FASI Jatim Klarifikasi Pendaratan Darurat Pesawat PK-S360 di Blora, Jawa Tengah
- tim tvone - edy cahyono
Malang, tvOnenews.com — Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Daerah Jawa Timur mengeluarkan klarifikasi resmi terkait insiden pendaratan darurat pesawat sayap bermotor dengan registrasi PK-S360 di Desa Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (7/9).
Klarifikasi disampaikan Ketua Umum FASI Daerah Jawa Timur yang juga Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, didampingi Kadisops Lanud Abdulrachman Saleh selaku Ketua Harian FASI Jatim serta Kadister Lanud Abdulrachman Saleh selaku Sekretaris FASI Jatim.
Menurut penjelasan Marsma Reza, pesawat PK-S360 sebelumnya terbang dalam rangka meramaikan Pangandaran Air Show. Setelah kegiatan, pesawat direncanakan kembali ke homebase Lanud Abdulrachman Saleh Malang dengan rute Pangandaran – Lanud Adisutjipto Yogyakarta – Malang.
Setelah mendarat di Lanud Adisutjipto, kondisi pesawat dinyatakan baik dan telah diperiksa sebelum melanjutkan penerbangan. Pesawat lepas landas pada pukul 12.07 WIB, dengan estimasi tiba di Malang pukul 15.42 WIB. Namun pada pukul 13.27 WIB, FASI Jatim menerima informasi pesawat mengalami lost power atau gangguan mesin di wilayah Blora.
Penerbang segera melaksanakan prosedur pendaratan darurat sesuai ketentuan dan daftar periksa yang berlaku. Pendaratan berhasil dilakukan dengan selamat di Desa Ngawen, Blora. Dua kru pesawat, Dhony Vasmin dan Ignatius Andreas, tidak mengalami luka serius dan telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Ngawen.
“Alhamdulillah, kedua kru dalam kondisi sehat dan selamat. Pendaratan darurat dapat dilaksanakan dengan baik sesuai prosedur. Selanjutnya, kami akan menghimpun seluruh data dan melakukan analisis untuk mengetahui penyebab gangguan pada mesin pesawat,” jelas Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara.
Pasca-pendaratan, pesawat PK-S360 mengalami kebakaran dan dinyatakan mengalami kerusakan total (total loss).
“Informasi ini kami sampaikan sebagai bentuk klarifikasi dan konfirmasi resmi FASI Daerah Jawa Timur, agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi, khususnya terhadap berbagai pemberitaan yang beredar di media sosial,” tegasnya.
FASI Jatim menegaskan keselamatan personel menjadi prioritas utama dan akan melakukan evaluasi menyeluruh atas kejadian tersebut. Hasil evaluasi dijadikan bahan pembelajaran serta langkah pencegahan guna meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang. FASI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses penanganan dan menjamin keselamatan kedua kru. (eco/hen)
Load more