News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hadapi Kekurangan Penyuluh KB, BKKBN Jatim Optimalkan TPK Sebanyak 93 Ribu Orang

Keterbatasan jumlah PKB masih menjadi tantangan bagi BKKBN Jawa Timur dalam menjalankan program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 16 September 2026 - 09:37 WIB
Hadapi Kekurangan Penyuluh KB, BKKBN Jatim Optimalkan TPK Sebanyak 93 Orang
Sumber :
  • Tim tvOne

Surabaya, tvOnenews.com – Keterbatasan jumlah Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) masih menjadi tantangan bagi Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Jawa Timur dalam menjalankan program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Shodiqin mengungkapkan, beban wilayah binaan sejumlah PKB di kabupaten/kota masih cukup tinggi. Di Kabupaten Sumenep, misalnya, satu penyuluh rata-rata harus menangani hingga 17 desa/kelurahan. Sedangkan di Bojonegoro, satu PKB membina sekitar 14 desa/kelurahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut semakin berat karena masih terdapat enam kecamatan di Sumenep yang belum memiliki pengampu atau penyuluh KB.

“Di beberapa daerah, penyuluh KB sangat terbatas. Bahkan ada beberapa kecamatan yang sudah tidak memiliki penyuluh KB,” kata Shodiqin dalam kegiatan pembinaan dan evaluasi kinerja BKKBN di Surabaya.

Menurutnya, kondisi di wilayah perkotaan seperti Surabaya memiliki karakteristik berbeda. Seorang PKB dapat membawahi satu hingga dua kecamatan sehingga pengukuran beban kerja tidak cukup hanya berdasarkan jumlah desa atau kelurahan yang menjadi wilayah binaan.

Meski jumlah tenaga terbatas, BKKBN Jawa Timur mengoptimalkan dukungan kader serta Tim Pendamping Keluarga (TPK). Saat ini, jumlah TPK di Jawa Timur mencapai sekitar 93.000 orang.

Keberadaan puluhan ribu TPK tersebut dinilai menjadi kekuatan penting dalam membantu PKB menjalankan pendampingan keluarga dan mencapai target program di lapangan.

Kinerja PKB Tak Lagi Sekadar Angka

Di tengah keterbatasan SDM, arah pengelolaan kinerja PKB juga mulai mengalami perubahan. Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiono meminta PKB tidak lagi hanya mengejar capaian administratif dan jumlah kegiatan.

Kinerja harus diukur berdasarkan hasil atau outcome yang benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas keluarga dan penyiapan Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“PKB dan TPK menjadi ujung tombak keberhasilan negara kita menuju cita-cita yang telah ditetapkan,” ujar Budi.

Ia menilai pekerjaan PKB harus memiliki keterkaitan dengan target pembangunan nasional. Karena itu, keberhasilan tidak cukup dilihat dari banyaknya keluarga yang didampingi atau kegiatan sosialisasi yang dilakukan, tetapi juga dari perubahan kondisi keluarga di wilayah binaan.

Persoalan seperti stunting, kehamilan yang tidak direncanakan, serta kualitas keluarga harus menjadi bagian dari perhatian dalam pengukuran kinerja.

Budi juga menegaskan bahwa angka Total Fertility Rate (TFR) yang berada di kisaran 2,13 tidak berarti pelayanan kontrasepsi tidak lagi diperlukan.

Pelayanan kontrasepsi tetap penting untuk memastikan masyarakat memiliki akses terhadap hak reproduksi dan dapat merencanakan kehamilan sesuai kondisi keluarga.

Pendampingan Dimulai dari Calon Pengantin

Transformasi program juga diarahkan pada pembangunan ekosistem pendampingan keluarga secara berkelanjutan. Pendampingan tidak menunggu sampai anak lahir, tetapi dimulai sejak calon pengantin.

Calon pengantin perlu mendapatkan edukasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Pendampingan kemudian dilanjutkan pada masa kehamilan, persalinan, menyusui, bayi, balita hingga lansia.

Kolaborasi PKB dan TPK dengan Posyandu, Puskesmas, pemerintah desa/kelurahan serta KUA menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendampingan keluarga yang terpadu.

“Pendampingan keluarga harus dimulai dari calon pengantin, kemudian kehamilan, persalinan, menyusui, baduta, balita dan seterusnya sampai lansia,” jelas Budi.

PKB Dituntut Kuasai Teknologi AI

Selain memperkuat pendampingan, peningkatan kompetensi SDM juga menjadi perhatian. Pegawai diminta tidak menjadikan usia maupun masa kerja sebagai alasan untuk berhenti belajar.

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan. Teknologi seperti ChatGPT, Gemini dan NotebookLM dapat membantu menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup lama.

Namun, pemanfaatan AI tetap harus dilakukan secara hati-hati, terutama terkait keamanan data dan risiko penggunaan teknologi dalam perang siber.

Budi juga menyampaikan bahwa penilaian kinerja ASN ke depan akan semakin objektif dan terintegrasi. Salah satunya melalui pendekatan penilaian 360 derajat yang melibatkan atasan, rekan kerja, bawahan dan masyarakat.

Prinsip meritokrasi juga akan diperkuat. Pegawai dengan kinerja terbaik akan mendapatkan kesempatan lebih besar dalam pengembangan karier, penghargaan maupun promosi.

“Pintar saja tidak cukup. Kinerja juga harus sesuai dengan ekspektasi dari atas, samping, bawah dan masyarakat,” tegasnya.

Realisasi Anggaran Jatim Capai 91,65 Persen

Sementara itu, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Jawa Timur melaporkan realisasi anggaran APBN 2026 hingga 14 September telah mencapai 91,65 persen dari total pagu sekitar Rp293,644 miliar.

Rinciannya, realisasi belanja pegawai mencapai 83,50 persen, belanja barang 92,28 persen, dan belanja modal 99,18 persen.

Shodiqin mengatakan capaian tersebut menunjukkan kesiapan Jawa Timur dalam mengoptimalkan dukungan anggaran untuk pelaksanaan program.

“Masih bulan September sudah realisasi 91,65 persen. Kalau memang ada dukungan anggaran lagi, kami siap melaksanakan kegiatan-kegiatan di Jawa Timur,” katanya.

Selain APBN, sejumlah kegiatan di kabupaten/kota juga mendapat dukungan APBD. Sementara untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) atau Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB), Jawa Timur memiliki pagu sekitar Rp209,285 miliar dengan realisasi rata-rata sekitar 40,21 persen.

Kabupaten Bangkalan juga disebut menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang mencatat capaian tinggi secara nasional dalam Rakor sebelumnya.

Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBNJawa Timur berharap dukungan pemerintah pusat terhadap kebutuhan SDM dan anggaran dapat terus diperkuat. Dengan demikian, keterbatasan tenaga PKB di sejumlah wilayah tidak menjadi hambatan dalam memastikan program pembangunan keluarga berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Transformasi tersebut diharapkan membuat kinerja PKB tidak berhenti pada pemenuhan target administratif, tetapi benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan kualitas keluarga dan pencapaian Indonesia Emas 2045. (far)

 
 
 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ditunda Imbas Piala Asia 2027, Kapan Liga Pro Saudi 2026/2027 Dimulai Kembali?

Ditunda Imbas Piala Asia 2027, Kapan Liga Pro Saudi 2026/2027 Dimulai Kembali?

Terkait kapan jadwal baru tersebut akan dirilis dan bagaimana mekanisme penyesuaiannya, klub-klub peserta Liga Pro Saudi kini tengah berada dalam fase siaga.
Mendorong UMK Naik Kelas: Fokus Pertamina Perkuat Manajemen Usaha Lokal

Mendorong UMK Naik Kelas: Fokus Pertamina Perkuat Manajemen Usaha Lokal

Sebanyak 857 usaha mikro dan kecil (UMK) binaan Pertamina berhasil lolos ke tahap nasional program Pertamina UMK Academy 2026. 
Byeon Woo Seok Bikin Heboh Fan Meeting Jakarta, Turun Panggung hingga Hibur Fans dari Dekat

Byeon Woo Seok Bikin Heboh Fan Meeting Jakarta, Turun Panggung hingga Hibur Fans dari Dekat

Byeon Woo Seok bikin heboh fan meeting Jakarta, turun panggung hingga hibur fans dari dekat.
Negara akan Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Frans Seda, NTT Berbangga

Negara akan Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Frans Seda, NTT Berbangga

Pemerintah Republik Indonesia akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh bangsa asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Franciscus Xaverius Seda atau yang lebih dikenal sebagai Frans Seda. 
Anak Korban Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri di Klender Sembunyikan Luka karena Ketakutan: Di Sekolah Bilangnya Jatoh

Anak Korban Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri di Klender Sembunyikan Luka karena Ketakutan: Di Sekolah Bilangnya Jatoh

Korban menceritakan bahwa selama berada di area sekolah, ia mencoba menangani pembengkakan tersebut secara mandiri dengan memberikan air dingin dan air panas.
Persija Menang, Rizky Ridho Geram dan Kembali Sindir Kondisi Rumput JIS: Saya Enggak Tahu Apa yang Direnovasi

Persija Menang, Rizky Ridho Geram dan Kembali Sindir Kondisi Rumput JIS: Saya Enggak Tahu Apa yang Direnovasi

Kapten Persija, Rizky Ridho, melontarkan sindiran tajam terhadap kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS) meski timnya berhasil kalahkan Persebaya.

Trending

Viral Istri Kades Karanganyar Akui Skandal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Itu Bukan Dugaan, Itu adalah Fakta

Viral Istri Kades Karanganyar Akui Skandal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Itu Bukan Dugaan, Itu adalah Fakta

Viral istri Kades di Rembang diduga berzina dengan anggota DPRD berinisial W. Zayyana Ilma mengakui hubungan tersebut, sementara laporan telah masuk ke polisi
Enam Kali ke Hotel, Istri Kades Karanganyar Ungkap 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Pamit Sama Suami ya Belanja

Enam Kali ke Hotel, Istri Kades Karanganyar Ungkap 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Pamit Sama Suami ya Belanja

Istri Kades Karanganyar, Zayyana Ilma, mengaku enam kali bertemu anggota DPRD Rembang berinisial WD di hotel. Polisi masih mendalami bukti dan laporan dugaan
Viral Diduga Penganiayaan Anak oleh Ibu Tiri di Klender, Jakarta Timur, Korban: Aku Pulang Malah Digebuk

Viral Diduga Penganiayaan Anak oleh Ibu Tiri di Klender, Jakarta Timur, Korban: Aku Pulang Malah Digebuk

Berdasarkan penuturan langsung dari korban, dirinya mengaku kakinya dipukul menggunakan kayu seperti bambu, hingga mengalami bengkak pada area yang dipukul.
KPK Dalami Dugaan Suap di Kantor Pertanahan Bogor Terkait Layanan Pertanahan

KPK Dalami Dugaan Suap di Kantor Pertanahan Bogor Terkait Layanan Pertanahan

Kasus tersebut bermula dari OTT KPK di kawasan Jabodetabek pada 14 September 2026 terkait dugaan korupsi dalam pengurusan hak guna bangunan PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Istri Kades Karanganyar Blak-blakan soal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Perselingkuhan itu Fakta

Istri Kades Karanganyar Blak-blakan soal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Perselingkuhan itu Fakta

Istri Kades Karanganyar, Zayyana Ilma, blak-blakan mengakui hubungan selama delapan bulan dengan anggota DPRD Rembang. Ia mengungkap enam kali pertemuan
5 Poin Pernyataan SD Labschool Cibubur soal Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Viral di Threads

5 Poin Pernyataan SD Labschool Cibubur soal Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Viral di Threads

Inilah lima poin pernyataan SD Labschool Cibubur soal dugaan bullying yang viral di media sosial Threads. Pihak sekolah menyebut setiap kejadian yang melibatkan siswa perlu mendapat perhatian serius.
Apa Itu KidZania yang Viral usai Unggahan Ria Ricis di Lokasi Karhutla Tuai Kritik?

Apa Itu KidZania yang Viral usai Unggahan Ria Ricis di Lokasi Karhutla Tuai Kritik?

Apa itu KidZania yang viral usai unggahan Ria Ricis di lokasi karhutla tuai kritik?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT