GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PKL Kembali Berjualan di Zona Steril Alun-Alun Kota Probolinggo

Pasca direnovasi dan belum genap sebulan diresmikan, kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo kembali menjadi sasaran pedagang kaki lima (PKL).
Kamis, 22 Januari 2026 - 10:40 WIB
Alun-Alun Kota Probolinggo
Sumber :
  • tvOne - m syahwan

Probolinggo, tvOnenews.com – Pasca direnovasi dan belum genap sebulan diresmikan, kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo kembali menjadi sasaran pedagang kaki lima (PKL). Sejumlah pedagang terlihat mulai berjualan di area yang telah ditetapkan sebagai zona steril.

Sesuai Peraturan Wali Kota Probolinggo Nomor 44 Tahun 2025, kawasan alun-alun beserta jalan di sekitarnya dilarang digunakan sebagai lokasi PKL. Meski demikian, pelanggaran kembali terjadi karena kawasan tersebut dinilai strategis dan ramai pengunjung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, mengatakan pihaknya telah memberikan surat peringatan kepada para pedagang agar segera berpindah ke lokasi resmi yang telah disediakan pemerintah.

“Alun-alun dan jalan di sekitarnya bukan lokasi PKL. Kami sudah menyampaikan peringatan agar pedagang berpindah ke tempat yang telah ditentukan,” katanya, Rabu (21/1/2026).

Pemerintah Kota Probolinggo, lanjut Angga, telah menyiapkan sejumlah lokasi alternatif bagi PKL, di antaranya GOR A. Yani, kawasan Museum Probolinggo, area parkir Pasar Mangunharjo, Taman Maramis, dan Taman Semeru. Namun, di lapangan masih ditemukan PKL yang kembali mencoba berjualan di sekitar alun-alun.

“Fakta di lapangan, masih banyak PKL yang kembali karena kawasan alun-alun dinilai ramai pengunjung,” imbuhnya.

Para pedagang diimbau untuk berpindah secara mandiri agar tidak perlu dilakukan penertiban. Meski demikian, pengawasan akan terus diperketat dan penindakan tetap dilakukan jika pelanggaran berulang.

“Sayang jika alun-alun yang sudah rapi kembali dipenuhi lapak. Jika melanggar, kami tetap akan menindak sesuai aturan,” tegasnya.

Keluhan juga datang dari warga. Ibnu, salah satu pengunjung alun-alun, mengaku prihatin dengan kembalinya PKL di zona terlarang. Menurutnya, setiap sore hingga malam hari puluhan pedagang kuliner berjejer di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

“Mulai pukul lima sore sampai malam, pedagang berjualan di sepanjang jalan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nyoman. Ia menilai pengawasan petugas masih lemah, terutama pada malam hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau tidak ada penertiban, percuma direnovasi sampai menelan biaya miliaran rupiah. Sekarang ditambah odong-odong, alun-alun bisa kembali kumuh,” katanya.

Warga berharap Satpol PP bertindak tegas dan tidak tebang pilih dalam penertiban PKL demi menjaga keindahan dan kebersihan kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo yang baru direnovasi. (msn/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

DPD PDIP Provinsi Banten terus melakukan konsolidasi internal dalam agenda politiknya hingga kerja-kerja partai yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

Sejumlah tokoh menyoroti serius soal wacana kenaikan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang kini mulai ramai di kalangan partai parlemen.
Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin mengaku sangat emosional usai berhasil meraih kemenangan pada MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).
Serangan Siber Semakin Meningkat, DPR RI Sebut RUU KKS Urgensi untuk Segera Disahkan

Serangan Siber Semakin Meningkat, DPR RI Sebut RUU KKS Urgensi untuk Segera Disahkan

Komisi I DPR RI menilai Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) dinilai semakin mendesak untuk dapat segera disahkan.
Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka pernikahan dini yang masih cukup tinggi di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), membuat Bupati Bulungan, Syarwani mengingatkan dampak pada tumbuh kembang anak atau stunting.
Daftar Pemain Indonesia di Thailand Open 2026: Leo/Daniel Reuni, Bagas Punya Partner Baru

Daftar Pemain Indonesia di Thailand Open 2026: Leo/Daniel Reuni, Bagas Punya Partner Baru

Daftar pemain Indonesia di Thailand Open 2026, di mana kembalinya pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana punya pasangan baru.

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT