Selama Muktamar ke-35 NU, Sound Horeg Tak Diizinkan Digelar di Jombang
- Rohmadi
Jombang, tvOnenews.com – Kepolisian Resor (Polres) Jombang memastikan tidak akan memberikan izin penyelenggaraan karnaval maupun kegiatan masyarakat yang menggunakan sound horeg selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 27–31 Agustus 2026.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan ribuan peserta yang akan mengikuti forum permusyawaratan tertinggi NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak menggelar kegiatan yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun gangguan ketertiban selama muktamar berlangsung.
"Kami mengimbau masyarakat agar pada tanggal pelaksanaan Muktamar NU sebisa mungkin tidak melaksanakan kegiatan karnaval ataupun kegiatan yang menggunakan sound system berskala besar," ujar AKBP Ardi Kurniawan saat ditemui di Mapolres Jombang, Jumat (24/7).
Menurut Ardi, jadwal Muktamar ke-35 NU bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang biasanya diwarnai berbagai kegiatan masyarakat, termasuk karnaval dan hiburan rakyat.
Karena itu, Polres Jombang meminta panitia kegiatan maupun pemerintah desa dapat menyesuaikan jadwal pelaksanaan agar tidak berbenturan dengan agenda nasional warga Nahdliyin tersebut.
"Jadi momen ini memang bertepatan 17 Agustus dan rangkaian perayaan lainnya, kita berharap apabila ada perayaan karnaval atau perayaan 17-an atau kegiatan pengumpulan massa dalam jumlah besar menggunakan sound sistem, sebisa mungkin dimajukan atau dimundurkan tanggalnya selain pada tanggal pelaksanaan muktamar yaitu 27-31 Agustus 2026," katanya.
Kapolres menegaskan, pembatasan izin kegiatan bukan bertujuan menghalangi perayaan masyarakat, melainkan sebagai langkah antisipasi untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama Muktamar NU berlangsung.
Ratusan ribu warga Nahdliyin dari berbagai daerah diperkirakan akan memadati kawasan Tambakberas dan sekitarnya. Kondisi tersebut membutuhkan pengaturan lalu lintas dan pengamanan yang lebih terfokus.
"Sekali lagi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan peserta muktamar," tegasnya.
Ardi mengaku bersyukur Jombang dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Karena itu, Polres Jombang berkomitmen memberikan dukungan penuh demi menyukseskan agenda lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Pengamanan akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Pemerintah Kabupaten Jombang, Banser, unsur pengamanan internal pesantren, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Sejumlah koordinasi awal juga telah dilakukan bersama panitia lokal dan pengelola Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas guna memetakan berbagai kebutuhan selama muktamar.
"Kita sudah melakukan koordinasi awal dengan PPBU Tambakberas. Pastinya, kita selalu melakukan update dan perkembangan situasi untuk sama-sama menindaklanjuti berbagai hal," ungkap Ardi.
Selain aspek pengamanan, Polres Jombang juga mulai menyusun rekayasa lalu lintas dan skema pengaturan mobilitas kendaraan di sekitar lokasi muktamar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan kepadatan pengunjung selama acara berlangsung.
Polisi juga mengajak seluruh masyarakat Jombang turut berpartisipasi menjaga ketertiban serta mendukung kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. (roi/far)
Load more