News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Serma Wahyu, 3 Tahun Gendong Anak-anak Sebrangi Lahar Gunung Semeru agar Bisa Sekolah

Sersan Mayor Novi Wahyu Santoso, Babinsa Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, sebagai orang tua kedua bagi anak-anak di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari.
Jumat, 11 April 2025 - 12:46 WIB
Kisah Serma Wahyu, Gendong Anak-anak Sebrangi Lahar Gunung Semeru
Sumber :
  • tim tvone - wawan sugiarto

Lumajang, tvOnenews.com - Sersan Mayor (Serma) Novi Wahyu Santoso, seorang Bintara Pembina Sesa (Babinsa) Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, bisa dikatakan sebagai orang tua kedua bagi anak-anak di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari.

Pasalnya, selama 3 tahun bertugas di Kecamatan Candipuro, Serma Wahyu rutin membantu anak-anak di Dusun Sumberlangsep untuk bisa bersekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ratusan anak di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas memang perlu perjuangan lebih untuk bisa pergi ke sekolah.

Jika biasanya anak-anak berangkat sekolah sambil berjalan menyusuri ramainya jalan raya, bagi siswa-siswi asal Dusun Sumberlangsep, kebiasaannya berbeda yakni dengan menyebrang aliran Sungai Regoyo agar bisa sampai ke sekolah.

Sungai Regoyo adalah aliran sungai yang berada di kaki Gunung Semeru dan menjadi langganan terjangan banjir lahar dingin saat hujan turun.

Satu-satunya jalan yang bisa dilewati oleh warga di Dusum Sumberlangsep adalah jembatan limpas yang membentang di atas Sungai Regoyo sepanjang 200 meter dengan lebar jembatan hanya kurang dari 3 meter.

Jembatan limpas adalah jembatan tanpa pagar yang konstruksinya mirip dengan dam atau bendungan, letaknya tepat di aliran sungai.

Bagian bawah jembatan limpas diberi rongga untuk jalan air dan material sedangkan atasnya difungsikan untuk jalan melintas warga.

Namun, saat banjir lahar dingin menerjang, material yang dibawa derasnya air banjir dari Gunung Semeru seperti pasir dan batu selalu melintas di atas jembatan.

Sehingga, jembatan yang jadi akses satu-satunya bagi warga Sumberlangsep ini tidak bisa dilintasi. 

Sebab, jika nekat melintas, resikonya sangat besar yakni jatuh ke aliran di bawah jembatan yang jaraknya lebih dari 5 meter.

Alternatifnya, warga yang hendak beraktivitas maupun anak-anak yang hendak pergi sekolah harus melintasi aliran Sungai Regoyo dengan arus yang cukup deras dan batuan yang terjal.

Meski sama-sama berbahaya, tapi resikonya lebih kecil dibanding jatuh dari jembatan limpas karena terseret arus.

Kondisi ini yang menggugah Serma Wahyu untuk selalu siaga di pinggir Sungai Regoyo bahkan sebelum matahari terbit dari ufuk timur.

Tujuannya hanya satu, agar anak-anak di dusun yang kerap terisolir saat banjir lahar ini bisa tetap mendapatkan pendidikan.

"Saya kan Babinsa ya memang harus bermanfaat dan dekat sama warga. Kasian loh lihat anak-anak nyebrang sungai sambil tenteng sepatu karena takut basah, jadi ya saya gendong, mereka semangat mau sekolah tapi kondisinya seperti itu," kata Wahyu di Lumajang, Jumat (11/4).

Tidak jarang, sambil menggendong menyebrang sungai, ia bertanya cita-cita anak-anak ini jika kelak sudah besar. Jawabannya beragam, mulai dari guru, dokter, hingga menjadi tentara seperti dirinya.

"Kalau tahu cita-cita anak-anak ini pasti tambah semangat, karena mereka punya impian besar dan jadi penerus kita nanti," ceritanya.

Wahyu menuturkan, aktivitasnya menggendong anak-anak pergi sekolah sudah rutin dilakukan selama tiga tahun terakhir sejak dirinya berdinas di Koramil Candipuro.

Selama tiga tahun itu, setiap malam ia selalu rutin memantau kondisi cuaca. Apabila terjadi banjir, maka pagi-pagi sekali ia sudah bersiaga di pinggir sungai.

Wahyu berharap, pemerintah segera memberikan perhatian dan tindakan kepada warga di Dusun Sumberlangsep agar aktivitasnya bisa lancar.

Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung sangat lama dan belum ada solusinya. Meskipun, sebenarnya pemerintah telah memperbaiki jembatan limpas yang sempat terputus.

Namun, usai diperbaiki itu aktivitas warga tetap terganggu karena banjir lewat di atas jembatan limpas yang membuatnya tidak bisa dilewati.

"Saya ikhlas, tujuannya agar anak-anak bisa sekolah dan warga aksesnya bisa dibenahi, masalah saya viral itu nomor sekian, yang penting anak-anak karena ini akses satu-satunya," jelas Wahyu.

Wahyu sempat punya keinginan untuk membuat akses alternatif menggunakan tali sling yang membentang di atas jembatan limpas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tali itu nantinya digunakan untuk menyebrang saat ada banjir lahar. Sehingga, anak-anak tidak perlu lagi berjalan menyusuri sungai dengan arus deras dan bebatuan yang terjal.

"Rencana saya kalau ada dananya mau ada tali sling itu lo nanti ada dudukannya buat menyebrangkan orang kayak lift-lift yang di salju itu lo," pungkasnya. (wso/hen) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

81 Tahun KAI Bukan Cuma Cerita! Ini Sejarah Kereta Api Sumut dari Tembakau Deli 1886

81 Tahun KAI Bukan Cuma Cerita! Ini Sejarah Kereta Api Sumut dari Tembakau Deli 1886

Kereta Api Indonesia memperingati 81 tahun perjalanan perkeretaapian Indonesia pada 28 September 2026. Momentum bersejarah ini menandai pengoperasian dan
ITDC Ungkap Progres Persiapan MotoGP Mandalika 2026

ITDC Ungkap Progres Persiapan MotoGP Mandalika 2026

Apakah MotoGP Mandalika 2026 sudah siap digelar?
Aksi Skuad Timnas Republik Irlandia Tolak Jabat Tangan Para Pemain Israel dan Enggan Dengarkan Lagu Kebangsaan

Aksi Skuad Timnas Republik Irlandia Tolak Jabat Tangan Para Pemain Israel dan Enggan Dengarkan Lagu Kebangsaan

Para pemain Timnas Republik Irlandia menolak untuk berjabat tangan dengan para pemain Israel. Mereka juga memalingkan pandangan saat lagu kebangsaan Israel didengungkan.
Bakar Sampah Berujung Petaka, Dua Rumah dan Kandang Ayam di Cakung Terbakar

Bakar Sampah Berujung Petaka, Dua Rumah dan Kandang Ayam di Cakung Terbakar

Dua rumah dan kandang ayam di Pulogebang, Cakung, terbakar diduga akibat sampah kayu yang dibakar. Sebanyak 15 unit damkar dikerahkan.
Reaksi Harry Kane usai Gagal Penalti di Laga Inggris Kontra Spanyol: Ini Sulit Diterima!

Reaksi Harry Kane usai Gagal Penalti di Laga Inggris Kontra Spanyol: Ini Sulit Diterima!

Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, buka suara soal kegagalan mengeksekusi penalti di laga kontra Spanyol. Dia mengakui bahwa itu adalah kesialan darinya.
Timnas Indonesia Terima 1 Kabar Super Baik Jelang Hadapi Malaysia, Skuad Garuda Fix Dapat Dukungan Besar di GBK

Timnas Indonesia Terima 1 Kabar Super Baik Jelang Hadapi Malaysia, Skuad Garuda Fix Dapat Dukungan Besar di GBK

Timnas Indonesia mendapat suntikan semangat jelang menghadapi Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Dukungan besar suporter Garuda dipastikan hadir langsung di GBK.

Trending

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Pacitan mendapat sorotan terkait pengadaan seragam siswa setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dan kegiatan pembelajaran telah berlangsung.
Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 shio diprediksi hoki soal karier besok 29 September 2026. Ada peluang kerja baru, kepercayaan dari atasan, hingga kesempatan menunjukkan kemampuan.
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Timnas Indonesia akan melakoni laga derbi melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sayangnya, John Herdman terancam tanpa dua pemain andalannya.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri di musim ketiga hingga wejangan para seniornya.
Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Siap-siap ketiban hoki! 5 zodiak ini diprediksi beruntung soal karier besok, 29 September 2026. Ada yang dapat peluang, perhatian, hingga kepercayaan!
Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI. Sebab, FIFA ASEAN Cup 2026 membantu mereka persiapkan diri jelang Piala Asia 2027.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT