PMK Mewabah di Pacitan. Permintaan Kambing untuk Kurban Meningkat, Sapi Merosot
- tvone - agus wibowo
Pacitan, Jawa Timur - Di tengah meluasnya wabah penyakit mulut dan kuku pada ternak (PMK), berdampakĀ positif bagi sejumlah peternak kambing di Pacitan. Permintaan ternak kambing kurban menjelang Hari Raya Idul Adha meningkat. Meski seiring banyak permintaan, harga ternak alami kenaikan. Peternak kewalahan menerima pesanan karena kehabisan stok.
Sukardi (67), peternak dan pedagang kambing Desa Sumberharjo ini menyebutkan, wabah penyakit mulut dan kuku tak banyak berpengaruh terhadap peternak kambing. Selama ini masih belum ditemukan kambing terinfeksi PMK. Dengan itu omzet penjualanĀ sejumlah peternak kambing justru diluar dugaan. Masih sekitar 2 pekan kedepan Idul Adha, permintaan kambing untuk qurban meningkat. Ternak dikandang sudah habis terjual, hanya tersisa beberapa ekor saja, itupun sudah dipesan pembeli. Harganya juga naik.
"Harga kambing yang di jual bervarasi, mulai 2,5 juta hingga 3 sampai 6 juta rupiah. UntukĀ saat ini harga ternak mengalami kenaikan. Dari satu ekor kambing yang semula seharga 2,7 juta,Ā kini terjual dengan harga 3 juta rupiah,"terangnya.
Sukardi menambahkan Sekarang peternak sudah tidak melayani pemesanan hewan kurban. Selain stok kambing untuk kurban sudah habis dikandang, peternak belum bisa membeli kambing di pedagang lantaran penutupan pasar hewan akibat merebaknya wabah PMK.
"Ada beberapa ekor kambing tapi sudah di beli. Yang 1 itu sudah dilaku 3 Juta," imbuhnya
Kondisi berbeda dirasakan peternak sapi, Saat wabah PMK seperti sekarang ini tidak banyak berharap pada ternaknya. Penjualan ternak sapi merosot dibanding sebelum wabah PMK. Meski merugi, peternak tetap memilih tidak menjual atau membawa ke pasar karena rawan penularan PMK.
"Sebaran PMK semakin meluas dan penularannya sangat cepat. Kasihan yang membeli kalau tertular PMK kan tidak bisa buat hewan kurban. Belum tersedianya vaksin ternak juga sebagai pemicu turunnya permintaan ternak sapi kurban tersebut,"terang Ruslani (69), Peternak Sapi Kecamatan Pacitan kota.
Sejak mewabahnya virus PMK, berdampakĀ besarĀ terhadapĀ perekonomianĀ masyarakat. Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak ternak sapi yang terinfeksi PMK, sehingga mempengaruhi penurunan daya beli masyarakat untuk hewan qurban jenis tersebut. Menjadikan para peternak dan pedagang semakin menanggung kerugian.
Penyakit Mulut dan Kuku pada ternak masih terjadi di sejumlah wilayah di Pacitan. Sebagai upaya memutus penyebaran wabahĀ tersebut, seluruhĀ pasar hewanĀ dilakukan penutupan. Secara mandiri, peternak diharapkan menjaga kebersihan kandang dengan penyemprotan disinfektan. (asw/rey)
Ā
Load more