Haul ke 16 Gus Dur Dihadiri Yenny Wahid dan Umat Lintas Agama
- tim tvone - sandi irwanto
Surabaya, tvOnenews.com - Ribuan warga Jawa Timur mengikuti Haul Gus Dur ke 16 di Taman Bungkul Surabaya. Haul kali ini mengangkat tema meneladani budaya etika demokrasi. Selain peringatan Haul, juga digelar tasyakuran gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur. Acara ini juga mendoakan korban bencana di Dumatera dan Aceh.
Presiden Republik Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, bukan hanya milik umat Islam, melainkan milik seluruh umat manusia. Hal tersebut disampaikan putri Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, saat menghadiri Haul Gus Dur ke-16 sekaligus Tasyakuran Gelar Pahlawan Nasional di Taman Bungkul, Surabaya, Kamis (18/12) malam.
Menurut Yenny, Gus Dur juga bukan hanya milik bangsa Indonesia, tetapi telah menjadi tokoh dunia yang pemikirannya diterima lintas agama dan budaya.
“Gus Dur bukan hanya milik orang Islam, bukan hanya milik Indonesia, tapi milik seluruh dunia. Saya senang sekali meskipun acaranya haul, tapi yang hadir berasal dari berbagai latar belakang agama. Ini menunjukkan Gus Dur benar-benar hidup di hati masyarakat,” ujar Yenny.
Haul Gus Dur ke-16 tahun ini mengangkat tema “Budaya Etika Meneladani Demokrasi Gus Dur”. Yenny menegaskan, demokrasi menurut Gus Dur berpijak pada kedaulatan rakyat, dimana pemimpin wajib mendengarkan suara masyarakat.
“Ketika Gus Dur menjadi presiden, beliau selalu mendengarkan suara rakyat. Dalam semangat haul ini, kita ingin mengingatkan para pejabat agar selalu mendengarkan suara hati masyarakat,” tegasnya.
Yenny juga mengingatkan para pejabat publik agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan yang berpotensi menimbulkan kontroversi dan melukai perasaan masyarakat.
“Jangan mudah mengeluarkan pernyataan yang bisa menyakiti hati masyarakat,” imbuhnya.
Acara yang dihadiri ratusan Muslimat NU dari berbagai daerah di Jawa Timur itu juga menjadi momentum Yenny untuk mengenang keistimewaan sosok Gus Dur. Ia menyebut ayahnya sebagai figur yang sangat menghormati perempuan dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta toleransi antarumat beragama.
“Gus Dur menghormati perempuan, menghargai agama lain, dan menjalankan nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Meskipun berbeda agama, tetap harus dihormati karena itu ciptaan Tuhan,” jelasnya.
Load more