Lewat Program Hilirisasi, Ultramikro Perempuan di Gresik Didorong Tingkatkan Nilai Tambah
- Istimewa
Gresik, tvOnenews.com - Berbagai pihak terus mendorong pemberdayaan kelompok perempuan khususnya di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Semisal, langkah yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan mendorong peningkatan nilai tambah hasil laut melalui program hilirisasi usaha ultramikro perempuan.
"Perubahan itu hadir dalam bentuk yang sederhana namun nyata, usaha yang tumbuh, pendapatan keluarga yang menguat, lapangan kerja yang terbuka, dan anak-anak yang mendapatkan kesempatan belajar lebih baik," kata Direktur Utama PNM, Kindaris, Senin (10/8/2026).
Kindaris memaparkan upaya PNM dijalankan dengan menggabungkan akses pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, legalitas, sertifikasi hingga perluasan pasar agar pelaku usaha tidak berhenti pada kegiatan ekonomi berskala subsisten.
Model pemberdayaan itu antara lain diterapkan di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, kawasan Pulau Mengare yang perekonomiannya bertumpu pada sektor perikanan, pertambakan, perdagangan hasil laut, dan industri olahan skala rumah tangga.
Menurutnya ukuran keberhasilan pemberdayaan tidak hanya dilihat dari jumlah pembiayaan yang disalurkan, tetapi dari kemampuan usaha meningkatkan produksi, memperkuat pendapatan keluarga, memperluas pasar hingga menciptakan lapangan pekerjaan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena sebagian besar potensi ekonomi Pulau Mengare bersumber dari sektor primer.
Hasil perikanan dan tambak memiliki peluang menghasilkan nilai ekonomi lebih besar apabila tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.
"Karena itu, PNM mendorong klasterisasi usaha dengan pendampingan yang mencakup peningkatan proses produksi, sertifikasi halal, legalitas usaha, penguatan merek hingga perbaikan kemasan," ujar Kindaris.
Pendekatan tersebut diharapkan memperpanjang rantai nilai ekonomi di tingkat lokal. Nilai tambah dari hasil laut tidak seluruhnya keluar bersama penjualan komoditas mentah, tetapi dapat dipertahankan di desa melalui kegiatan pengolahan, perdagangan, dan penciptaan pekerjaan baru.
Potensi tersebut cukup besar mengingat Desa Watuagung memiliki sekitar 3.000 penduduk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, sebanyak 1.492 penduduk merupakan perempuan, sedangkan sekitar 60 persen masyarakat desa tercatat sebagai nasabah PNM Mekaar.
Besarnya keterlibatan masyarakat dalam pembiayaan ultra mikro sekaligus memperlihatkan posisi perempuan sebagai salah satu penggerak aktivitas ekonomi rumah tangga di kawasan pesisir.
Salah satunya terlihat dari usaha Lisminah, perempuan yang mempertahankan produksi terasi secara turun-temurun. Setelah mendapatkan pembiayaan dan pendampingan PNM Mekaar, usahanya berkembang baik dari kapasitas produksi, kualitas produk maupun pemasaran.
Usaha yang sebelumnya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi keluarga tersebut kemudian berkembang menjadi sumber penghasilan utama dan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Perkembangan usaha Lisminah menunjukkan bahwa pelaku usaha ultra mikro naik kelas tidak semata ditandai oleh meningkatnya plafon pembiayaan. Perubahan juga perlu tercermin dari produktivitas, kualitas produk, jangkauan pasar, legalitas, kekuatan merek hingga kemampuan menciptakan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar saat mengunjungi Desa Watuagung menilai pendekatan yang menggabungkan pembiayaan dengan pemberdayaan tersebut efektif dalam memperkuat ekonomi keluarga.
"Sangat efektif untuk membantu ekonomi keluarga dan saya mendapat kabar yang menggembirakan, AO (account officer)-nya pun tulang punggung keluarga di sini yang juga sangat aktif," ujar Muhaimin.
Menurut Muhaimin, penguatan masyarakat tidak cukup dilakukan hanya dengan membuka akses pembiayaan. Pendampingan diperlukan agar kegiatan usaha menjadi semakin produktif dan mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Bagi masyarakat pesisir, peningkatan produktivitas tersebut menjadi penting karena kekuatan ekonomi lokal tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang tersedia, tetapi juga kemampuan masyarakat mengolah sumber daya menjadi produk bernilai tambah.
Adapun PNM juga memperluas pendekatan pemberdayaan hingga penguatan sumber daya manusia keluarga melalui program Ruang Pintar. Program tersebut menyediakan pendampingan belajar secara gratis beserta fasilitas pembelajaran bagi anak-anak keluarga nasabah PNM Mekaar yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran tambahan.
Sebab, peningkatan kapasitas perempuan pada akhirnya memiliki dampak ekonomi yang lebih panjang karena penguatan pendapatan keluarga dapat memperbesar kesempatan anak memperoleh pendidikan yang lebih baik.
Pengembangan usaha perempuan di Pulau Mengare memperlihatkan bahwa penguatan ekonomi pesisir dapat dimulai dari unit ekonomi terkecil.
"Dalam skala lebih luas, pola tersebut dapat memperkuat struktur ekonomi pesisir melalui penciptaan nilai tambah di daerah asal produksi, peningkatan pendapatan rumah tangga, serta terbukanya kegiatan ekonomi baru yang digerakkan masyarakat setempat," tutur Muhaimin.(ant/raa)
Load more