News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

54 Pekerja Migran Asal Jombang Berada di Timur Tengah, Disnaker Buka Posko Pengaduan Dampak Konflik AS-Israel dan Iran

Sebanyak 54 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jombang tercatat secara resmi bekerja di sejumlah negara Timur Tengah yang saat ini terdampak konflik geopolitik
Rabu, 4 Maret 2026 - 15:07 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, saat ditemui di kantornya di Jalan Wahid Hasyim, Rabu (4/3)
Sumber :
  • Rohmadi

Jombang, tvOnenews.com – Sebanyak 54 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jombang, tercatat secara resmi bekerja di sejumlah negara Timur Tengah yang saat ini terdampak konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, saat ditemui di kantornya di Jalan Wahid Hasyim, Rabu (4/3). Ia menyebutkan, puluhan PMI tersebut terdaftar secara faktual dalam sistem Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Berdasarkan data resmi, terdapat 54 pekerja migran asal Jombang. Sebanyak 15 orang bekerja di Arab Saudi, 12 orang di Uni Emirat Arab, 10 orang di Turki, dan beberapa lainnya tersebar di Qatar, Kuwait, serta Yordania,” ujar Isawan, Rabu (4/3).

Negara-negara tersebut berada di kawasan yang saat ini mengalami ketegangan akibat konflik bersenjata di Timur Tengah. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan atau pengaduan terkait kondisi darurat dari para PMI asal Jombang.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Tenaga Kerja Jombang telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Kementerian P2MI untuk membuka posko pengaduan. Posko ini diperuntukkan bagi keluarga PMI yang ingin memperoleh informasi terkait kondisi dan keberadaan anggota keluarganya di luar negeri.

“Untuk pengaduan ke kami memang belum ada. Tetapi kami tetap berupaya memberikan informasi kontak pengaduan jika masyarakat ingin mengetahui keberadaan keluarganya. Kami berkoordinasi dengan provinsi maupun kementerian,” jelasnya.

Isawan menambahkan, saat ini sebagian besar pekerja migran sudah menggunakan telepon seluler sehingga komunikasi dengan keluarga relatif lebih mudah dilakukan.

Selain membuka posko pengaduan, Dinas Tenaga Kerja Jombang juga mengambil langkah preventif dengan menangguhkan sementara proses pemberangkatan tenaga kerja ke negara-negara Timur Tengah yang terdampak konflik.

Penangguhan ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu situasi keamanan di kawasan tersebut kembali kondusif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami mengutamakan keselamatan dan perlindungan pekerja migran. Untuk sementara, proses ketenagakerjaan dengan tujuan negara-negara Timur Tengah kami tunda,” tegas Isawan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap PMI asal Jombang, sekaligus memastikan setiap proses penempatan tenaga kerja luar negeri tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Max Verstappen Diprediksi Pensiun Lebih Cepat, Mantan Juara Dunia: Dia Tidak Akan Ambil Cuti Lalu Kembali Balapan

Max Verstappen Diprediksi Pensiun Lebih Cepat, Mantan Juara Dunia: Dia Tidak Akan Ambil Cuti Lalu Kembali Balapan

Masa depan Max Verstappen di Formula 1 kembali menjadi sorotan setelah gagal bersaing di awal musim 2026.
Dua Tim Ini Dipastikan Tidak Akan Rekrut Megawati Hangestri untuk V League Musim Depan, Keduanya Telah Resmi...

Dua Tim Ini Dipastikan Tidak Akan Rekrut Megawati Hangestri untuk V League Musim Depan, Keduanya Telah Resmi...

Setelah resmi mendatangkan bintang Red Sparks, Jung Ho-young, Pink Spiders masih belum berhenti bergerak di bursa transfer menyambut V League musim depan .
Erick Thohir Bekukan Sementara Naturalisasi untuk Timnas Indonesia, 2 Pemain Keturunan Grade A Ini Malah Berpotensi Dicaplok Negara Lain

Erick Thohir Bekukan Sementara Naturalisasi untuk Timnas Indonesia, 2 Pemain Keturunan Grade A Ini Malah Berpotensi Dicaplok Negara Lain

Erick Thohir tutup pintu naturalisasi Timnas Indonesia demi John Herdman. Dampaknya, pemain keturunan "Grade A" Eropa kini terancam dicaplok oleh negara lain.
Perkuat Intervensi Penurunan Stunting di Kabupaten Kolaka, PT Vale Indonesia Jangkau 5.000 Keluarga Berisiko Stunting Sejak 2024

Perkuat Intervensi Penurunan Stunting di Kabupaten Kolaka, PT Vale Indonesia Jangkau 5.000 Keluarga Berisiko Stunting Sejak 2024

PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Hal tersebut merupakan komitmen PT Vale sebagai bagian dari MIND ID dan mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Terungkap di Sidang Tipikor: Saksi Sebut Permintaan “3 Meter” hingga Motor Ducati dalam Kasus Kemnaker

Terungkap di Sidang Tipikor: Saksi Sebut Permintaan “3 Meter” hingga Motor Ducati dalam Kasus Kemnaker

Sidang Tipikor ungkap dugaan permintaan Rp3 miliar dan motor Ducati oleh Immanuel Ebenezer. Saksi sebut istilah “3 meter” dan aliran dana non-teknis.
Marco Bezzecchi Kaget Catatkan Rekor Bersejarah Jelang MotoGP 2026: Saya Baru...

Marco Bezzecchi Kaget Catatkan Rekor Bersejarah Jelang MotoGP 2026: Saya Baru...

Dominasi Marco Bezzecchi di awal MotoGP 2026 terus berlanjut dengan torehan rekor impresif. 

Trending

Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Jagat olahraga Tanah Air diramaikan oleh tiga kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri hingga Timnas Indonesia.
Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Kawasan wisata Pacira (Pangalengan, Ciwidey, Rancabali) di Bandung menjadi fokus utama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. 
Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Nama Fadly Alberto viral di media sosial. Buntut tendangan kungfunya terhadap satu pemain Dewa United
Tak Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Kini Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Tak Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Kini Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri dikabarkan bakal kembali ke Liga Voli Korea 2026-2027 dan kini diberi julukan baru oleh Media Korea. Simak selengkapnya.
Singgung Para Pemain Timnas Indonesia, Jurnalis Belanda Marah Besar Eks Feyenoord Dukung NAC Breda

Singgung Para Pemain Timnas Indonesia, Jurnalis Belanda Marah Besar Eks Feyenoord Dukung NAC Breda

Jurnalis Belanda marah besar eks Feyenoord mendukung NAC Breda soal kasus skandal paspor. Hal ini telah merugikan banyak pihak termasuk para pemain Timnas Indonesia.
Dedi Mulyadi Beri Pujian Setinggi Langit untuk Anak SD Ini, Apresiasi Semangat dan Optimisnya

Dedi Mulyadi Beri Pujian Setinggi Langit untuk Anak SD Ini, Apresiasi Semangat dan Optimisnya

Dedi Mulyadi memberikan apresiasi tinggi kepada Bagas, siswa SD di Sukabumi yang semangat berjuang melawan kanker darah. Seperti apa kish inspiratifnya? Simak!
Indonesia akan Terapkan Dwi Kewarganegaraan Terbatas, Siapa Saja yang Bisa Mengaksesnya?

Indonesia akan Terapkan Dwi Kewarganegaraan Terbatas, Siapa Saja yang Bisa Mengaksesnya?

Saat ini, pemerintah tengah merampungkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kewarganegaraan yang membuka peluang bagi penerapan dwi kewarganegaraan terbatas. Regulas
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT