Saat Keluarga Curiga Ibu-Anak di Madiun Tak Ada Kabar, Ini Respons Tersangka Pembunuhan Setiap Ditanya
- Syamsul Huda/tvOne - Threads @bianca_vocca09
Jakarta, tvOnenews.com - Di saat pihak keluarga curiga ibu-anak di Madiun tak ada kabar sejak 20 September 2026, tersangka pembunuhan memberikan respons tak terduga.
Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy H. M. Sihombing mengatakan korban berinisial DH (30) selalu berkomunikasi dengan keluarganya yang berada di Bogor secara intens. Oleh karena itu, pihak keluarga merasa janggal saat DH tidak berkomunikasi lagi.
“Komunikasi terakhir antara korban dengan keluarga korban 20 September 2026. Pihak keluarga sempat menghubungi pelaku di mana. Respons pelaku tidak aktif. Ini menambah lagi kecurigaan keluarga korban,” ujar Roy, Selasa (27/10/2026).
“Pihak keluarga di Bogor, ‘Kok ada sesuatu?’, sehingga keluarga di Bogor membuat laporan orang hilang,” katanya.
- Threads/ikbalsermaf11 - Istimewa
Dari laporan orang pada 5 Oktober 2026 itu, sambung dia, ditelusuri hingga akhirnya mengarah pada CCTV yang memperlihatkan DH, anak inisial AG (4) dan pelaku inisial DBM (40) berada di salah satu hotel di Madiun.
“Ditemukan fakta korban yang dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia,” ungkapnya.
DH diketahui meninggal dunia dengan cara dicekik di hotel, sedangkan AG meninggal dunia dengan cara yang sama di dalam mobil.
DBM mencoba menghilangkan jejak korban dengan cara membakar, menggiling hingga membuangnya ke sungai.
“Kami amankan barang bukti mobil Pajero, motor, wadah bersih isi bahan bakar, telepon seluler. Ada alat penggilingan yang masih diperiksa laboratorium,” terangnya.
Berdasarkan keterangan, motif dari pembunuhan ini adalah adanya perselisihan hubungan pribadi tersangka dengan korban DH.
Adapun AG turut dihabisi lantaran DBM khawatir anak tersebut akan menjadi saksi peristiwa tersebut.
“Status anak ini adalah anak bawaan dari istri sirinya, bukan anak kandung tersangka,” ucapnya.
Untuk diketahui, DBM merupakan suami siri dari DH. Sementara itu, istri sah DBM tidak mengetahui hubungan hingga peristiwa tersebut.
“Hubungan korban dan tersangka kawin siri. Berlangsung dua tahun. Pernikahan siri berlangsung di Kalimantan. Tinggal di sana dua bulan,” terangnya. (nsi)
Load more