Sebaran PMK Makin Meluas, Seluruh Pasar Hewan di Pacitan Ditutup
- tvone - agus wibowo
Pacitan, Jawa Timur - Seluruh Pasar Hewan di Kabupaten Pacitan ditutup sementara selama 14 hari atau dua pekan. Penutupan pasar hewan tersebut sebagai upaya untuk meminimalisir penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sudah meluas dan menjangkiti sejumlah ternak.
Satuan tugas pengawasan ternak yang tergabung dalam otoritas vetryner Dinas Pangan dan Pertanian Pacitan membenarkan penutupan pasar hewan tersebut. Penutupan berlangsung pada 6 Juni hingga 19 Juni 2022. Namun sebelumnya Dewan otoritas tersebut memberikan sosialisasi terlebih dahulu agar masyarakat, peternak khususnya menyelesaikan beberapa persiapan langkah untuk menyikapi penutupan pasar hewan itu.
"Kami sudah menemukan 20 kasus terkait dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi. Terdiri dari sakit 17 ekor dengan identifikasi PMK, terancam 55 ekor, sedangkan sembuh 2 ekor Suspek itu artinya baru terduga. Pembuktiannya harus ada di laboratorium, tapi kami mengambil langkah untuk menanggulangi penyebaran PMK, kita bersama harus menyadari akan penutupan sementara semua kegiatan di pasar hewan, daripada nanti ternak yang terlihat sehat tersebut tertular virus dan dinyatakan positif kemudian menyebar ke seluruh wilayah di Kabupaten Pacitan," kata Joko Rianto, Kasatgas otoritas vetryner.
Joko menambahan, Adapun pasar hewan yang di tutup meliputi Pasar Pon milik PemKab, Punung, Ngadirojo, Tulakan, Bandar, Nawangan, kemudian beberapa pasar hewan ini yang tersebar di 12 Kecamatan. Selama penutupan pasar-pasar hewan itu, petugas akan melaksanakan pemantauan terhadap hewan di peternak, penyemprotan disinfektan dan akan ada pemberitahuan lebih lanjut jika ada perpanjangan masa penutupan, melalui surat edaran untuk mencegah penyebaran PMK.
"Penutupan mulai hari pasaran. Misalnya Pasar Pon yang pasaran Pon dtutup dan seterusnya. Juga Pasar Hewan yang tersebar di sejumlah daerah desa atau kecamatan. Bertahap semuanya akan kita tutup. Penutupan tahap awal 14 hari, nantinya kami ada pemberitahuan, " tambahnya.
Reyan Muhdi seorang pedagang ternak sapi ini menyebutkan, langkah penutupan ini bagi peternak dan penjual hewan banyak yang merugi. Mereka tidak bisa bertransaksi jual beli dengan banyak pelanggan. Apalagi saat sekarang sudah menjelang Idul Adha. Namun hal ini juga disadari para peternak, demi memutus mata rantai penyebaran virus PMK.
Peternak lebih memilih kesehatan ternaknya, daripada ternaknya mati dan akhirnya malah rugi besar. Transaksi bisa disikapi dengan berjualan di rumah atau melalui online.
"Sebenarnya peternak mengalami kerugian, tidak bisa berjualan dengan banyak pelanggan di pasar. Bahkan banya juga cari ternak untuk persiapan Idul Adha nanti. Tetapi demi mencegah penyebaran virus PMK apa boleh buat. Wabah itu virusnya mematikan. lebih rugi lagi kalau ternak kita terserang virus terus mati. Saya pikir tidak apalah, kan pelanggan bisa menghubungi peternak atau datang ke kandang,"terangnya.
Sementara, wabah virus PMK sudah semakin meluas. diharapkan pemilik ternak untuk rutin memeriksakan kesehatan ternak peliharaannya. Membersihan kandang agar ternak yang mereka pelihara tetap dalam kondisi sehat, hingga jelang Idul Adha nanti. (asw/rey)
Load more