Kasus Pneumonia di RSUD Jombang Meningkat, 18 Pasien Meninggal dalam Tiga Bulan Terakhir
- tvOne - rohmadi
Jombang, tvOnenews.com – Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia turut berdampak pada meningkatnya gangguan kesehatan masyarakat.
Di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu peningkatan kasus pneumonia atau infeksi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak.
Data dari RSUD Jombang menunjukkan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan terakhir tahun 2026 tercatat 18 pasien pneumonia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Mayoritas korban berasal dari kelompok usia balita.
Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu berpengaruh pada menurunnya daya tahan tubuh masyarakat sehingga memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan.
“Bencana hidrometeorologi yang terjadi saat ini berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat, salah satunya meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia,” ujarnya, Kamis (12/3).
Menurut Pudji, sepanjang tahun 2025 tercatat 1.279 kasus pneumonia di RSUD Jombang dengan angka kematian mencapai 138 orang. Sementara itu, pada tahun 2026 hingga Maret tercatat 176 kasus pneumonia dengan 38 pasien meninggal dunia.
Saat ini, pihak rumah sakit masih merawat 18 pasien pneumonia, dengan tiga pasien di antaranya menjalani perawatan intensif di ICU sentral karena mengalami kondisi kegawatan.
Sebagian besar pasien yang mengalami kondisi serius adalah balita karena struktur saluran pernapasan mereka masih lebih pendek dan sempit dibandingkan orang dewasa.
“Pada balita, ketika terjadi pembengkakan pada saluran napas akibat infeksi virus, dampaknya bisa sangat serius. Berbeda dengan orang dewasa yang saluran napasnya lebih panjang dan lebar sehingga gejalanya tidak seberat pada anak,” jelasnya.
Pasien pneumonia di RSUD Jombang umumnya dirawat di Ruang Perawatan Anak Srikandi, sementara pasien dengan kondisi kritis langsung mendapatkan penanganan di ICU sentral.
Melihat tren peningkatan kasus tersebut, pihak rumah sakit mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Orang tua juga diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak mereka karena balita menjadi kelompok yang paling rentan terkena pneumonia.
“Kami mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dan memantau kesehatan anak, terutama saat cuaca ekstrem seperti sekarang,” kata Pudji. (roi/gol)
Load more