persen, Digitalisasi hingga SPBU Jadi Sorotan

Survei nasional mencatat 83,7 persen publik puas terhadap kinerja Pertamina, terutama soal distribusi energi, pelayanan SPBU, dan digitalisasi MyPertamina.
Momen Neymar Murka Setelah Wasit Keempat Salah Lakukan Pergantian Pemain, Pamerkan Kertas ke Kamera

Momen Neymar Murka Setelah Wasit Keempat Salah Lakukan Pergantian Pemain, Pamerkan Kertas ke Kamera

Neymar sedianya memaksimalkan kesempatan terakhir untuk menarik perhatian Carlo Ancelotti jelang pemanggilan skuad Brasil. Sayangnya, hal ini gagal dilakukan setelah Santos kalah 0-3 dari Coritiba. 
Usai Pesta Double Winners, Presiden Inter Milan Beri Sinyal Lepas Sejumlah Pemain Senior dan Fokus Regenerasi Skuad

Usai Pesta Double Winners, Presiden Inter Milan Beri Sinyal Lepas Sejumlah Pemain Senior dan Fokus Regenerasi Skuad

Inter Milan siapkan skuad untuk musim depan usai meraih gelar Serie A dan Coppa Italia 2025/2026. Presiden klub, Giuseppe Marotta, memberi sinyal perubahan.
Ekosistem Bisnis dan Komunitas Dinilai Jadi Fondasi Baru Pertumbuhan Ekonomi Digital Asia

Ekosistem Bisnis dan Komunitas Dinilai Jadi Fondasi Baru Pertumbuhan Ekonomi Digital Asia

AIMS raih penghargaan Asia Trusted Trading Platform usai 11 tahun membangun ekosistem bisnis lintas industri dan komunitas di 21 negara.
Heboh Isu Gubernur Dedi Mulyadi Bakal Ganti Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, Ini Penjelasan Diskominfo

Heboh Isu Gubernur Dedi Mulyadi Bakal Ganti Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, Ini Penjelasan Diskominfo

Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh rumor Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana mengubah nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda.

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

Pemilik WO pernah kecewa dengan sikap Shindy Lutfiana, MC Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat. Kondisi Josepha Alexandra setelah diduga mendapat ancaman
Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi kaget karena tiba-tiba didatangi pendeta dan akademisi dari Papua. Dedi Mulyadi heran padahal dirinya bukan menteri, hanya gubernur
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT