Wujudkan Kabinet Antaraxia PBNU, Gus Hans Ajak Semua Pihak Legawa Terima Hasil Muktamar ke-35 NU
- Istimewa
Ia berharap kepengurusan PBNU ke depan dapat menjaga jarak dari kepentingan politik praktis sehingga dapat lebih leluasa menjalankan program-program strategis organisasi.
Sejumlah agenda yang dinilai mendesak di antaranya penguatan ekonomi warga, peningkatan mutu pendidikan pesantren, hingga pengembangan dakwah digital yang moderat dan relevan dengan perkembangan zaman.
Menurut Wakil Rektor Unipdu Jombang, keberhasilan membangun kepengurusan yang solid bukan hanya menyangkut kepentingan elite organisasi, tetapi juga masa depan NU dan jutaan warga yang menggantungkan harapan pada jam’iyah tersebut.
Ia mengingatkan, apabila NU terus terjebak dalam konflik kepentingan dan rivalitas internal, organisasi berisiko kehilangan energi serta relevansinya dalam menghadapi perubahan zaman.
“Jika Kabinet Antaraxia ini tidak terwujud dan organisasi tetap terjebak dalam konflik kepentingan, maka jam’iyah kita akan terlindas oleh zaman,” ujarnya.
Gus Hans menilai NU harus mampu beradaptasi dengan perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Sebab, kebesaran NU harus terus diwujudkan melalui kerja nyata dan kebermanfaatan bagi umat.
“NU akan kehilangan relevansinya di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, dan lambat laun, kebesaran organisasi ini hanya akan menjadi kenangan serta cerita masa lalu untuk anak cucu kita,” lanjutnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen NU menjadikan hasil Muktamar ke-35 sebagai titik awal untuk kembali membangun kebersamaan.
Menurutnya, menerima hasil muktamar dengan legawa dan memberikan dukungan terhadap kepemimpinan yang telah terpilih bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan organisasi.
Di akhir pernyataannya, Gus Hans menyampaikan ucapan selamat kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terpilih serta berharap kepemimpinan baru mampu membawa NU semakin kuat dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat.
“Selamat kepada Rais Aam dan Ketum Tanfidziyah terpilih,” pungkas Gus Hans. (roi/far)
Load more