Musim Haji 2026, Permintaan Tasbih Manik-manik dari Limbah Kaca Asal Jombang Naik hingga 80 Persen
- rohmadi
Jombang, tvOnenews.com – Musim haji membawa berkah tersendiri bagi perajin manik-manik di Kabupaten Jombang. Permintaan tasbih manik-manik berbahan limbah kaca di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, melonjak drastis hingga 80 persen seiring meningkatnya kebutuhan oleh-oleh dari para jemaah haji.
Lonjakan pesanan ini membuat para perajin kewalahan memenuhi permintaan pasar. Tasbih hasil produksi rumahan tersebut menjadi salah satu oleh-oleh favorit karena keunikannya serta harga yang relatif terjangkau.
Di sentra produksi milik Nur Wakkid, aktivitas pembuatan tasbih terlihat semakin padat. Para pekerja harus bekerja seharian untuk menyelesaikan pesanan yang terus berdatangan, terutama menjelang keberangkatan dan kepulangan jemaah haji.
Jika pada hari biasa produksi hanya mencapai ratusan tasbih per hari, maka saat musim haji jumlahnya meningkat tajam hingga ribuan tasbih. Kenaikan ini dipicu oleh banyaknya pesanan dari calon jemaah haji yang ingin membawa buah tangan khas untuk keluarga dan kerabat.
“Kalau musim haji selalu ada peningkatan, paling tidak 70 sampai 80 persen. Untuk oleh-oleh, satu orang bisa ambil minimal 50 sampai 100 tasbih. Keunikan produk kami karena dibuat hand made dan bahannya dari limbah kaca. Harganya mulai Rp7 ribu sampai Rp100 ribu,” ujar Nur Wakkid, Rabu (29/4).
Selain tasbih, limbah kaca yang diolah secara kreatif juga dijadikan berbagai produk souvenir lain seperti gelang dan kalung. Produk-produk tersebut turut diminati karena memiliki nilai estetika tinggi serta ramah lingkungan.
Keunggulan lain dari tasbih ini adalah proses produksinya yang masih dilakukan secara manual atau hand made. Hal ini memberikan sentuhan khas pada setiap produk, sehingga memiliki nilai lebih dibandingkan produk pabrikan.
Tak hanya dipasarkan di dalam negeri, tasbih berbahan limbah kaca asal Jombang ini juga telah menembus pasar internasional. Beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura menjadi tujuan ekspor produk kerajinan tersebut.
"Alhamdulillah, selain dalam negeri kami juga melayani pesanan dari luar negeri seperti Singapura dan Malaysia," ungkapnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa produk UMKM lokal memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global, terutama jika didukung dengan kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan bahan baku.
Load more