Viral! Siswa MTs di Blitar Diduga Dianiaya Adik Kelas, Berawal dari Komentar TikTok
- Tangkapan layar / Ist
tvOnenews.com - Media sosial kembali menjadi pintu masuk sebuah persoalan yang berujung pada kekerasan di lingkungan sekolah. Kali ini, seorang siswa MTs di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, diduga menjadi korban penganiayaan setelah muncul persoalan yang bermula dari komentar di TikTok.
Kasus tersebut menjadi perhatian setelah rekaman aksi kekerasan di dalam ruang kelas beredar di media sosial.
Dalam video sekitar 1 menit 30 detik, seorang siswa terlihat mendapat perlakuan fisik dari siswa lainnya. Peristiwa itu kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai perundungan dan pengawasan terhadap interaksi pelajar di lingkungan pendidikan.
Persoalan yang awalnya berlangsung di ruang digital diduga berlanjut ketika kedua siswa bertemu di sekolah.
Korban berinisial F (14), siswa kelas 9, diduga mengalami kekerasan dari G (13), yang merupakan adik kelasnya. Polisi kini menangani perkara tersebut dengan mempertimbangkan bahwa kedua pihak masih berusia anak.
Berawal dari Komentar di TikTok
Kasatreskrim Polres Blitar AKP Margono Suhendro menjelaskan, persoalan bermula ketika korban memberikan komentar pada unggahan TikTok milik teman dekat terlapor.
“Awalnya korban mengomentari video TikTok milik teman dekat terlapor. Setelah melihat komentar itu, besok paginya di sekolah terlapor menanyakan kepada korban,” ujar Margono Suhendro, Sabtu (22/8/2026).
Pertemuan keduanya kemudian diduga berkembang menjadi pertengkaran hingga terjadi kekerasan fisik. Berdasarkan informasi yang disampaikan kepolisian, korban diduga dipukul, didorong, serta ditendang pada bagian tubuh tertentu.
Rekaman yang beredar di media sosial juga memperlihatkan aksi kekerasan di dalam ruang kelas. Dalam video tersebut, korban terlihat ditarik, didorong hingga terjatuh, kemudian mendapat sejumlah tindakan kekerasan lainnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar dan rasa sakit pada tubuh. Rekaman tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana konflik antarpelajar dapat berkembang dari persoalan yang awalnya terjadi di media sosial menjadi kekerasan secara langsung.
Polisi Berikan Pendampingan kepada Korban
Setelah menerima laporan, kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Korban juga mendapatkan pemeriksaan medis awal serta pendampingan psikologis.
Pendekatan khusus diterapkan karena korban dan terlapor masih berusia anak. Polisi menyatakan penanganan perkara tidak hanya berfokus pada proses hukum, tetapi juga memastikan kedua anak mendapatkan perlindungan dan ruang yang aman.
Load more