Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Nganjuk, Hubungkan 40 Desa
- tim tvOne
Nganjuk, tvOnenews.com — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mengikuti peresmian 3.395 Jembatan Perintis Garuda dan 3.000 sumber air bersih TNI AD bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara virtual dari Jembatan Perintis Garuda, Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Kamis (13/8).
Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng dinilai memiliki peran penting karena menghubungkan 40 desa yang berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pace dan Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.
Jembatan sepanjang 18 meter dengan lebar 1,8 meter tersebut memiliki kapasitas beban maksimal 3,5 ton dan batas kecepatan melintas 10 km/jam.
Menurut Gubernur Khofifah, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya membuka akses antarwilayah, tetapi juga memudahkan aktivitas masyarakat. Akses menuju sekolah, pusat kegiatan ekonomi, fasilitas kesehatan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari menjadi lebih cepat.
Di Jawa Timur sendiri, pembangunan Jembatan Perintis Garuda mencapai 270 unit.
“Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi,” ujarnya.
Khofifah menilai pembangunan jembatan juga berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi desa. Akses yang lebih baik membuat distribusi hasil pertanian, peternakan, dan produk usaha masyarakat menjadi lebih mudah.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menciptakan peluang usaha baru sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga.
“Ketika akses antarwilayah semakin terbuka, maka mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aktivitas ekonomi juga semakin bergerak. Ini tentu akan mengungkit perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan hingga daerah terpencil,” terangnya.
Khofifah juga menyebut pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat pembangunan dari desa. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar.
“Ini adalah bentuk nyata bagaimana pembangunan memberikan kemudahan dan percepatan akses bagi mobilitas masyarakat kampung dan desa. Anak-anak juga bisa lebih cepat dan aman menempuh perjalanan dari rumah menuju sekolah,” katanya.
Menurut Khofifah, Program Jembatan Merah Putih Presisi menunjukkan peran Polri dalam membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, terutama bagi masyarakat di wilayah perdesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses.
Selain jembatan, pembangunan 3.000 sumber air bersih oleh TNI AD juga mendapat apresiasi. Untuk Jawa Timur, telah dibangun 81 sumber air bersih.
Khofifah menilai keberadaan sumber air tersebut penting, terutama saat sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau yang berpotensi mengalami kekeringan.
“Kami bersyukur karena di tengah masuknya musim kemarau di berbagai daerah di Jawa Timur, pemerintah bersama TNI hadir membangun sumber-sumber air bersih. Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ketersediaan air bersih, lanjut Khofifah, tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga dapat menunjang aktivitas masyarakat. Ia berharap sumber air tersebut turut dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian, termasuk pengairan persawahan.
“Harapannya sumber air bersih ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga bisa mendukung pengairan persawahan. Dengan begitu, program ini ikut memperkuat ketahanan pangan di masing-masing wilayah,” harapnya.
Khofifah menegaskan, pembangunan jembatan dan sumber air bersih memberikan manfaat yang saling berkaitan. Infrastruktur tersebut dapat memperbaiki konektivitas sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Konektivitas yang semakin baik dan ketersediaan air bersih yang memadai adalah fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari desa, kita dorong akses semakin terbuka, ekonomi semakin tumbuh, dan masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri atas pembangunan infrastruktur yang ditujukan langsung untuk membantu masyarakat.
Ia menilai pembangunan Jembatan Perintis Garuda dan titik air bersih di berbagai daerah dapat memperpendek waktu tempuh warga serta mempermudah akses, termasuk bagi anak-anak yang harus menuju sekolah.
"Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi atas sumbangsih dan kerja keras TNI - Polri yang dipersembahkan untuk rakyat sehingga memudahkan mobilitas maupun akses di pedesaan maupun wilayah pedalaman Indonesia," tegasnya.
Prabowo juga menyoroti dedikasi jajaran TNI dan Polri yang dinilai terus menjalankan tugas pengabdian melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Menurutnya, peresmian ribuan jembatan dan sumber air bersih tersebut menunjukkan adanya kerja bersama sekaligus kemampuan bangsa dalam mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (gol)
Load more