Pelunasan Haji Tahap Dua Terkendala Porsi Haji Diblokir Bank
- sandi irwanto
Surabaya, tvOnenews.com - Kementrian Haji dan Umroh kota Surabaya resmi membuka masa pelunasan biaya perjalanan ibadah haji atau bipih tahun 2026 tahap kedua, yang berlangsung mulai 2 hingga 9 Januari 2026. Dalam proses pelunasan tahap ini, banyak jemaah calon haji yang porsinya masih terblokir oleh bank, sehingga membutuhkan surat buka blokir dari Kementrian Haji. Hal ini menjadi kendala dalam proses pelunasan haji.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kementerian Haji dan Umrah kota Surabaya Hj Sururil Faizin. Menurutnya, pelunasan tahap kedua ini diperuntukkan bagi jemaah yang gagal lunas pada tahap pertama, karena kendala sistem, jemaah penggabungan mahram atau keluarga, jemaah pendamping dan jemaah cadangan.
"Kemarin sempat ada kendala. Jadi, ternyata yang di pelunasan tahap dua itu kan untuk yang gagal sistem di tahap satu, terus untuk yang penggabungan untuk yang pendampingan sama untuk yang cadangan. Jadi, mereka itu berbondong-bondong ke bank,” ungkapnya.
Di Kementerian Haji Surabaya, pada hari pertama pelunasan tahap kedua, tercatat baru 31 jamaah yang berhasil melakukan pelunasan. Ada kendala dalam proses pelunasan ini yaitu pihak bank memblokir porsi haji jemaah. Sehingga jemaah harus mengajukan surat permohonan buka blokir porsi haji ke Kementrian Haji dan Umroh Surabaya.
"Ternyata, porsi mereka masih diblokir, jadi mereka diharapkan untuk datang ke kementerian Haji untuk buka blokir dulu. Jadi, ada surat buka blokir yang selanjutnya bisa dilakukan pelunasan," imbuhnya.
Hingga saat ini, kementerian masih menunggu perkembangan hingga batas akhir 9 Januari 2026 untuk memastikan kecukupan kuota.
Adapun rincian jemaah yang masuk tahap kedua di Surabaya yaitu sebanyak 80 jamaah cadangan, 73 jemaah gagal lunas pada tahap pertama, serta jemaah penggabungan dan pendampingan yang telah siap melakukan pelunasan.
Jumlah kuota jemaah haji kota Surabaya pada musim haji tahun ini sebanyak 28 ribu 208 jemaah dan 63 persen sudah melakukan pelunasan.
"Apabila kuota utama belum tercukupi maka jemaah cadangan berpotensi dialihkan menjadi jemaah non-cadangan sehingga tetap memiliki kesempatan berangkat haji tahun ini," tandasnya. (msi/far)
Load more