Warganya Viral Dipalak Rp1 Juta saat Ambil Motor Barang Bukti Kecelakaan, Kapolrestabes Surabaya Murka: Mutasikan, Demosi!
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
"Jangan sampai musibah itu datangnya dari orang yang bertugas memberikan pelayanan, melindungi, mengayomi, justru menjadi orang yang menambah berat beban hidupnya," tuturnya.
Luthfie pun tidak mengenal pandang bulu. Ia akan memberikan hukuman sekeras-kerasnya karena terdapat lemahnya sistem pengawasan internal di lingkungan satuan kerja.
Ia berpendapat kepala satuan (kasat) seharusnya turut bertanggung jawab. Tugasnya memastikan seluruh anggotanya selalu menjalankan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.
"Karena anak inilah yang mencederai rekan-rekan yang sudah berbuat baik, rekan-rekan yang sudah berjibaku memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saya minta ini para Kasat juga harus bertanggung jawab. Saya menilai tidak ada pengawasan optimal dari Kasat," jelasnya.
Dalam penutupnya, Luthfie mengimbau seluruh personel Polrestabes Surabaya. Kejadian ini menjadi peringatan keras agar tidak menyalahgunakan kewenangan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, tindakan tegas juga sangat diperlukan. Hal ini bertujuan untuk terus menjaga sikap profesionalitas hingga kepercayaan dari masyarakat terhadap instansi kepolisian.
Kronologi Warga yang Viral Diminta Transfer saat Ambil Surat Pengeluaran Motor Barang Bukti Kecelakaan
Sebelumnya, Kristiani membagikan pengalamannya melalui unggahan akun Threads @tasyamarcella96. Cerita tersebut dengan cepat viral hingga menuai gelombang reaksi dari publik.
Dalam unggahannya, ia mengklaim pengambilan surat pengeluaran kendaraan motor sebagai barang bukti kecelakaan harus berbayar. Ia diminta transfer sebesar Rp1 juta saat mengurus di Satlantas Colombo Surabaya pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurutnya, pengambilan surat pengeluaran tidak dipungut biaya alias gratis. Sayangnya ia harus membayar untuk mengurus kebutuhan asuransi dari Jasa Raharja.
Uang tersebut bahkan masuk ke rekening pribadi salah satu penyidik. Hal ini membuat dirinya terkejut dan kecewa telah diminta uang Rp1 juta.
"Ambil barang bukti kecelakaan gratis. Iya sih gratis, tapi buat minta surat pengeluaran kendaraan harus bayar," tulis Kristiani.
Dalam unggahannya, ia menunjukkan bukti surat pengeluaran hasil dari transfer uang. Selain itu, ia juga berbagi bukti dirinya telah mengirim Rp1 juta ke rekening penyidik.
Kristiani mengaku dirinya sempat difasilitasi untuk mediasi dan diminta mengarsipkan unggahan viralnya. Namun ia justru menolak agar kejadian dialaminya tidak kembali terjadi ke masyarakat lainnya.
Load more