GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warganya Viral Dipalak Rp1 Juta saat Ambil Motor Barang Bukti Kecelakaan, Kapolrestabes Surabaya Murka: Mutasikan, Demosi!

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan desak oknum polisi yang viral minta Rp1 juta ke warga ingin ambil motor barang bukti kecelakaan disanksi.
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:48 WIB
Ilustrasi motor yang terparkir
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Surabaya, tvOnenews.com - Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan murka kepada oknum anggota Satlantas dari pihaknya. Hal ini tak lepas dari seorang warga asal Surabaya, Kristiani viral setelah menceritakan pengalamannya.

Luthfie mengetahui peristiwa dialami Kristiani. Warga Surabaya itu mengaku dirinya diminta transfer uang sebesar Rp1 juta saat mengambil surat pengeluaran kendaraan motor barang bukti kecelakaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Luthfie pun bertindak tegas dan keras kepada salah satu anggota Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada warga saat pengambilan barang bukti (BB) kendaraan motor bekas kecelakaan.

Saat memimpin apel anggota pada Jumat (28/8/2026), Kapolrestabes Surabaya itu mendesak agar oknum anggota Satlantas tersebut mendapatkan sanksi tegas. Hukuman yang diberikan berupa mutasi maupun demosi (dipindahkan) apabila ditemukan adanya pelanggaran.

"Saya minta Pak Kasi Propam (Polrestabes Surabaya) segera lakukan tindakan disiplin kode etik. Kabad Sumda segera mutasikan yang bersangkutan, demosi," ujar Luthfie dilansir dari akun Instagram pribadinya, Sabtu (29/8/2026).

Ia berharap kasus serupa tidak boleh terulang lagi ke depannya. Ia menginginkan peristiwa yang indisipliner dan melanggar kode etik menjadi kejadian terakhir kalinya khususnya di wilayah Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Minta Temui Korban

Dalam kesempatan itu, Luthfie juga memberikan perintah kepada Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya. Ia mendesak agar warga yang viral tersebut ditemui oleh pihaknya.

Ia menunjukkan pernyataan mengejutkan. Kapolrestabes Surabaya itu siap mengganti uang yang ditransfer hingga 10 kali lipat.

"Kasat Lantas temui segera korban yang kemarin dimintain duit itu. Sampaikan nanti dari saya, bahwa saya ganti 10 kali lipat. Itu komitmen saya," ucapnya.

Lebih lanjut, ia juga menginginkan Polrestabes Surabaya semakin lebih baik. Komitmennya untuk tetap mengayomi seluruh masyarakat.

Sayangnya komitmen tersebut masih dicederai. Ada oknum anggota polisi dari wilayahnya viral di media sosial karena diduga meminta warga ynag menjadi korban untuk transfer uang Rp1 juta.

"Kita sudah berkomitmen untuk menjadi lebih baik, tapi ternyata masih ada yang mengecewakan," terangnya.

Ia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang dialami korban. Ia sangat menyesali masih adanya dugaan tindakan indisipliner dilakukan oleh anggotanya sehingga rentan mencederai pelayanan dari pihak kepolisian.

"Jangan sampai musibah itu datangnya dari orang yang bertugas memberikan pelayanan, melindungi, mengayomi, justru menjadi orang yang menambah berat beban hidupnya," tuturnya.

Luthfie pun tidak mengenal pandang bulu. Ia akan memberikan hukuman sekeras-kerasnya karena terdapat lemahnya sistem pengawasan internal di lingkungan satuan kerja.

Ia berpendapat kepala satuan (kasat) seharusnya turut bertanggung jawab. Tugasnya memastikan seluruh anggotanya selalu menjalankan tugas sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

"Karena anak inilah yang mencederai rekan-rekan yang sudah berbuat baik, rekan-rekan yang sudah berjibaku memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saya minta ini para Kasat juga harus bertanggung jawab. Saya menilai tidak ada pengawasan optimal dari Kasat," jelasnya.

Dalam penutupnya, Luthfie mengimbau seluruh personel Polrestabes Surabaya. Kejadian ini menjadi peringatan keras agar tidak menyalahgunakan kewenangan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, tindakan tegas juga sangat diperlukan. Hal ini bertujuan untuk terus menjaga sikap profesionalitas hingga kepercayaan dari masyarakat terhadap instansi kepolisian.

Kronologi Warga yang Viral Diminta Transfer saat Ambil Surat Pengeluaran Motor Barang Bukti Kecelakaan

Sebelumnya, Kristiani membagikan pengalamannya melalui unggahan akun Threads @tasyamarcella96. Cerita tersebut dengan cepat viral hingga menuai gelombang reaksi dari publik.

Dalam unggahannya, ia mengklaim pengambilan surat pengeluaran kendaraan motor sebagai barang bukti kecelakaan harus berbayar. Ia diminta transfer sebesar Rp1 juta saat mengurus di Satlantas Colombo Surabaya pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurutnya, pengambilan surat pengeluaran tidak dipungut biaya alias gratis. Sayangnya ia harus membayar untuk mengurus kebutuhan asuransi dari Jasa Raharja.

Uang tersebut bahkan masuk ke rekening pribadi salah satu penyidik. Hal ini membuat dirinya terkejut dan kecewa telah diminta uang Rp1 juta.

"Ambil barang bukti kecelakaan gratis. Iya sih gratis, tapi buat minta surat pengeluaran kendaraan harus bayar," tulis Kristiani.

Dalam unggahannya, ia menunjukkan bukti surat pengeluaran hasil dari transfer uang. Selain itu, ia juga berbagi bukti dirinya telah mengirim Rp1 juta ke rekening penyidik.

Kristiani mengaku dirinya sempat difasilitasi untuk mediasi dan diminta mengarsipkan unggahan viralnya. Namun ia justru menolak agar kejadian dialaminya tidak kembali terjadi ke masyarakat lainnya.

Setelah itu, ia membagikan kabar terbarunya. Permasalahan tersebut telah tuntas dan motor yang menjadi barang bukti kecelakaan disimpan di Polsek Dukuh Pakis juga telah diambil olehnya.

"Mari kita jadikan ini sebuah pelajaran yang berharga. Semoga kejadian ini menjadi evaluasi dan ke depannya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya," tukasnya.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lestarikan Ekosistem Pesisir, Pertamina Patra Niaga Tanam 1000 Mangrove di KEE Ujungpangkah, Gresik

Lestarikan Ekosistem Pesisir, Pertamina Patra Niaga Tanam 1000 Mangrove di KEE Ujungpangkah, Gresik

Pertamina Patra Niaga melalui Bitumen Plant Gresik terus perkuat komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Gerry Cardinale Tetap di Italia hingga Deadline Bursa Transfer, AC Milan Bakal Datangkan Pemain Baru Lagi?

Gerry Cardinale Tetap di Italia hingga Deadline Bursa Transfer, AC Milan Bakal Datangkan Pemain Baru Lagi?

Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, akan berada di Milan hingga bursa transfer musim panas 2026 tutup. Situasi ini munculkan spekulasi soal aktivitas Rossoneri.
Wakil Liga Filipina di Asia Malah Tak Bisa Tampil di Kompetisi Negara Sendiri, Eks Persib Buka Faktanya

Wakil Liga Filipina di Asia Malah Tak Bisa Tampil di Kompetisi Negara Sendiri, Eks Persib Buka Faktanya

One Taguig FC finis sebagai runner up Liga Filipina 2025-2026 lalu dengan Manila Digger sebagai juara. Dengan titel tersebut, keduanya menjadi wakil Filipina di ajang internasional. 
Cerita Astuti Bangun Usaha hingga Pimpin Bank Sampah, Tak Ingin Jamur Terbuang

Cerita Astuti Bangun Usaha hingga Pimpin Bank Sampah, Tak Ingin Jamur Terbuang

Nasabah PNM Mekaar, Astuti, menceritakan perjalanannya merintis usaha olahan jamur tiram dengan segala keterbatasan hingga akhirnya bisa berkembang pesat.
Kado HUT ke-58, Kapolres Bogor Antar ART yang Bekerja Sejak Usia 9 Tahun Berangkat Umrah

Kado HUT ke-58, Kapolres Bogor Antar ART yang Bekerja Sejak Usia 9 Tahun Berangkat Umrah

Acara tersebut turut dihadiri Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto bersama Kasat Binmas Polres Bogor AKP Nimrod serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Polisi Sebut Sebagian Besar Pelaku Kerusuhan 27 Agustus Terafiliasi Anarko

Polisi Sebut Sebagian Besar Pelaku Kerusuhan 27 Agustus Terafiliasi Anarko

Polda Metro Jaya mengungkap pelaku kerusuhan pasca aksi demonstrasi 27 Agustus merupakan terafiliasi dengan kelompok anarko.

Trending

Reaksi Warga Korea soal Keputusan Ko Hee-jin Mundur dari Red Sparks

Reaksi Warga Korea soal Keputusan Ko Hee-jin Mundur dari Red Sparks

Keputusan Ko Hee-jin mundur dari kursi pelatih Red Sparks memicu beragam reaksi dari warga Korea. Sebagian mendukung langkah dan sebagian lagi beri kecaman.
Cara Nonton Live Streaming UFC Shanghai Debut Bilal Hasan Vs Nilson Rojas Sore Ini Ini

Cara Nonton Live Streaming UFC Shanghai Debut Bilal Hasan Vs Nilson Rojas Sore Ini Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan UFC Shanghai di mana ada pertarungan Bilal Hasan melawan Nilson Rojas di laga debutnya. Lalu ada duel utama antara Umar Nurmagomedov vs Song Yadong di kelas bantam.
Spanduk Bertebaran Buntut Polemik SDIP Pamulang, Ini Respons Yayasan Syarif Hidayatullah

Spanduk Bertebaran Buntut Polemik SDIP Pamulang, Ini Respons Yayasan Syarif Hidayatullah

Polemik pengelolaan dan status aset pendidikan TKIP-SDIP Pamulang antara Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuai respons publik.
Gunakan KRI Teluk Parigi-539, Alumni AAL 2008 Moro Palapa Kirim Bantuan Gempa NTT

Gunakan KRI Teluk Parigi-539, Alumni AAL 2008 Moro Palapa Kirim Bantuan Gempa NTT

Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan para perwira TNI Angkatan Laut Alumni Akademi Angkatan Laut (Alumni AAL) Angkatan ke-54
Kado HUT ke-58, Kapolres Bogor Antar ART yang Bekerja Sejak Usia 9 Tahun Berangkat Umrah

Kado HUT ke-58, Kapolres Bogor Antar ART yang Bekerja Sejak Usia 9 Tahun Berangkat Umrah

Acara tersebut turut dihadiri Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto bersama Kasat Binmas Polres Bogor AKP Nimrod serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 30 Agustus 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 30 Agustus 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Minggu, 30 Agustus 2026, membawa energi yang menuntut keseimbangan antara empati dan keterbukaan. Zodiak -
Kronologi Pengeroyokan Pria Diduga Oleh Anak Buah Hercules di Pejompongan hingga Meregang Nyawa

Kronologi Pengeroyokan Pria Diduga Oleh Anak Buah Hercules di Pejompongan hingga Meregang Nyawa

Kronologi Bambang Setiyawan diduga dikeroyok di Pejompongan saat kerusuhan 27 Agustus 2026, dari aktivitas terakhir hingga penyelidikan polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT