News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Musim Kemarau Picu Lonjakan Pneumonia di Jombang, RSUD Rawat 617 Pasien, 52 Meninggal Dunia

Musim kemarau di Jombang memicu lonjakan kasus pneumonia. Cuaca panas, kering, dan berdebu meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan pada warga.
Rabu, 22 Juli 2026 - 10:46 WIB
Musim Kemarau Picu Lonjakan Pneumonia di Jombang
Sumber :
  • tvOne - rohmadi

Jombang, tvOnenews.com – Musim kemarau yang tengah melanda Kabupaten Jombang tidak hanya memicu kekeringan dan krisis air bersih. Kondisi cuaca panas, kering, dan berdebu juga berdampak pada meningkatnya kasus penyakit saluran pernapasan yang berujung pada pneumonia.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang mencatat ratusan warga harus menjalani perawatan akibat pneumonia selama musim kemarau tahun ini. Bahkan, puluhan pasien dilaporkan meninggal dunia karena kondisi penyakit yang sudah parah disertai penyakit penyerta atau komorbid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus pneumonia terjadi seiring tingginya angka infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dipicu cuaca panas dan kualitas udara yang menurun akibat debu.

“Memang di musim kemarau ini kasus ISPA yang kemudian kami diagnosis sebagai pneumonia cukup tinggi,” ujar dr. Pudji Umbaran, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, udara kering dan paparan debu yang meningkat selama musim kemarau dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis.

Data RSUD Jombang menunjukkan, selama musim kemarau, jumlah pasien pneumonia yang menjalani perawatan terus mengalami peningkatan. Dalam satu hari, rumah sakit menerima rata-rata dua hingga tiga pasien baru dengan diagnosis pneumonia.

Jika diakumulasikan, jumlah pasien pneumonia yang dirawat setiap bulan mencapai sekitar 80 orang. Sejak awal musim kemarau hingga saat ini, RSUD Jombang telah menangani 617 pasien pneumonia. Dari jumlah tersebut, 52 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Dr. Pudji menjelaskan, sebagian besar pasien yang meninggal dunia datang ke rumah sakit dalam kondisi yang sudah berat. Selain itu, mereka juga memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes melitus, gangguan jantung, gagal ginjal, maupun penyakit kronis lainnya yang memperburuk kondisi kesehatan pasien.

“Mayoritas pasien yang meninggal memiliki komorbid atau penyakit penyerta sehingga memperberat kondisi pneumonia yang diderita,” jelasnya.

Pneumonia merupakan infeksi yang menyerang paru-paru dan sering kali diawali dengan gejala ISPA. Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan pada kantung udara di paru-paru sehingga mengganggu proses pernapasan.

Gejala yang umum dirasakan antara lain batuk berkepanjangan, demam, sesak napas, nyeri dada, tubuh lemas, hingga penurunan kadar oksigen dalam darah.

Apabila tidak segera ditangani, infeksi dapat berkembang menjadi lebih serius dan berpotensi mengancam nyawa, terutama bagi kelompok rentan.

Melihat tren peningkatan kasus tersebut, RSUD Jombang mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak kesehatan selama musim kemarau.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi cuaca panas, berangin, dan banyak debu.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA yang tidak kunjung membaik.

“Penggunaan masker saat berada di luar rumah sangat penting untuk mengurangi paparan debu dan mencegah infeksi saluran pernapasan,” kata dr. Pudji.

Dengan musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, RSUD Jombang memperkirakan jumlah kasus pneumonia berpotensi terus meningkat.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan sekecil apa pun. Penanganan dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah ISPA berkembang menjadi pneumonia yang lebih berat.

Pihak rumah sakit juga terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan layanan kesehatan guna menghadapi kemungkinan lonjakan pasien selama musim kemarau berlangsung.

“Jangan menunggu kondisi memburuk. Jika mengalami batuk, demam, atau sesak napas yang berkepanjangan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya. (roi/gol)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Peruri Buka Pendaftaran Chip Hackathon 2026 untuk Mahasiswa

Peruri Buka Pendaftaran Chip Hackathon 2026 untuk Mahasiswa

Peruri membuka pendaftaran Peruri Chip Hackathon 2026 bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.
Gudang Bulog Tak Muat Tampung Stok Beras Nasional yang Capai 4,8 Juta Ton, Cukup untuk Pangan hingga Akhir Tahun

Gudang Bulog Tak Muat Tampung Stok Beras Nasional yang Capai 4,8 Juta Ton, Cukup untuk Pangan hingga Akhir Tahun

Gudang-gudang milik Perum Bulog sudah tidak mampu lagi menampung stok beras nasional yang kini mencapai 4,8 juta ton. Bulog harus menyewa gudang swasta untuk menampung cadangan beras tersebut.
Profil Rahmat Erwin Abdullah, Peraih Medali Emas Asian Games 2026 dan Pemecah Rekor Dunia

Profil Rahmat Erwin Abdullah, Peraih Medali Emas Asian Games 2026 dan Pemecah Rekor Dunia

Profil Rahmat Erwin Abdullah, peraih medali emas angkat besi putra kelas 75 kilogram di Asian Games 2026 dan pemecah rekor dunia.
18 Kasus Influenza Tipe A Ditemukan di DIY, Warga Diminta Waspadai Flu Musiman Ini

18 Kasus Influenza Tipe A Ditemukan di DIY, Warga Diminta Waspadai Flu Musiman Ini

Sebanyak 18 kasus influenza tipe A ditemukan di wilayah DI Yogyakarta. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut influenza yang ditemukan itu merupakan bagian dari flu musiman.
Revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta, AirNav Indonesia Dorong Penguatan Penguatan Ekonomi dan Lanskap Budaya

Revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta, AirNav Indonesia Dorong Penguatan Penguatan Ekonomi dan Lanskap Budaya

AirNav Indonesia mendorong penguatan ekonomi lokal melalui program revitalisasi Pasar Ngasem, Yogyakarta.
Kata Rahmat Erwin Abdullah Usai Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia di Asian Games 2026

Kata Rahmat Erwin Abdullah Usai Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia di Asian Games 2026

Lifter Indonesia yakni Rahmat Erwin Abdullah, berhasil meraih medali emas pada cabor angkat besi kelas 75kg Asian Games 2026 pada hari ini, Sabtu 26 September.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT