Ribut Santoso, Guru Viral Asal Lumajang yang Gemar Bikin Konten Tiktok dengan Muridnya
- tvone - wawan s
Lumajang, Jawa Timur - Ribut Santoso (38), guru Sekolah Dasar yang merupakan Warga Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, baru-baru ini viral di jagat maya usai video pembelajarannya mengundang pro dan kontra. Ribut yang sehari-hari mangajar di SDN Pagowan 1, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang tersebut memang kerap membuat konten pembelajaran bersama dengan murid-muridnya yang masih polos.
Maklum, Ribut mengajar anak-anak yang baru kelas 2 sekolah dasar. Tak jarang, tingkah polosnya mengundang tawa bagi yang melihatnya. Umumnya, Ribut membuat konten bersama murid-muridnya ketika jam istirahat maupun menjelang jam pulang sekolah. Ia bermain kuis dan mengulas materi pelajaran yang dikiranya kurang bisa difahami para muridnya.
"Ya kan namanya anak kecil jadi ngomongnya itu polos sekali apalagi kan yang saya ajar itu sekolah di desa, jadi nuansa kedaerahannya ketara sekali," kata Ribut.
Pria yang sudah 19 tahun mendidikasikan hidupnya sebagai guru honorer tersebut awalnya membuat akun tiktok dan youtube hanya untuk mencari kesibukan sembari menambah penghasilan ditengah pandemi covid-19.
Sebelum video penjelasan kepada muridnya tentang perilaku penyimpangan seks yang viral, ia telah eksis dengan video-video serupa. Penontonnya di tiktok hingga 13 juta viewers.
"Yang paling viral selama 5 bulan di tiktok itu video yang waktu saya review jawaban ujian siswa. Tugas seorang murid adalah ngerasani tonggo (menggunjing tetangga)," ceritanya.
Rupanya cara mengajar yang dilakukannya banyak disukai orang termasuk wali murid dan orang diluaran sana. Terlihat dari komentar-komentar yang muncul di tiktok.
Tidak sedikit yang memberikan apresiasi atas kedekatannya dengan murid seakan mengingatkan suasana belajar mengajar tempo dulu yang hangat.
"Ada yang bilang ingat zaman saya sekolah dulu, ada yang bilang muridnya eblas (ceplas ceplos), macam-macam lah yang jelas banyak positifnya yang bikin saya juga makin semangat," tambahnya.
Tidak disangka, pria yang sering jadi korban bullying oleh teman sebayanya karena sering bermain dengan perenpuan dibanding teman lelaki saat masih menempuh pendidikan menengah tersebut, kini nasibnya sungguh beruntung.
Langkah serba tidak sengaja yang ia lalui menghantarkannya pada ketenaran seperti sekarang.
"Dulu sering dibully tapi saya biarkan karena saya berfikir yang penting tidak mengganggu orang, malahan sekarang jadi teman akrab sama saya yang suka bully dulu,"
Selain menunaikan tugas mulia sebagai seorang pendidik, Ribut juga telah menekuni usaha persewaan baju karnaval dan pelatih tari sejak duduk dibangku SMA.
Berawal dari 6 potong baju yang dimilikinya, kini telah tersedia 50 etalase berjajar di rumah sekaligus sanggar bernama R. Dance Management. Kecuali saat pandemi, biasanya ia mendapatkan omset dari hasil penyewaan bajunya tersebut sampai Rp 200 juta setahun.
Namun, kedalaman hati seseorang memang tidak bisa diukur. Ribut yang sudah terbilang sukses dengan usahanya memilih tetap mengajar di sekolah yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya.
"Basic saya itu guru, saya memang ingin apa yang saya miliki bisa bermanfaat bagi orang lain, termasuk ilmu yang saya dapatkan saat kuliah," ungkapnya. (WawanSugiarto/rey)
Load more