Geger Suami Bakar Diri dan Istrinya di Banyuwangi, Berakhir Tragis
- tim tvone - happy oktavia
Banyuwangi, tvOnenews.com – Peristiwa menggegerkan warga Banyuwangi terjadi di akhir pekan kemarin. Diduga karena percekcokan yang berkepanjangan, Sularni (63) tega membakar Nur Khasanah (56) saat hendak salat Isya di rumahnya, di Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Jumat tengah malam (24/04).
Masrukin, salah satu saksi yang memberikan pertolongan usai peristiwa pembakaran terjadi, mengaku sempat mendengar suara pertengkaran antara korban dan suaminya pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB.
“Sorenya itu ribut, tengah malam hampir jam 24.00 itu ada suara teriakan dan saat keluar rumah itu saya melihat Bu Nur sudah diselimuti api berkobar di tubuhnya dan jatuh di tanah itu. Dia dibakar pas salat Isya katanya,” ungkap Masrukin, Sabtu (25/04).
Masrukin tidak hanya melihat tubuh Nur Khasanah yang dilalap kobaran api. Dia juga melihat api dari dalam rumah. Bersama warga lainnya, mereka masuk ke rumah dan melihat Sularni tergeletak di lantai dengan kondisi tubuh tengah dilalap api. Bahkan kasur di kamar itu juga terbakar habis.
“Masih ada api di dalam pas kami masuk mbah Sularni sudah terbakar di lantai itu,” tambah Masrukin.
Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto mengaku sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dari peristiwa tersebut.
“Sekitar pukul 23.50 Wib ketika korban hendak melaksanakan salat Isya, tiba-tiba terduga pelaku (suami korban) menyiramkan bensin ke badan korban dan langsung menyulutkan api menggunakan korek sehingga badan korban terbakar dan korban langsung keluar dari rumah sambil meminta pertolongan kepada warga sekitar,” beber Dwi.
Keduanya, tambah Dwi, mengalami luka bakar serius dengan peluang kematian sangat tinggi. Diduga suami korban dengan sengaja membakar diri menggunakan bensin sisa yang ia siramkan kepada istrinya terlebih dahulu.
“Melihat luka bakar yang diderita oleh terduga pelaku, dimungkinkan luka tersebut disebabkan karena terduga pelaku mencoba untuk membakar dirinya sendiri menggunakan sisa bensin yang sebelumnya telah disiramkan kepada korban,” imbuh Dwi.
Pasangan suami istri yang memiliki 3 anak ini langsung dibawa ke RSUD Genteng guna mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi khusus.
Namun, nasib berkata lain. Setelah menjalani perawatan intensif sekitar 19 jam di RSUD Genteng, Nur Khasanah akhirnya meninggal dunia, Sabtu malam (25/04).
Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi mengungkapkan, pihaknya masih mendalami terkait penyebab kematian. Namun, ia menyebut korban meninggal sekitar pukul 19.00 WIB berdasarkan informasi yang ia terima dari personel yang bertugas menjaga korban.
“Kemarin sekitar jam 7 malam setelah Isya ya, saya dapat kabar dari anggota di lokasi bahwa korban telah meninggal dunia,” ungkap Kompol Lanang, Minggu (26/4).
Selanjutnya, proses memandikan korban dilakukan oleh petugas di RSUD Genteng lantaran kondisi jasadnya terdapat luka bakar 100%. Lanang menyebut, ada pengajuan permohonan dari pihak keluarga untuk membuka garis polisi yang masih terpasang di rumah korban yang merupakan tempat peristiwa pembakaran terjadi.
“Malam itu langsung dimakamkan dan saya minta Pak Kanit ada Pak Kapolsek juga mendampingi sampai selesai,” tambahnya.
Setelah korban meninggal dunia, Lanang menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan konstruksi hukum untuk merubah pasal yang dikenakan pada terduga pelaku.
Namun, Sang Pencipta akhirnya mengambil alih penanganan kasus ini. Sularni yang dalam perawatan intensif di ruang ICU RSUD Genteng, menyusul istrinya yang sudah berpulang terlebih dahulu.
Terduga pelaku pembakaran istrinya itu menghembuskan napas terakhir pada Minggu sore (26/04) pada jam 16.00 WIB. Pria yang sehari-harinya membuka usaha bengkel sepeda motor di rumahnya itu juga mengalami luka bakar sekitar 80 persen di tubuhnya.
Kabar meninggalnya S dibenarkan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan kepada tvOnenews.com, Minggu malam lewat pesan whatsapp.
“Benar, yang bersangkutan meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB,” tulis Kapolresta Ripto, Minggu (26/04).
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah dimandikan di RSUD Genteng sebelum dibawa ke rumah duka sekitar pukul 20.00 WIB.
Jenazah Sularni diberangkatkan ke tempat pemakaman umum (TPU) Desa Wringinrejo untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB.
“Jenazah kemudian dimakamkan tadi malam di TPU desa setempat,” tambah Kapolresta.
Keberadaan makam Sularni tidak jauh dari pusara istrinya, Nur Khasanah. (hoa/hen)
Load more