Nawasena ITS Kembali Raih Juara 1 Internasional Dr. James A. Lisnyk Student Ship Design Competition SNAME 2026
- Dok. ITS
tvOnenews.com - Tim Nawasena ITS kembali mengukir prestasi di panggung internasional dengan meraih Juara 1 Dr. James A. Lisnyk Student Ship Design Competition 2026, kompetisi desain kapal internasional yang diselenggarakan oleh The Society of Naval Architects and Marine Engineers (SNAME), organisasi profesi arsitek perkapalan dari Amerika Serikat yang telah menjadi tolok ukur industri perkapalan dunia sejak 1893.Â
Ajang berkelas dunia ini mempertemukan para mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi global untuk menghadirkan rancangan kapal inovatif yang berlandaskan rekayasa kuat serta mampu memberikan solusi nyata bagi industri maritim. Di tengah persaingan global yang mempertemukan institusi-institusi maritim terkemuka dunia, Nawasena ITS Team berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi desain kapal internasional SNAME, menempatkan Indonesia di puncak kompetisi bersama universitas-universitas dengan rekam jejak kuat telah menjadi juara 1 pada kompetisi ini seperti UTN Argentina, University of Michigan, NTNU, Webb Institute, dan SUNY Maritime College.Â
Setelah melalui tahapan kompetisi ketat sejak Maret hingga Juni 2026, Tim Nawasena ITS resmi diumumkan sebagai peraih Juara 1 pada 19 Agustus 2026. Keberhasilan gemilang ini diraih berkat kerja keras dan dedikasi tim yang beranggotakan:Â
1.Robi Exsaudi Simanjuntak (Teknik Sistem Perkapalan)
2.Krisna Dwi Aditya (Teknik Sistem Perkapalan)
3.Bagus Wicaksono (Teknik Sistem Perkapalan)
4.Fahmi Wira D. (Teknik Mesin)
5.Muhammad Najib Al-Zabir (Teknik Sistem Perkapalan)
6.Fabio Saviera Aipassa (Teknik Sistem Perkapalan)
7.Annabella Priyasembada (Teknik Sistem Perkapalan)
8.Ikhlatus Hafid Ardanto (Teknik Sistem Perkapalan)
9.M. Rafly Syamaidzar (Teknik Sistem Perkapalan)
10.Darryl Ivan Ray (Teknik Sistem Perkapalan)
11.Azella Permata H. (Teknik Sistem Perkapalan)
12.Juan Rajendra Ferdinand Hafiz (Teknik Sistem Perkapalan)
dan juga dosen pembimbing, Prof. Dr. Ir. Agoes Santoso, M.Sc. dan Dr. Achmad Baidowi, S.T., M.T., yang telah berkenan memberikan arahan serta dukungan kepada seluruh anggota tim sejak awal proses perancangan. Para pemenang selanjutnya dijadwalkan untuk mempresentasikan karya dan menerima penghargaan dalam SNAME Maritime Conference di Amerika Serikat pada 28–30 Oktober 2026.
- Antara
Prestasi tersebut diraih melalui MV. VANTARA NAWA, sebuah konsep Dual-ROV Diesel-Electric Inspection, Maintenance, and Repair (IMR) Vessel yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan inspeksi lepas pantai dan operasi bawah laut di Indonesia yang terus meningkat, seiring bertambahnya jumlah fasilitas migas lepas pantai yang mulai berusia lanjut. Kapal ini dirancang untuk menjalankan operasi inspeksi, pemeliharaan, perbaikan, dan konstruksi ringan, baik di wilayah perairan dangkal (shallow-water) maupun laut dalam (deep-water), dengan tetap memenuhi standar klasifikasi dan keselamatan internasional.
Kapal yang diusulkan memiliki panjang keseluruhan (LOA) 84 m, lebar (beam) 19,3 m, sarat desain (design draft) 5,6 m, dan displasemen penuh (full-load displacement) sebesar 5.562 ton. Desain ini mampu mencapai kecepatan dinas (service speed) 13 knot. Kapal ini menggunakan klasifikasi DNV dengan notasi DYNPOS (AUTR) guna menjamin keamanan dan keandalan operasi station-keeping di lepas pantai.
Kapal ini dilengkapi sistem intervensi subsea berupa Dual-ROV, yang terdiri dari Inspection-Class ROV dan Working-Class ROV beserta Tether Management System (TMS). Konfigurasi tersebut ditentukan melalui Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) berdasarkan kebutuhan pekerjaan Inspection, Maintenance, and Repair (IMR) serta pertimbangan teknis dan ekonomi. Pendekatan serupa diterapkan dalam menentukan ukuran utama kapal melalui comparative design, hingga diperoleh LOA 84 meter, lebar 19,3 meter, dan draft 5,6 meter.
Pada aspek bahan bakar, tim juga melakukan perbandingan B40, LNG, dan methanol menggunakan metode AHP dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, operasional, integrasi kapal, serta kesiapan pasokan. Hasil analisis menunjukkan B40 sebagai alternatif dengan prioritas tertinggi, sehingga dipilih sebagai bahan bakar utama Vantara Nawa. Pemilihan ini mempertimbangkan kesesuaian B40 dengan karakteristik operasi IMR di Indonesia, termasuk kesiapan pasokan dan infrastruktur bunkering, sementara keseluruhan desain dikembangkan secara iteratif melalui pendekatan spiral design.
Keberhasilan meraih Juara 1 Internasional ini menegaskan konsistensi dan daya saing mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), khususnya Tim Nawasena ITS, dalam dunia maritim.Â
Prestasi yang diraih saat ini merupakan satu dari sekian pencapaian Tim Nawasena, baik di tingkat nasional maupun internasional, sejak berdiri pada tahun 2017. Rangkaian pencapaian tersebut menunjukkan perkembangan dan konsistensi Nawasena ITS dalam mengembangkan kompetensi desain kapal, sekaligus memperkuat posisi mahasiswa ITS di tengah persaingan maritim internasional. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dalam membangun masa depan industri maritim yang lebih aman dan berkelanjutan.(chm)
Load more