News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Disebut seperti Kasus "Koper Merah", Polisi: Ini Lebih Kejam, Jasad Korban Dibakar, Dimutilasi Lalu Digiling

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, disebut-sebut menyerupai kasus “Koper Merah” di Kediri. Terduga pelaku berinisial DBM diduga melakukan serangkaian tindakan untuk menghancurkan jasad korban berinisial DH dan AG mulai dari pembakaran hingga penggilingan.
Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:30 WIB
Terduga pelaku kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun saat diamankan, Senin (26/10/2026).
Sumber :
  • Syamsul Huda-tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, disebut-sebut menyerupai kasus “Koper Merah” di Kediri.

Disclaimer: Berita ini mengandung informasi tentang aksi kekerasan atau pembunuhan yang mungkin bisa memicu rasa tidak nyaman bagi pembaca.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun kasus “Koper Merah” merupakan kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi yang terjadi pada Januari 2025 lalu.

Pelakunya adalah Antok, sedangkan korbannya adalah Uswatun Hasanah. Dalam kasus ini, pelaku menghabisi korban di sebuah kamar hotel lalu memutilasinya. Setelah itu, jasad korban dimasukkan ke dalam koper berwarna merah sebelum dibuang.

Rekaman CCTV hotel di Madiun menangkap gambar ibu dan anak serta suami siri sebelum pembunuhan
Rekaman CCTV hotel di Madiun menangkap gambar ibu dan anak serta suami siri sebelum pembunuhan
Sumber :
  • Istimewa

Terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur menilai tindakan terduga pelaku mengingatkannya pada kasus “Koper Merah”.

Terduga pelaku berinisial DBM diduga melakukan serangkaian tindakan untuk menghancurkan jasad korban berinisial DH dan AG mulai dari pembakaran hingga penggilingan.

Menurutnya, aksi DBM tersebut membuat proses pencarian barang bukti menjadi lebih sulit.

"Gerakannya sama seperti kasus ‘Koper Merah’. Tapi ini lebih kejam. Jasadnya dibakar, dimutilasi, lalu digiling," ujarnya, Senin (26/10/2026).

Meski menghadapi tantangan, pihaknya terus mengembangkan penyelidikan untuk menemukan sisa-sisa jasad korban. Sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut juga turut diamankan untuk pengembangan kasus.

"Karena dihancurkan, digiling seperti itu, kita kesulitan menemukan jasad korban. Kita sudah amankan barang bukti dan masih melakukan pengembangan mencari sisa-sisa di sekitar TKP," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, DH (30) diduga dibunuh oleh DBM suami tirinya. Begitu juga AG (4) yang diduga dibunuh oleh pria tersebut. Peristiwa pembunuhan diduga terjadi pada Selasa (20/10/2026) di sebuah kamar hotel di Jalan Dr. Soetomo.

Penangkapan dan pengungkapan kasus itu bermula dari adanya laporan hilangnya DH dan AG yang berasal dari Bogor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah itu, polisi melakukan penyelidikan atas laporan hilangnya DH dan AG yang berujung pada dugaan pembunuhan

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Roy Sihombing mengatakan pembunuhan diduga terjadi di sebuah kamar hotel di Madiun.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Beli Mesin Giling Daging dan Tas Kresek Hitam

Usai Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Beli Mesin Giling Daging dan Tas Kresek Hitam

Setelah menghabisi nyawa dari istri siri dan anak kandungnya, pelaku pembunuhan di Madiun yakni DBS sempat membeli mesin giling serta tas kresek sampah hitam.
Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Sementara Satu Orang, Polisi Tak Tutup Kemungkinan Pihak Lain Terlibat

Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Sementara Satu Orang, Polisi Tak Tutup Kemungkinan Pihak Lain Terlibat

Terduga pelaku pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, sementara berjumlah satu orang. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila ada pihak-pihak lainnya yang terlibat. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterangan terduga pelaku.
Persija Jakarta Menang Comeback atas Persik Kediri, Kata-Kata Shin Tae-yong di Ruang Ganti Dibongkar Rizky Ridho

Persija Jakarta Menang Comeback atas Persik Kediri, Kata-Kata Shin Tae-yong di Ruang Ganti Dibongkar Rizky Ridho

Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, mengungkap instruksi khusus Shin Tae-yong yang menjadi salah satu kunci keberhasilan Macan Kemayoran melakukan comeback atas Persik Kediri.
Empat Atlet Para Balap Sepeda Indonesia Terbang ke Belanda, Bidik Poin Paralimpiade 2028

Empat Atlet Para Balap Sepeda Indonesia Terbang ke Belanda, Bidik Poin Paralimpiade 2028

Sebanyak empat atlet para balap sepeda Indonesia langsung bertolak ke Belanda setelah menyelesaikan perjuangan di Asian Para Games 2026 di Jepang. Keempat atlet tersebut akan unjuk gigi di UCI Para-cycling Track World Championships 2026.
Niat Menghilangkan Jejak, Polisi Ungkap Tersangka Pembunuhan di Madiun Berencana Buang Jasad Istri Siri ke Laut

Niat Menghilangkan Jejak, Polisi Ungkap Tersangka Pembunuhan di Madiun Berencana Buang Jasad Istri Siri ke Laut

Kasus pembunuhan istri siri di madiun menuai perhatian publik. Sejauh ini, kepolisian Jawa Timur masih mendalami motif tersangka yang kini telah diamankan.
tvOne Hadirkan Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045

tvOne Hadirkan Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045

tvOne menggelar Program Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, dengan menghadirkan pemerintah daerah, BUMN/BUMD, sektor swasta, dan tokoh publik yang mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Trending

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan cuma tungku api, tas berukuran jumbo juga merupakan petunjuk penting dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendalami hal tersebut lebih lanjut.
Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya kian intensif. 
Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Persija berhasil kembali meraih kemenangan atas Persik Kediri. Hasil akhir 2-1 mewarnai laga lanjutan pekan ketujuh Super League 2026-2027.
Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Timnas Indonesia U-15 meraih hasil yang campur aduk pada Senin (26/10/2026) kemarin. Mereka mengalahkan Burundi namun takluk dari Portugal.
Sampai Geleng-geleng Kepala, Pelatih dan Pemain Persik Kompak Sebut Kekalahan dari Persija Akibat Buruknya Kondisi Lapangan

Sampai Geleng-geleng Kepala, Pelatih dan Pemain Persik Kompak Sebut Kekalahan dari Persija Akibat Buruknya Kondisi Lapangan

Pelatih Persik, Marcos Reina, menyebut bahwa penyebab kekalahan timnya karena buruknya lapangan. Bahkan, perwakilan pemain, Marcelo Djalo sampai geleng kepala.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT