News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bediding Diprediksi Bertahan hingga Muktamar ke-35 NU, RSUD Jombang Minta Ribuan Peserta Tingkatkan Kewaspadaan

Fenomena udara dingin atau bediding yang tengah melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026.
Rabu, 29 Juli 2026 - 11:58 WIB
Bediding Diprediksi Bertahan hingga Muktamar ke-35 NU
Sumber :
  • tim tvone - rohmadi

Jombang, tvOnenews.com – Fenomena udara dingin atau bediding yang tengah melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026.

Kondisi ini diprediksi bertepatan dengan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menghadapi kondisi tersebut, RSUD Jombang mengingatkan para peserta muktamar, panitia, serta masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh cuaca dingin dan angin kencang selama musim kemarau.

Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, mengatakan suhu udara pada puncak kemarau diperkirakan akan terasa lebih dingin dibanding hari-hari biasa. Kondisi itu juga disertai hembusan angin yang lebih kuat serta meningkatnya paparan debu di lingkungan terbuka.

"Pada musim kemarau seperti sekarang, udara cenderung lebih dingin dan kering. Ini perlu diantisipasi karena dapat mempengaruhi daya tahan tubuh masyarakat, terutama mereka yang memiliki aktivitas padat di luar ruangan," ujarnya saat ditemui di RSUD Jombang, Rabu (29/7).

Menurutnya, kesiapan fasilitas pendukung selama muktamar menjadi faktor penting untuk menjaga kondisi kesehatan para muktamirin. Pengelola penginapan dan panitia diimbau memperhatikan kenyamanan kamar, termasuk pengaturan pendingin ruangan agar tidak memperburuk kondisi tubuh peserta yang berasal dari berbagai daerah.

Meski demikian, pihaknya optimistis panitia lokal telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Kesiapan tenaga medis dan pos layanan kesehatan yang akan disiagakan selama muktamar dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi gangguan kesehatan akibat perubahan cuaca.

Secara ilmiah, fenomena *bediding* merupakan kondisi yang lazim terjadi saat musim kemarau di Pulau Jawa. Cuaca dingin tersebut muncul akibat pengaruh angin monsun Australia yang membawa massa udara kering, sehingga suhu udara terutama pada malam hingga pagi hari terasa lebih rendah dibanding biasanya.

"Fenomena ini normal terjadi setiap musim kemarau. Namun tetap perlu diwaspadai karena perubahan suhu yang cukup ekstrem bisa memengaruhi kondisi kesehatan seseorang," jelas dr. Pudji.

Ia menambahkan, salah satu dampak yang sering muncul saat musim kemarau adalah menurunnya daya tahan tubuh sehingga masyarakat lebih rentan terserang infeksi saluran pernapasan.

Karena itu, masyarakat diimbau menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta memastikan waktu istirahat yang cukup. Langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk menjaga imunitas tubuh di tengah perubahan cuaca yang cukup ekstrem.

Selain itu, penggunaan masker juga sangat dianjurkan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Kondisi angin kencang saat kemarau sering kali membawa debu dan partikel halus yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

"Masker dapat membantu mengurangi paparan debu yang berpotensi memicu iritasi maupun infeksi saluran pernapasan," katanya.

Peningkatan gangguan kesehatan akibat musim kemarau sendiri mulai terlihat di RSUD Jombang. Dalam beberapa pekan terakhir, rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut mencatat kenaikan jumlah pasien yang datang dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan pernapasan lainnya.

Menghadapi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien selama pelaksanaan muktamar, RSUD Jombang menyatakan siap memberikan dukungan pelayanan kesehatan secara maksimal. Pos-pos medis akan ditempatkan di sejumlah titik strategis kawasan muktamar dan terhubung langsung dengan fasilitas layanan kesehatan rujukan.

Jika ditemukan peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, tim medis lapangan akan segera berkoordinasi dengan rumah sakit sesuai prosedur yang berlaku.

RSUD Jombang juga mengimbau seluruh peserta muktamar untuk memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan dalam kondisi aktif. Langkah tersebut dinilai penting agar pelayanan medis dapat dilakukan lebih cepat dan tanpa kendala administrasi.

Sementara bagi peserta yang belum memiliki BPJS Kesehatan aktif, mekanisme penanganannya akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dan panitia penyelenggara. Dengan perkiraan cuaca dingin yang masih berlangsung hingga akhir Agustus, kesiapan kesehatan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus menjelang Muktamar ke-35 NU.
Selain kesiapan infrastruktur dan pengamanan, kondisi fisik para peserta diharapkan tetap terjaga agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan nyaman. (roi/hen)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sentil Netizen, Akun Instagram Resmi Putri Candrawathi Sebut Ferdy Sambo Tak Ikut Nikmati Lapas Mewah: Dosa Loh Kalian

Sentil Netizen, Akun Instagram Resmi Putri Candrawathi Sebut Ferdy Sambo Tak Ikut Nikmati Lapas Mewah: Dosa Loh Kalian

Di antara sekian banyak asumsi, nama Ferdy Sambo mendadak menjadi sasaran utama perbincangan netizen medsos karena diduga ikut menikmati fasilitas lapas mewah.
Pelatih Fisik Persib Beri Kabar Terbaru 3 Pemain Cedera, Ada Kabar Baik dari Sandy Walsh dan Gakuto Notsuda

Pelatih Fisik Persib Beri Kabar Terbaru 3 Pemain Cedera, Ada Kabar Baik dari Sandy Walsh dan Gakuto Notsuda

Persib masih memantau kondisi Sandy Walsh, Gakuto Notsuda, dan Danijel Loncar. Ketiganya belum dijamin tampil setelah jeda internasional usai.
Karangan Bunga dari Jokowi Hiasi Rumah Duka Guruh Soekarnoputra

Karangan Bunga dari Jokowi Hiasi Rumah Duka Guruh Soekarnoputra

Saat tiba di rumah duka, karangan bunga langsung diletakkan di halaman berdampingan dengan papan bunga yang diberikan Presiden RI Prabowo Subianto berwarna biru terang.
Siapa Al Kaisar, Ketua Geng Motor Warser di Makassar? Diduga Terlibat Penculikan hingga Penganiayaan Warga

Siapa Al Kaisar, Ketua Geng Motor Warser di Makassar? Diduga Terlibat Penculikan hingga Penganiayaan Warga

Siapa Al Kaisar (19) disebut sebagai ketua geng motor Warser di Makassar. Polisi menduga kelompoknya terlibat penculikan, penganiayaan dengan busur dan parang
Akhir Cerita Skandal Mesum Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan di Ruang Sekolah

Akhir Cerita Skandal Mesum Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan di Ruang Sekolah

Skandal mesum yang melibatkan oknum Kepala Sekolah dan seorang Guru Sekolah Dasar (SD) di Desa Langkap, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, akhirnya berbuntut ...
Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya

Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya

Kabar Haji Isam mengakuisisi saham BBCA beredar santer beredar. Pihak BCA angkat bicara dan menjelaskan struktur kepemilikan serta perubahan pengendali terakhir.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT