Sebanyak 1.500 Warga Jombang Terpapar TBC, Dinkes Gencarkan Skrining Mobile
- tvOne - Rohmadi
Jombang, tvOnenews.com — Sebanyak 1.500 warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terdeteksi terpapar tuberkulosis (TBC) berdasarkan hasil skrining mobile yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang sejak April 2026 hingga saat ini.
Temuan tersebut terungkap setelah Dinkes Jombang melakukan skrining terhadap sekitar 3.000 warga di sejumlah wilayah. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 persen atau hampir 1.500 orang terdeteksi TBC dan kini menjalani proses pengobatan.
Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr. Hexawan Tajahja Widada mengatakan mayoritas warga yang terdeteksi TBC berusia di atas 40 tahun. Rata-rata usia pasien yang ditemukan dalam skrining tersebut sekitar 45 tahun.
"50 persen dari 3 ribu hampir 1.500-an terdeteksi dalam proses pengobatan. Rata-rata usia yang saat ini ditemukan rata-rata usia 45," kata Hexawan, Jumat (4/9).Â
Menurutnya, paparan TBC tidak hanya ditemukan pada kelompok usia lanjut. Anak-anak juga berpotensi tertular terutama apabila tinggal atau sering berinteraksi dengan anggota keluarga yang terpapar TBC.
dr. Hexawan mencontohkan, kondisi tersebut dapat terjadi ketika orang tua bekerja dan menitipkan anak kepada kakek atau nenek. Jika kakek atau nenek terdeteksi TBC risiko penularan kepada anak perlu diantisipasi.
Salah satu kegiatan skrining dilakukan terhadap kalangan lanjut usia di Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Jombang, Jumat pagi.
Melalui kegiatan tersebut, petugas kesehatan melakukan deteksi dini terhadap warga yang berpotensi terpapar TBC. Program skrining mobile ini telah digelar Dinkes Jombang sejak April 2026 dengan menyasar masyarakat di berbagai wilayah.
Salah seorang pasien TBC, Siti Khotimah, mengaku mengetahui dirinya terpapar penyakit tersebut setelah mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh.
Setelah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan positif TBC, Siti kemudian mengikuti pengobatan secara rutin serta melakukan kontrol ke fasilitas kesehatan.
Kini, setelah sekitar empat bulan menjalani pengobatan kondisi kesehatannya berangsur membaik. Bahkan, keluhan batuk yang sebelumnya terus dirasakan kini sudah tidak muncul.
"Batuk terus-menerus, minum obat tetap ada batuknya. Alhamdulillah sekarang sudah tidak batuk sama sekali. Minum obat rutin, kontrol rutin, sudah empat bulan, empat kali kontrol," tutur Siti.
Load more