News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Terpilih Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Pulang ke Tebuireng Disambut Ribuan Santri

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin pulang ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, setelah terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Selasa, 1 September 2026 - 13:19 WIB
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin Ketum PBNU terpilih pada Muktamar ke-35 NU pulang ke Pondok Pesantren Tebuireng
Sumber :
  • tvOne - rohmadi

Jombang, tvOnenews.com — KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin pulang ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, setelah terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.

Kepulangan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut disambut ribuan santri dengan lantunan Ya Lal Wathan, salawat, serta penampilan tim hadrah pesantren. Suasana haru dan kebahagiaan mewarnai penyambutan Gus Kikin pada Minggu (30/8).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Kedatangannya di Tebuireng menjadi momen istimewa bagi para santri. Mereka menyambut langsung sosok yang selama ini menjadi pengasuh pesantren sekaligus kini dipercaya memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Salah seorang santri Tebuireng, Munarwan, mengaku turut merasakan kebahagiaan atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU.

“Senang karena pengasuhnya sendiri. Jadi rasa di dalam hati itu ikut senang, ikut bangga karena pengasuhnya bisa menang, mencalonkan diri menjadi ketua umum,” ujar Munarwan.

Setelah menerima sambutan dari ribuan santri, Gus Kikin kemudian menuju kompleks makam keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng.

Gus Kikin berziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus kakeknya, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari. Dalam ziarah tersebut, Gus Kikin tampak membawa sebuah tongkat yang disebut merupakan milik KH Hasyim Asy'ari.

Gus Kikin didampingi KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah. Keduanya kemudian mengikuti doa bersama dan tabur bunga di makam KH Hasyim Asy'ari, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta keluarga besar Tebuireng.

Ziarah tersebut berlangsung khusyuk. Setelah berdoa di makam para masyayikh, Gus Kikin menyampaikan rasa syukur atas sambutan yang diberikan para santri.

Di balik kebahagiaan karena terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin mengaku menyadari ada tanggung jawab besar yang kini berada di pundaknya.

"Menjadi Ketua Umum PBNU, saya ada senang, ada rasa beban, karena itu merupakan sesuatu amanah yang cukup serius untuk bisa dipikirkan, karena mengandung satu beban yang cukup berat,” kata Gus Kikin.

Menurut dia, Tebuireng memiliki posisi penting dalam perjalanan keilmuan dan tradisi Nahdlatul Ulama. Di pesantren yang didirikan KH Hasyim Asy'ari itu, para santri terus mempelajari warisan keilmuan yang ditinggalkan pendiri NU tersebut.

“Dan di Pondok Tebuireng inilah kita semuanya belajar ilmu-ilmu yang dulu diajarkan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari. Ilmu-ilmu beliau itu sangat mendalam, ilmu-ilmu beliau itu sangat-sangat dibutuhkan di masyarakat,” ujarnya.

Gus Kikin berharap para santri tidak hanya menjadikan pesantren sebagai tempat menimba ilmu. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu mengambil keteladanan dari para ulama dan meneruskan warisan keilmuan yang telah dibangun KH Hasyim Asy'ari.

Warisan tersebut, menurut Gus Kikin, tidak berhenti pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepulangan Gus Kikin ke Tebuireng setelah terpilih sebagai Ketua Umum PBNU pun menjadi simbol dimulainya amanah baru dalam perjalanan pengabdiannya.

Dari pesantren tempatnya mengabdi, Gus Kikin kini membawa mandat untuk memimpin PBNU selama lima tahun ke depan.

Terpilihnya Gus Kikin sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru PBNU masa khidmat 2026-2031, setelah Muktamar ke-35 NU menetapkan kepemimpinan baru organisasi. (roi/gol)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT