Pesona Sungai Maron Pacitan, Menyusuri Air Hijau Toska di Tengah Rimbunnya Pepohonan
- tim tvOne
Menurut Munif, peningkatan aktivitas wisata juga perlu diikuti dengan upaya menjaga kondisi Sungai Maron agar tetap menjadi kawasan yang menarik untuk dikunjungi.
“Yang menjadi concern kami adalah bagaimana dengan peningkatan kunjungan wisata itu kita tetap mampu memastikan kelestarian di Sungai Maron,” ujarnya.
- tim tvOne
Konsep pengembangan tersebut juga mendapat perhatian dari Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah.
Ruly mengatakan keterlibatan perusahaan di Sungai Maron sejak 2023 tidak hanya dilakukan melalui penyediaan fasilitas, tetapi juga dengan melihat potensi yang telah dimiliki masyarakat setempat.
“Pada 2023 awal, PLN NP tidak hanya hadir dengan fasilitas, tetapi membangun fundamental dengan potensi yang dimiliki masyarakat sendiri,” kata Ruly.
Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan melalui sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, lingkungan, serta pemanfaatan potensi lokal.
Salah satunya pengolahan limbah kelapa yang sebelumnya menjadi persoalan bagi lingkungan. Limbah tersebut kemudian dapat dimanfaatkan menjadi sejumlah produk yang mendukung kegiatan masyarakat dan konservasi.
Selain itu, pengembangan kawasan juga mencakup pemanfaatan FABA atau Fly Ash and Bottom Ash untuk kebutuhan infrastruktur di kawasan wisata.
Dari sisi lingkungan, penggunaan perahu listrik juga disebut memberikan dampak terhadap pengurangan konsumsi bahan bakar. Berdasarkan data pengembangan program, penggunaan perahu listrik diperkirakan menghemat sekitar 1.600 liter bahan bakar per tahun dan mengurangi emisi sekitar 2,71 ton CO2 per tahun.
Namun, keberlanjutan Sungai Maron tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup, Tulus Laksono, mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan air dan ekosistem sungai seiring meningkatnya aktivitas di kawasan tersebut.
“Seperti Sungai Maron ini dengan rencana seperti apapun kalau air tidak ada tidak akan bisa berjalan,” ungkap Tulus.
Pesan tersebut kembali mengemuka dalam peringatan Hari Sungai Sedunia 2026 yang digelar di kawasan Sungai Maron pada 30 September.
Sejumlah kegiatan lingkungan dilakukan dalam momentum tersebut, mulai dari Puja Toyo, pelepasan benih sidat, hingga penanaman pohon.
Tulus juga menyampaikan tema Hari Sungai tahun ini yang menyoroti keterkaitan antara hutan, sungai, air, dan kehidupan.
Load more