News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga Keluhkan Sungai di Jombang Bau Menyengat, Dipenuhi Endapan dan Sampah

Bau menyengat dan mengganggu tercium dari aliran Sungai Sekunder Rejoagung 2 di Dusun Murong Santren, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Selasa, 15 September 2026 - 16:55 WIB
Warga saat mengeluhkan bau sungai menyengat di Dusun Murong Santren, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Sumber :
  • Rohmadi

Jombang, tvOnenews.comBau menyengat tercium dari aliran Sungai Sekunder Rejoagung 2 di Dusun Murong Santren, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Saat musim kemarau, sungai tersebut nyaris tanpa aliran air dan dipenuhi endapan serta sampah.

Pantauan pada Selasa (15/9) siang, dasar sungai terlihat dipenuhi endapan berwarna kecokelatan. Di sejumlah titik juga tampak sampah berserakan. Beberapa saluran pembuangan dari permukiman terlihat mengarah langsung ke badan sungai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu saluran bahkan terlihat mengeluarkan cairan berwarna putih. Warga menduga cairan tersebut berkaitan dengan limbah produksi tahu. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan verifikasi dari instansi berwenang.

Kondisi itu dikeluhkan Umar Mahmud, warga Dusun Murong Santren yang telah tinggal di kawasan tersebut sejak 1999. Ia mengatakan persoalan pencemaran sungai bukan baru terjadi, tetapi kondisinya dirasakan semakin parah dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika musim kemarau.

“Yang jadi keluhan itu limbah tahu, kotoran hewan, dan sampah-sampah. Kalau kemarau, parah. Baunya sangat menyengat sampai bikin dada sesak dan panas,” kata Umar, Selasa (15/9).

Menurut Umar, material yang masuk ke sungai berasal dari berbagai sumber. Selain dugaan limbah tahu, warga juga kerap menemukan kotoran hewan dan sampah rumah tangga dibuang ke aliran sungai.

Minimnya debit air saat kemarau membuat endapan dan material buangan tidak segera terbawa arus. Kondisi tersebut, menurut Umar, membuat bau semakin kuat dan mengganggu warga yang tinggal di sekitar sungai.

“Kalau musim hujan airnya penuh dan kotoran terbawa. Tapi kalau kemarau, parah. Setiap hari baunya terasa,” ujarnya.

Umar mengaku persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah. Namun, ia menilai penanganan yang dirasakan warga belum memberikan solusi permanen.

“Bukan satu atau dua kali disampaikan, sudah sering. Hasilnya tidak ada solusi. Kalau ada rapat, dibicarakan, setelah itu kembali lagi seperti semula,” ungkapnya.

Salah satu solusi yang pernah disampaikan, lanjut Umar, adalah pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Namun, fasilitas tersebut hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.

“Katanya mau dibuatkan IPAL, tapi sampai sekarang belum ada. Harapannya memang dibuatkan IPAL supaya sungainya bersih dan warga tidak terus terkena dampak bau,” katanya.

Selain sungai, Umar juga mengeluhkan kondisi air sumur miliknya. Ia menyebut air sumur berubah menjadi putih keruh dan mengeluarkan bau menyengat.

Kondisi tersebut membuat Umar tidak lagi menggunakan air sumur untuk kebutuhan minum dan memasak. Ia memilih menggunakan air galon untuk kebutuhan konsumsi.

“Air sumur sangat tercemar dan sangat bau. Warnanya seperti putih susu. Untuk minum dan masak saya sudah bertahun-tahun menggunakan air galon,” jelasnya.

Umar juga mengatakan bau masih terasa ketika air sumur digunakan untuk mencuci pakaian. Meski telah diberi pewangi, menurut dia, bau tersebut masih menempel.

Ia juga mengaku mengalami keluhan kesehatan berupa sesak napas dan beberapa kali harus menjalani pemeriksaan.

“Saya sendiri sering sesak napas dan sering periksa. Sampai sekarang masih sesak dan sering minum obat,” tuturnya.

Umar juga menyebut anak-anaknya pernah mengalami keluhan seperti mual, sakit perut hingga muntah. Namun, hubungan antara keluhan kesehatan tersebut dengan kondisi sungai maupun kualitas air sumur belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan medis dan uji kualitas lingkungan.

Menurut Umar, keluhan bau dan kondisi sungai tidak hanya dirasakan warga di sekitar rumahnya. Dampak serupa disebut dirasakan warga di sejumlah wilayah yang dilalui aliran sungai, mulai dari Murong Santren, Ngembeh, kawasan sekitar Pondok Darul Ulum hingga Peterongan.

“Yang terdampak banyak, sampai beberapa wilayah yang dilewati aliran sungai. Sampai Peterongan juga ada,” katanya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang merespons kondisi Sungai Sekunder Rejoagung 2 tersebut. DLH berencana turun ke lokasi untuk membersihkan endapan yang menumpuk di dasar sungai.

Sekretaris DLH Jombang Amin Kurniawan mengatakan, berdasarkan informasi sementara yang diterima, material di sungai merupakan campuran kotoran hewan dan sedimen yang diduga berasal dari limbah tahu.

“Informasinya campur. Ada kotoran hewan, kemudian ada sedimennya dari limbah tahu,” kata Amin secara terpisah.

Menurut Amin, minimnya aliran air membuat endapan semakin terlihat. Kondisi tersebut juga menyebabkan sirkulasi udara dan oksigen di dalam air rendah atau anaerob.

Kondisi itu dapat memicu proses pembusukan material organik sehingga menimbulkan bau menyengat.

“Karena kondisinya anaerob, otomatis tidak ada udara. Biasanya seperti itu pasti bau,” ujarnya.

Untuk penanganan awal, DLH Jombang telah berkoordinasi secara lisan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pembersihan sungai ditargetkan dilakukan dalam waktu dekat.

Namun, teknis penanganannya masih akan dibahas bersama pemerintah desa, pihak kecamatan dan Dinas PU.

“Kamis depan kita rapat bersama dengan Pemdes, kecamatan, dan PU. Maksimal minggu depan sudah turun ke lapangan,” tegas Amin.

Di sisi lain, persoalan pengelolaan limbah di kawasan tersebut belum sepenuhnya tuntas. Pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang disiapkan untuk menangani limbah di kawasan itu masih dalam proses pengerjaan.

Proyek yang mendapat dukungan dari PGN tersebut saat ini baru memasuki tahap pemasangan jaringan perpipaan. Bangunan utama IPAL belum selesai dibangun.

“Masih proses fisik, belum selesai. Kalau tidak salah November tahun ini baru fisiknya selesai. Baru jaringan perpipaannya yang terpasang. Bangunan IPAL-nya belum selesai,” ungkap Amin.

Sementara terkait keluhan warga mengenai dugaan dampak pencemaran terhadap air sumur, DLH Jombang mengaku belum melakukan pemeriksaan.

Amin mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk memastikan kondisi sumur warga dan menentukan langkah pemeriksaan selanjutnya.

“Kami belum identifikasi terkait sumur. Nanti biar dicek teman-teman dulu,” pungkasnya. (roi/far)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lepas Tim Renang Menuju Asian Games 2026, Ketua Umum PB Akuatik Indonesia Berharap Bisa Akhiri Paceklik Medali

Lepas Tim Renang Menuju Asian Games 2026, Ketua Umum PB Akuatik Indonesia Berharap Bisa Akhiri Paceklik Medali

Pengurus Besar Akuatik Indonesia secara resmi melepas Atlet dan official Tim Renang Indonesia menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya pada Selasa (15/9/2026).
Tito Imbau Pemda Hati-hati Terbitkan Obligasi Daerah: Jangan Timbulkan Beban bagi Kepala Daerah Baru

Tito Imbau Pemda Hati-hati Terbitkan Obligasi Daerah: Jangan Timbulkan Beban bagi Kepala Daerah Baru

Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa penerbitan obligasi daerah pada dasarnya merupakan bentuk utang yang harus diperhitungkan secara matang pemerintah daerah.
Populasi Penduduk Berusia 100 Tahun ke Atas di Jepang Tembus 100 Ribu Jiwa

Populasi Penduduk Berusia 100 Tahun ke Atas di Jepang Tembus 100 Ribu Jiwa

Untuk pertama kalinya dalam catatan sejarah, populasi warga negara Jepang yang telah menginjak usia 100 tahun atau lebih berhasil menembus angka 100 ribu orang. 
Pelatih Klarifikasi Soal Gunakan Tim Pelapis, Sadar Persib Juara Threepeat Bikin FC Seoul Jiper?

Pelatih Klarifikasi Soal Gunakan Tim Pelapis, Sadar Persib Juara Threepeat Bikin FC Seoul Jiper?

FC Seoul membuat skala prioritas dengan dua turnamen yang mereka ikuti. Berbeda dari Persib yang baru memulai musim 2026-2027, K-League mulai memasuki babak akhir kompetisi dengan FC Seoul sebagai calon juara. 
Hilirisasi Nikel Mulai Berdampak Terhadap Peningkatan Ekonomi Daerah

Hilirisasi Nikel Mulai Berdampak Terhadap Peningkatan Ekonomi Daerah

Hilirisasi diproyeksi akan mendorong optimalisasi ekonomi dalam negeri melalui peningkatan nilai tambah komoditas dan menggeliatnya ekonomi daerah.
Bobotoh Invasi Korea Selatan, Marc Klok Terkejut Seribu Tiket Terjual di Laga Persib Vs FC Seoul

Bobotoh Invasi Korea Selatan, Marc Klok Terkejut Seribu Tiket Terjual di Laga Persib Vs FC Seoul

Melawan wakil Korea Selatan, Persib Bandung akan menantang FC Seoul di Stadion Piala Dunia Seoul, Rabu (16/9/2026). 

Trending

Resmi! Pemain Asing Liga Voli Korea Sudah Gabung Klub Masing-masing, Vanja Bukilic Jadi yang Terakhir

Resmi! Pemain Asing Liga Voli Korea Sudah Gabung Klub Masing-masing, Vanja Bukilic Jadi yang Terakhir

Para pemain asing sudah tiba di Korea Selatan jelang bergulirnya V-League 2026-2027. Vanja Bukilic menjadi pemain terakhir yang bergabung dengan klubnya.
Belum Juga Megawati Hangestri Debut Bersama Hyundai Hillstate, Media Korea Sudah Mulai Beri Peringatan

Belum Juga Megawati Hangestri Debut Bersama Hyundai Hillstate, Media Korea Sudah Mulai Beri Peringatan

Belum debut di Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri sudah mendapat sorotan media Korea. Simak jadwal debutnya di KOVO Cup 2026 sebelum V-League.
Jadwal Lengkap Voli Putri Asian Games 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Main Kapan?

Jadwal Lengkap Voli Putri Asian Games 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Main Kapan?

Jadwal lengkap cabang olahraga (cabor) voli putri di Asian Games 2026. Timnas Voli Putri Indonesia akan beraksi di babak penyisihan grup terlebih dahulu.
Viral Reaksi Anak Purbaya Saat Ayahnya Dicopot Prabowo, Yudo Sadewa Singgung Korupsi

Viral Reaksi Anak Purbaya Saat Ayahnya Dicopot Prabowo, Yudo Sadewa Singgung Korupsi

Purbaya resmi digantikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Berbagai reaksi pun bermunculan, termasuk dari putra Purbaya, Yudo Achilles Sadewa...
HIPMI Dorong Akses KUR Semakin Mudah, Siapkan Kanal Aspirasi bagi Pengusaha Muda se-Indonesia

HIPMI Dorong Akses KUR Semakin Mudah, Siapkan Kanal Aspirasi bagi Pengusaha Muda se-Indonesia

Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendorong agar akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) semakin mudah, transparan, dan tepat sasaran bagi pengusaha muda serta UMKM di seluruh Indonesia.
Harta Kekayaan Suahasil Nazara Menteri Keuangan yang Gantikan Purbaya

Harta Kekayaan Suahasil Nazara Menteri Keuangan yang Gantikan Purbaya

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Suahasil pada periode 2025, ia memiliki harta tanah dan bangunan sebesar Rp49.857.555.000.
Terpopuler: Aktris JAV Hana Kuraki Meninggal hingga Skandal Biksu Senior Thailand

Terpopuler: Aktris JAV Hana Kuraki Meninggal hingga Skandal Biksu Senior Thailand

Sejumlah berita menarik perhatian pembaca tvOnenews.com, mulai dari kabar meninggalnya Hana Kuraki di Tokyo, video skandal yang diduga melibatkan biksu senior.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT